Perfect Woman and Mafia Boss

Perfect Woman and Mafia Boss
Bibi Anna


"Benarkah?" tanya nya pura-pura.


""Ya, kau bahkan seperti seorang gadis, berapa usiamu?"


"Aku sudah dua puluh lima tahun." jawab nya tersipu malu.


"Wah, kau masih sangat muda. kemana suami nyonya? apa dia sedang bekerja?" tanya Anna Beruntun.


Felicia memijit pelipisnya sejenak, padahal itu pertanyaan normal tapi entah kenapa dia merasa frustasi menjawab pertanyaan itu.


"Hmmm...sedang diluar kota." dustanya.


"Oh...kena...?" tiba-tiba Al menangis sehingga membuat Anna menghentikan pertanyaannya.


Felicia menarik Nafasnya lega, dia sangat bersyukur Al menangis disaat yang tepat.


Jika Anna bertanya lebih jauh lagi bisa-bisa dia membatalkan jasa wanita itu.


"Dia lapar, apa kau memberi nya asi?" tanya Anna kemudian.


"Oh...hanya susu formula, Asiku tidak ada" bohong Felicia lagi.


"Maaf nyonya Akan, aku baru memiliki anak dan tidak banyak yang aku tahu dan mengerti."


"Bisakah memberi tahuku apa saja yang dibutuhkan Al? karena kau belum membeli apapun?


"Nanti akan aku tulisan nyonya, tapi aku harus membuatkan susu dulu untuk Al, dimana susu dan dapurnya?


"Baiklah." jawab Felicia singkat. wanita itu segera menunjukkan dapurnya dan botol susu beserta kaleng susu milik Al.


Rumahnya tidaklah terlalu besar, tapi Felicia merasa nyaman tinggal disana.


Setelah membuatkan susu untuk Al dan meletakkan pria kecil yang sudah tertidur diatas tempat tidur, Anna segera menuliskan keperluan Al yang harus dibeli Felicia.


Begitu banyak sampai membuat Felicia kebingungan,buang dia pikir adalah uang untuk membeli keperluan itu.


Dia batu mulai bekerja dan belum juga mendapatkan gaji, memang dia ada tabungan tapi dia takut uangnya kurang.


"sapa ini semua yang dibutuhkan Al?" tanyanya ragu-ragu.


"Tentu saja nyonya, keperluan bayi itu sangat banyak."jelas Anna


Dia benar-benar merasa aneh dengan Felicia yang tidak seperti ibu lainnya.


Felicia menarik anafasnya dengan berat.


Anna mengangguk singkat mendengar nya.


Sudah waktu ku untuk bekerja, nyonya Anna sudah tahukan apa yang harus dilakukan?"tanyanya.


Anna tersenyum, wanita paruh baya itu terlihat sangat ramah.


"tentu saja Fel, panggil aku Anna, atau bibi ANN. aku akan menjaga Al dengan baik." jawab wanita itu.


"Terima kasih bibi Ann, aku harus pergi."kata nya.


Felicia segera meraih tas yang telah dua letakkan diatas meja, dia juga mengambil baju hangat yang diberikan ibunya sewaktu hendak pergi dari rumahnya.


Tidak lupa dia juga membawa catatan keperluan Al yang harus dibelinya, sepulang bekerja nanti Dia akan mampir ke supermarket untuk membeli keperluan Al.


Sebelum keluar dari rumahnya, wanita itu mencium pipi Al sejenak, "Mommy pergi dulu ya, sayang." bisiknya pelan.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh waktu dia pergi dari rumah ta, dia tidak langsung menuju ke sini karena masih terlalu pagi.


Yang harus dia lakukan adalah membuat surat-surat bintik Al dan bertanya apa saja syarat-syarat bintik mengadopsi Al


Dia juga harus pergi pada pihak berwajib untuk melaporkan bahwa dia telah menemukan Al dan ingin mengasuhnya.


Felicia tidak ingin berbuat ceroboh, jika suatu hari nanti dia dituduh menjadi penculik oleh orang tua Al, setidaknya dia punya bukti kuat dari pihak berwajib untuk menyatakan bahwa dia memang menemukan Al dan mengasuhnya.


"Hmmm...hai..boleh aku tahu pempres apa yang bagus untuk bayi laki-laki?"


Tanya Felcua kepada seorang pelayan supermarket yang dia datangi.


Saat itulah dia sedang berada disebuah supermarket, setelah pulang kerja Felicia menyempatkan diri untuk mampir kesupermarket itu untuk membeli keperluan Aldevaro.


"Anda bisa menggunakan merek ini nyonya."


Kata seorang pelayan supermarket itu.


"Ukuran apa yang pas untuk bayi yang belum lama lahir?" tanya Felicia lagi.


"Anda bisa membeli ukuran yang paling kecil nyonya."


Kata pelayan itu lagi merasa keheranan.


"baiklah, terima kasih."