
"Pergi kau dari sini!!".teriak seorang pria paruh baya sambil melemparkan barang-barang keluar dari rumahnya.
Dia adalah Abraham Winata seorang pengusaha di Amerika.
Saat ini Abraham Winata sangat marah karena putrinya Felicia Elvara Winata tidak hadir ke acara pertunangan yang telah diaturnya.
Abraham telah memilihkan seorang pria dari rekan bisnisnya untuk dijodohkan dengan putrinya,tapi dia sangat kecewa karena Felicia tidak hadir sehingga membuatnya sangat malu.
Padahal dia telah mengundang tamu disebuah hotel mewah dan meminta putrinya untuk datang, tanpa penjelasan apapun putrinya tidak datang sehingga membuatnya marah besar
Dia memutuskan akan memberikan pelajaran pada putrinya,dia ingin lihat apakah putrinya bisa bertahan diluar sana tanpa bantuannya?
Abraham membuang barang-barang putrinya keluar dari pintu rumahnya,sedangkan istrinya shareen Winata hanya bisa menahan amarah suaminya.
"Dad,Stop! jangan memarahi Felicia lagi.bagaimana pun dia putri kita."bujuk Shareen pada suaminya.
Abraham tidak bergeming,bukan saja dia malu karena ketidakhadiran putrinya tapi dia sudah kehilangan kontrak kerja sama yang begitu besar.
Padahal dia sudah sangat yakin jika Felicia pasti akan datang untuk menemui calon tunangannya tapi dia tidak menyangka, putrinya tidak menampakkan batang hidungnya sampai membuatnya sangat malu dihadapan rekan bisnisnya.
Felicia memunguti barang-barangnya yang dilemparkan oleh ayahnya satu persatu, dia tidak menyangka ayahnya akan Semarah itu hanya karena dia tidak mau dijodohkan.
Padahal dia sudah berusaha menolak tapi ayahnya masih saja memaksakan kehendaknya sendiri.dua sengaja tidak datang ke acara perjodohan itu dan tidak mengatakan apapun pada ayahnya karena menurutnya percuma berbicara dengan ayahnya yang keras kepala
Baginya pernikahan sangat penting dan dia tidak mau menyia-nyiakan hidupnya menikah dengan pria yang tidak dikenalnya dan tidak dia cintai.
"Pergi aku dari sini!" Usir ayahnya lagi.
"Aku akan pergi." teriak Felicia kesal
Hanya karena Hal seperti ini Ayahnya sampai tega mengusirnya? dia akan lebih senang pergi dari sana dari pada dijodohkan dengan orang yang tidak disukainya.
"Bagus,jangan kembali lagi kesini jika kau masih menolak menikah dengan pria pilihan ku."
Felicia memutar bola matanya malas sambil memunguti barang-barangnya yang masih berserakan.
"Aku tidak akan kembali,walaupun matahari meledak aku tidak akan pernah menikah dengan pria pilihan Daddy."teriak Felicia kesal.
"Abraham,sudahlah,jangan memaksa Feli menerima perjodohan itu."Shareen mencoba menenangkan suaminya.
Dia takut putri semata wayangnya benar-benar pergi dari sana.
Biarkan saja,aku ingin lihat seberapa lama ia bisa bertahan diluar sana."kata Abraham
"Jangan Merendahkan ku Daddy, kau akan lihat bagaimana aku hidup diluar sana."tantang Felicia
"Oh....aku ingin lihat, apa kau mampu bertahan atau kau akan merangkak pulang kerumah ini untuk meminta pertolonganku."kata ayahnya lagi.
"Never!"kata Felicia dengan cepat.
Dia tidak menyangka orang tua itu tega mengusirnya hanya karena sebuah perjodohan.
Dia bukan anak manja seperti anak-anak orang kaya lainnya,dia akan berusaha untuk hidup diluar sana tanpa uang dari ayahnya.
"Fel,Jangan!bagaimana bisa kamu bertahan diluar sana?" tanya ibunya khawatir.
Shareen Winata menangis dan memeluk anaknya dengan erat.
"Mommy jangan khawatir,aku punya tangan dan kaki.aku bisa mencari makan untuk diriku sendiri."katanya
"Biarkan dia pergi."kata Abraham
"Dad, please, jangan usir Feli.maafkanlah dia,Sam hanya bersikap kekanak Kanakan."bujuk istrinya
"Sudahlah mom,sejak kapan Daddy bisa diajak negoisasi! aku akan baik-baik saja diluar sana."kata Felicia
"Kita lihat saja,sebentar lagi dia akan memohon padaku.memangnya apa yang bisa dilakukannya diluar sana?"kata ayahnya
Felicia kembali memutar bola matanya,dia segera melepaskan pelukannya dan menciumi pipi mommy nya dengan lembut.
"Maafkan aku mom, jaga kesehatan mommy."pesannya.
"Tunggu sebentar."ibunya menahannya dan berlari masuk kedalam rumahnya.
Tidak lama kemudian ibunya kembali membawa baju hangat dan diberikan untuknya
"Ini untukmu, diluar dingin,pakailah."
"But mom?"perkataannya terputus karena ibunya langsung memeluknya.
"Jaga dirimu baik-baik,makan yang teratur jangan lupa hubungi mommy."bisik wanita itu dengan pelan.
Felicia mengangguk,dengan lembut tangannya mengusap air mata ibunya yang membasahi kedua pipinya
"Jangan menangis mom,aku akan baik-baik saja."hiburnya.
Abraham langsung menarik tangan istrinya,pria itu membawa istrinya masuk kedalam rumahnya dengan paksa.
"Berhenti menangis,biarkan dia pergi.ada saatnya dia pasti akan kembali."katanya dengan dingin.
Felicia menatap ibunya dengan nanar,ayahnya bahkan tidak melihat kearahnya,Felicia sangat sedih melihat ibunya menangis saat ayahnya menutup pintu rumah itu.
Sebenarnya dia tidak mau pergi dari rumah itu,tapi dia juga tidak mau dijodohkan dengan pria yang tidak dikenalnya.
Felicia menarik nafasnya,dilihatnya rumah besar itu sejenak.banyak kenangan disana dan dia sudah memutuskan untuk tidak kembali selama ayahnya masih tetap ingin menjodohkannya.
Dengan berat hati Felicia melangkah pergi meninggalkan rumah itu, dia akan berusaha hidup dengan baik diluar sana dan membuktikan pada ayahnya jika dia bisa bertahan hidup tanpa bantuan ayahnya.