Perfect Woman and Mafia Boss

Perfect Woman and Mafia Boss
Bayi Laki-laki


Felicia mendekati keranjang kecil itu dan suara tangisan bayi makin nyaring terdengar olehnya.


Dengan cepat Felicia melihat isi didalam keranjang,matanya melotot tidak percaya melihat makhluk mungil yang terbungkus kain lampin yang terdapat didalam keranjang.


Bayi itu terus menangis sehingga membuat hatinya tidak tega, Felicia mulai melihat sekeliling nya siapa tahu orang tua bayi itu berada disana.


Tapi area perumahan tempatnya tinggal sangat sepi,entah siapa yang tega meninggalkan makhluk kecil itu disana.


Karena udara yang begitu dingin, Felicia segera mengangkat keranjang bayi dan membawanya masuk kedalam rumahnya.


Felicia menyalakan lampu rumahnya saat sudah berada didalam dan meletakkan keranjang bayi itu diatas meja.


Karena suasana gelap diluar sana tadi, dia hanya melihat sekilas bayi itu, setelah membawanya masuk kedalam rumahnya dan menyalakan lampu, Felicia dapat melihat dengan jelas bayi mungil itu.


Bayi itu masih merah seperti baru dilahirkan beberapa hari yang lalu,dengan hati-hati Felicia mengangkat bayi laki-laki yang terus menangis.


Dia merasa canggung karena belum pernah menggendong bayi, tapi insting seorang wanita langsung bangkit saat makhluk kecil yang tampak tampan.


Didalam keranjang tampak sebotol susu dan perlengkapan bayi, ada juga selembar surat dan amplop yang terselip diantara barang-barang bayi mungil yangdiringgalkan entah siapa.


Felicia menggoyang-goyangkan bayi itu agar tidak menangis lagi, tapi bayi itu menggesek wajah kecilnya didada Felicia, sepertinya bayi itu sangat lapar. Felicia segera duduk diatas kursi dan meraih botol susu yang ada didalam keranjang.


Dia tidak tau harus bagaimana terhadap makhluk kecil yang terus menangis. tapi yang penting, dia harus menghentikan tangisan bayi itu terlebih dahulu.


Saat dpt susu menempel di mulutnya,bayi itu segera menyedot susu yang berada didalam botol.


Felicia tersenyum, bayi itu sangat lucu, entah siapa yang tega meninggalkan bayi mungil itu di cuaca yang sedang dingin-dinginnya.


Makhluk kecil itu terlelap saat susu yang berada didalam botol sudah habis, dengan hati-hati Felicia membawa bayi itu masuk kedalam kamarnya dan meletakkan bayi mungil itu diatas ranjang.


Setelah memastikan bayi itu terlelap dengan tenang, Felicia segera keluar untuk melihat isi keranjang yang dia tinggalkan diluar sana.


Disana ada beberapa potong pakaian bayi dan sekaleng susu formula. ada juga sebuah mainan bayi dan beberapa popok bayi.


Setelah melihat perlengkapan bayi yang ada, Felicia mulai meraih surat yang terselip diantara perlengkapan bayi.


Dengan hati-hati Felicia mulai membaca surat yang ditulis menggunakan tangan oleh ibu bayi.


"Tolong jaga bayi kecilku, maaf aku terpaksa harus meninggalkannya karena aku tidak ingin sampai kedua orang tuaku tahu jika aku sudah memiliki seorang anak sebelum menikah."


"Pacarku tidak mau bertanggung jawab sehingga aku terpaksa melahirkannya diam-diam. aku juga tidak bisa membawa anak ini kerumah orang tuaku."


"Karena aku masih kuliah sehingga aku tidak bisa membesarkannya. aku berharap yang menemukan bayiku dapat merawatnya dengan baik. terima kasih"


Itulah isi surat yang ditulis oleh ibu bayi malang yang dia temukan.


Felicia mendesis dan melemparkan kertas itu diatas lantai.


"Orang tua tidak bertanggung jawab! kalian hanya mau enaknya tapi tidak mau menerima akibatnya, seharusnya kalian tahu akibatnya saat melakukan itu." makinya dengan tajam.


Seandainya saat ini dia melihat ibu yang telah tega meninggalkan bayi itu pasti akan dia dihajar habis-habisan.


Felicia menarik nafasnya dengan berat, bagaimana sekarang?


Dia juga tidak punya pengalaman mengurus bayi, tapi melihat bayi itu membuat hatinya benar-benar tidak tega.


Setelah membaca surat dari ibu bayi, Felicia segera meraih sebuah amplop tebal yang ada di keranjang bayi, wanita itu segera membuka amplop yang ternyata isinya uang yang berjumlah lima puluh ribu dolars.


Matanya terbelalak, berarti ibu bayi ini bukanlah orang miskin.