Perfect Woman and Mafia Boss

Perfect Woman and Mafia Boss
Pengasuh Aldevaro Winata


Walaupun dia bertekad untuk membesarkan Al tapi dia harus bekerja, jika tidak bagaimana dia bisa mendapatkan uang untuk makan?


Tidak memungkinkan dia pulang kerumahnya membawa Aldevaro yang bukan anaknya dan memohon pada ayahnya.


Yang paling pertama dia cari adalah seorang pengasuh bayi, dia butuh seorang pengasuh karena dia juga tidak bisa menjaga bayi itu.


Setidaknya ada yang menjaga Aldevaro saat dia bekerja.


Felicia memilih-milih berapa orang yang ada dilayar ponselnya, setelah menentukan seorang wanita yang tidak terlalu tua dengan bayaran yang lebih rendah dibandingkan dengan pengasuhyamg lain, Felicia segera menghubungi wanita itu.


Wanita itu sangat setuju dengan tawaran Felicia, dia cukup bekerja menjaga Aldevaro saat Felicia pergi bekerja.


Setelah Felicia kembali pengasuh itu bisa pergi, Felicia terpaksa melakukan ini.jika meminta pengasuh itu bekerja seharian maka ia akan benar-benar bangkrut karena rata-rata bayaran seorang pengasuh bayi disana sangat lah mahal.


Pengasuh itupun setuju untuk langsung bekerja, hal itu benar-benar membuat Felicia lega.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya Felicia segera bangkit berdiri dan membawa botol susu Untuk mencucinya dan ingin membuatkan yang baru sebelum Al kecil menangis.


Setelah selesai membuat susu Felicia melewati keranjang dan matanya menangkap amplop yang semalam dia lemparkan di atas meja.


**************


Felicia segera meraih Amplop itu dan mengambil surat yang ditulis oleh ibu Al, jika suatu saat ibu dari Al kembali maka akan dia lemparkan uang beserta surat itu didepan wajah wanita yang telah tega menelantarkan anaknya.


Apapun yang terjadi pada Al nanti dia tidak akan menggunakan uang yang ditinggalkan oleh ibu Al karena ia tidak mau orang yang telah tega membuang bayinya ikut andil dalam pertumbuhan Al


Dia juga takut saat ibu Al datang meminta Al kembali dan berkata jika dia membesarkan Al menggunakan uang itu.


Lebih baik dia simpan uang dari wanita yang telah tega membuang anaknya sendiri, dengan keranjang bayi ditangganya, Felicia masuk kedalam kamarnya kembali meletakkan keranjang itu kedalam lemari.


"Selamat pagi" panggil seorang wanita didepan pintu rumahnya.


Disana berdiri seorang wanita paruh baya kira-kira berusia empat atau lima puluhan tahun yang tersenyum melihat kearahnya.


"Saya Anna, apa nyonya yang ingin memakai jasa saya?"tanya wanita paruh baya itu.


"oh iya, silahkan masuk." kata Felicia.


Dia sudah tau wanita itu saat menggunakan jasanya lewat internet.


Anna segera masuk kedalam rumahnya, saat melihat bayi mungil yang berada dalam gendongan Felicia wanita itu lalu berkata


"Wajah, ini kah pria kecil yang harus aku jaga?" tanyanya.


"yeah..." jawab Felicia singkat.


Wanita paruh baya itu segera mengambil Al dari pelukan Felicia


"Pria yang tampan, siapa namanya?"


"Al....Aldevaro Winata" jawab Felicia sambil menyerahkan Al ke tangan Anna


"Nama yang cocok untuk pria tampan ini. berapa usia nya?" tanya Anna lagi.


Felicia menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia juga tidak tahu usia Al karena ibu di bayi tidak mengatakan berapa usianya


"Hmmm...Baru beberapa hari." jawabnya adal


"Wajah, kau bahkan tidak seperti wanita yang habis melahirkan." kata Anna lagi.


Felicia merasa tidak enak hati, tapi dia juga tidak mau mengatakan yang sebenarnya pada orang yang baru dikenal nya.