
saat pulang sekolah.. waktu aku berjalan keluar menuju gerbang aku lihat kak Morgan ada di depan kelas...
iyu.. didepan kelasnya.. kenapa??karena untuk menuju gerbang sekolah aku harus ngelewati kelasnya... iya.. BTW kak William dan kak Morgan itu sekelas... makanya kalo lewat di depan kelasnya kak William berarti juga lewat di depan kelas kak Morgan.. dan aku lihat cuman tinggal kak Morgan yang ada disana.. kak William kayak udah pulang.. yah.. gapapa... ku juga udah mulai chat lebih jauh😄.. senangnyaaaaa....
okeh udah.. balik lagi kek kak Morgan..
pas aku mau lewat di depannya... aku bilang permisilah... dan..
"kamu Kaylie kan??"
"oh.. iya kak.."
"gini.. untuk mempermudah kamu tanya menanya mengenai masalah penerimaan anggota.. kamu bisa tanya ke aku lewat sosmed.. "
"ah.. tapi kak... aku.. aku gak tau nama aku dan nomor telepon kakak.."
"oh.. gak usah khawatir ini.. nama akun dan nomor telepon kakak... jadi kalo ada apa.. kamu bisa tanya ke kakak..."
"emm.. dengan senang hati kak(sambil tersenyum manis)"
yups... aku pun langsung melanjutkan berjalan menuju gerbang..
"mau kedepan barengan??"tanya kak Morgan..
"eh!!... bareng??!sama aku??!"
"iya.. (sambil tersenyum)"
kami pun jalan bareng sampai menuju gerbang sekolah..
Ceritaku dengan kak Morgan tidak hanya sampai disitu.. saat masa percobaan yang diadakan selama 3 hari.. usahaku juga terus berlanjut..
*saat masih di rumah..
"Maaahhh... mamah ada lihat sepatu olahraga ku gak mah??"
"Sepatu yang mana?? Bukannya kamu punya banyak ya??"
"Itu sepatu polos warna abu abu..."
"Eeehh!??!!!... tumben kamu mau pakai yang sangat biasa... gak biasanya... buat apa??"
"Gapapa mah.. aku cuman gak mau aja terlihat berlebihan.. aku lagi pengen terlihat seadanya aja.."
"Mmmh.. seadanya??"
"Iya seadanya mah..."
"Baguslah.. mamah baru saja memikirkan tentang memotong uang sakumu sebesar 25%"
"Whattt!??!!!..Nani??!!!.. apaa????!!Aku gak sanggup mah kalo uang saku ku di potong segitu.. hidupku gak akan berjalan mulus kalo uang saku ku di potong.. malah aku mau minta tambahan jajan..."
"Lah.. katanya mau seadanya.. berarti dengan saku yang cuman di potong seperempat masih banyak lebihnya.. karena itu lebih dari seadanya.."
"Lah.. maksudku seadanya itu.. bukan saku dan jajanku mah... "
"Terus apa??"
"Maksudku gayaku berpakaianku mahh.."
"Ooo.. eehh??!!! Yakin?? Nanti kamu nyesel loh..!"
"Lah.. kok mamah jadi kayak memperingatin gitu.. kan cuman sampai aku mau aja... dduuuuhh mamah bikin aku pusing deh.. aku paham kok apa yang ada di fikiran mamah.."
"yang mama fikirkan?"
" semuanya enggak gitu mah.. aku cuman mau pakai sepatu itu cuman buat sementara aja... dan.. mamah.. jangan berfikiran buat ngebuang pakaian dan sepatuku.. itu koleksi terbesarku mah.. jadi ingat mah.. jangan... udah. Aku mau berangkat(turun kebawah hendak berangkat) mamah ingat yaa.. jangan apa apain barangku.. semuanya adalah barang kesayanganku.... kalo enggak aku bakal mogok makan selama semingguu!!!" Teriakku saat sudah di depan pintu...
Huuhh.. mamah ini.. susah banget buat ngerti.. sampai mulutku berbusa...
Sesampainya aku di sekolah... aku lihat semua senior yang menjadi panitia merupakan senior yang waktu itu mempanitiakan MOS... yaiyalah kan semuanya anggota OSIS.. dan yups.. dan dari mereka cewek ceweknya juga banyak yang merupakan musuhku.. sebenernya aku gak anggap mereka musuh.. cuman mereka udah secara terang terangan ngelawan aku lewat tindakan kecil dan kata kata ABCDnya.. tapi.. ya gak perlu takutlah... tamengku bahkan lebih besar dan kuat dari mereka semua😏.. yups.. tameng atau perisaiku itu adalah... ketua dan wakil ketuanya.. juga semua senior cowok yang jadi anggotanya... hampir semua deket sama aku... iyalah.. semuanya emang deket.. cuman.. mereka sendiri yang nyari nyari aku.. lah buat aku.. aku pasang targetlah... untuk jadi standarku itu seenggaknya mukanya gak bikin sakit mata... keren dan OK.. kalo lebih dari itu.. dan agak lumayan susah buat di deketin.. nah itu bisa masuk dalam target.. yah.. contohnya ketua dan wakil ketua OSIS itu.. mereka adalah target besarku😂..
*pertama
pas sesi wawancara.
Senior cewek "tujuan kamu buat ikut jadi anggota OSIS itu apa??"
Aku "buat ngebantu urusan dalam sekolah"
Senior cowok"bagus lolos"
Senior cewek"😬woi.. baru satu pertanyaan mana bisa lolos."
Senior cowok"aku udah lihat profilnya dia orang hebat."
Senior cewek" paan si... cuman lewat profil aja?? Itu gak bisa!! Dia gak lolos!!"
Senior cowok"Ooo.. jadi mau menyulitkan juniornya... baik silahkan.. aku catat namamu dalam laporan!!"
Senior cewek" haaa!!?!!! Apa apaan sihh sia. . ."
Senior cowok"masuk catatan hendak berkata kata kurang sopan(ambil mencatat)"
Aku (cuman diam dan jadi penonton)
Senior cewek😬(menggertakan gigi)
Senior cowok" ah.. maaf ya terjadi sedikit permasalah kamu bisa lanjut dulu ke yang lainnya(dengan ramah)"
Senior cewek~ngelototin sampai bayanganku hilang~
lototin aja trooss sampai itu mata keluar..
*kedua
Saat tes seni berbicara.
Senior cewek" baik aku akan memulainya.. siap?"
Aku" iya kak siap"
Senior cewek"aku mau bertanya padamu.. untuk apa kamu ikut mendaftar menjadi menjadi anggota OSIS sekolah?"
Aku" tentunya untuk ikut membantu dan bertanggung jawab atas siswa dan sekolah"
Senior cewek "Mmm... apa bukan karena ingin menjadi terkenal??"
Aku "maaf kak.. aku tidak tertarik untuk hal seperti itu... bagiku.. popularitas itu tidak terlalu penting yang lebih penting adalah diri kita sendiri dan cara memperbaikinya agar menjadi lebih baik.. bukan memamerkan diri."
Senior cowok yang menilai~kagum~
Senior cewek "bukankah itu artinya sok baik.. karena agar mendapatkan penilaian yang bagus dari orang.. makanya harus diawali dengan pencitraan diri dari kata kata."
Aku "tergantung bagi siapa yang menanggapinya.. jika orang itu selalu berfikiran positif maka orang itu akan menanggapi sesuatu dengan baik dan paham akan maksud seseorang... dan apabila orang itu tidak suka... tidak lain dan tidak bukan.. itu tanda bahwa orang itu iri dan tidak mampu sehingga cara yang di pakai orang itu adalah dengan mengatakan hal buruk tentang orang lain."
Yups.. sesi ini pun menjadi perang mulut antara senior dan junior..
senior cewek "berkata kata manis dan bijak.. tetapi hanya di mulut dan di depan orang saja... apakah pantas untuk menjadi orang memimpin sesuatu.."
aku "menurut ku.. hal itu cukup tepat.. dan itu menjadi lebih tepat lagi karena biasanya orang yang mengatakannya memang orang yang iri dan tidak mampu saja."
Enak saja.. mau merendahkanku... berani sekali..
Senior cewek "Hm... lalu meski begitu.. mungkin saja yang dikatakan oleh orang yang tidak suka itu benar bagaimana??"
Aku "sudah sangat jelas berarti dia sangat sangat sangat pengecut.. dia hanya berani berbicara dan mengatakannya namun tidak dapat membuktikannya... seharusnya jika dia merasa lebih hebat dan lebih baik maka tunjukan dengan tindakan bukan hanya dengan besar omongan saja.. mungkin karena saking syiriknya orang tersebut sampai harus merendahkan orang lain.."
sebenarnya saking geramnya aku dengan senior cewek di depanku ini.. kalau bukan apa.. aku sudah pasti meledak... tapi itu bukanlah perlawanan yang bagus.. baiklah.. demi sesi ini.. tidak masalah harus melaluinya.