
*saat pulang sekolah.
sesekali ku lihat wajah kak William yang juga kadang kadang tersenyum sendiri..
"kenapa senyum senyum?"tanyaku penasaran.
"tak apa." jawab kak William sambil tersenyum..
" tuh kan.." ucapku dengan suara yang mulai merajuk.
"hmm.. iya.. yang itu kan.." jawab kak William sambil tertawa kecil.
"mmmhh😑.."
"dududuh... jangan ngambek dong.. nanti hilang cantiknya." bujuk kak William padaku yang sudah terlanjur merajuk.
dan akhirnya setelah perjalanan selama 10 menit kulai dari kelas kak William kami pun sampai menuju gerbang depan sekolah. kemudian kak William membisikan sesuatu padaku.
"sampai nanti sayang." ucap kak William setelah mencium pipiku yang kemudian melambaikan tangan sambil berlari ke arah mobilnya..
heh?!!!!... apa...apa yang terjadi?!!.. kak... kak William tadi.... tadi dia... aaaa😲...
sontak itu membuatku kaget dan senang bukan main.. aku sempat membatu dalam keadaan muka memerah dan setelah sadar aku pun langsung berlari masuk kedalam mobil yang biasanya menjemputku.
sesampai dirumah aku melihat mobil limosin mewah berwarna putih terparkir rapi di halaman itu papah?.. ini baru tanggal 7 bukankah papah besok baru datang... kenapa menjadi lebih awal?..
saat aku memasuki pintu rumah aku disambut oleh beberapa bodyguard.. pelayan.. pengurus... dan asisten papah.. juga termasuk kak Arnold.. saat aku ingin bertanya pada kak Arnold tentang kepulangan papah yabg lebih awal.. seorang pengurus rumah menyampaikan pesan papah padaku.
"kak.. kenapa kali ini papah pulang lebih awal dari hari yang di tentukan?"
"itu. . . karena. . ."
"nona.. tuan meminta anda untuk datang keruang keluarga secepatnya." tiba tiba potong pengurus rumah.
"eh?.. ah baik.. tolong katakan sebentar lagi aku akan kesana.. aku mengganti seragamku dulu."
"baik nona."
aku pun bergegas kekamar dan menggnti pakaian. sepanjang jalan keruang keluarga.. para pengurus dan pelayan yang biasa selalu berjalan kesana kemari mengerjakan tugasnya kali ini ku lihat mereka berbaris rapi sambil menunduk saat aku lewat.. tidak biasanya.
sesampai di depan pintu.
"Kaylie masuk."ucapku setelah mengetuk pintu.. ku lihat mamah sudah ada disana dan papah dengan punggungnya besar dan dingin itu membelakangiku.. kemudian memulai pembicaraan.
"apa belakangan ini kamu sering keluar?". tanya papah dengan nada datar namun sedikit dingin..
"eh?".
panggilan atau sebutan yang biasanya papah panggil dengan nama Kaylie.. sekarang berubah menjadi kamu.
"Kaylie tidak sering keluar kok pah." jawabku.
"papah mendapat laporan dari pengasuhmu.. katanya kamu jadi sangat sering keluar.. kamu tidak mau diantar atau di jemput.. kalau pun diantar kamu hanya di antar sampai pusat kota dan sisanya kamu akan mulai berjalan sendiri.. juga.. kamu sering di jemput seseorang dengan mobil hitam." ucap papah membalikan badan sambil memijat kepalanya.
"pengasuh? Kaylie hanya jalan jalan biasa kok pah."
"papah tanya sekali lagi.. KAYLIE!!!". bentak papah dengan dingin.
aku pun sontak kaget.. dan diam.. aku tak dapat mengatakan apa apa lagi..
"akhiri semuanya". ucap papah dengan nada dingin.
"eh?!"
"akhiri semuanya sebelum papah yang akan bertindak untuk mengakhirinya."
aku tak dapat menjawab.. mengatakan sesuatu.. atau bahkan membela.. sepatah kata pun tak mampu untuk ku ucapkan.. aku yang hampir ingin menangis ini.. berusaha sekuat tenaga menahannya.. aku tidak mungkin menangis.. dan aku tidak boleh menangis... aku harus kuat..
setiap kali teringat.. JANGAN MENANGIS!!.. KAYLIE BERHENTI MENANGIS!!!... PAPAH BILANG BERHENTI MENANGIS!!!!.... JANGAN MENCOBA UNTUK MENJADI CENGENG!!! BERHENTI MENANGIS!!!.
hal yang membuatku terpaksa menelan kembali air mataku.. ku tahan sekuat tenaga air mataku.. ku gigit bibirku untuk menahannya.. dan kemudian aku pun menoleh kearah mamah.. mamah hanya dapat tertunduk dan menutup mata mengetahuinya... aku mengerti akan hal itu.. terakhir mamah membelaku.. malah membuat mamah syok.. itu karena.. jika mamah turut campur tangan saat papah memarahi atau pun menghukumku... maka hukuman yang aku dapat akan bertambah dan menjadi lebih berat lagi.. sehingga terpaksa membuat mamah harus menutup mata dan telinga rapat rapat untuk tidak membelaku...
"kamu dan anak dari keluarga Axton itu tidak akan bisa meneruskannya... pasanganmu nanti bukan dia."
"heh?!"
"kamu akan berpasangan dengan orang lain nanti.."
"apa maksudnya pah.. Kaylie tidak mau orang lain!!".
"papah tidak mau tau.. mau tidak mau akhiri hubungan kalian!!!"
setelah mengatakan itu papah pun langsung beranjak dan pergi...
"siapkan mobil." ucap papah ke kak Arnold
"baik tuan." jawab kak Arnold
"tujuan kali ini negara F".
"siap tuan."
dan kemudian papah pun pergi.. langkah dan suara papah sudah mulai menghilang tak terdengar lagi.. aku hanya bisa terdiam di tempat dan menangis... memikirkan ku... memikirkan hubunganku.. hubungan yang baru saja berjalan mulus dan bahkan sudah sampai bertemu dengan keluarganya.. hingga terngiang di kepalaku..
tolong bantu jaga anak itu ya..
perkataan nenek yang terus terngiang membuatku makin sesak.. bagaimana ini😭... aku tak dapat melakukan apa apa lagi.. papah sudah mulai bertindak.. semuanya...
membuatku jatuh dan menangis sejadi jadinya.. dan mamah pun langsung memelukku..
"tenang sayang.. turuti saja apa yang di minta oleh papahmu." ucap mama yang ikut menangis..
"mah.. mamah ingat waktu mamah bilang aku berubah dan menjadi dewasa.. itu.. itu semua karena dia.. dia yang merubahku mah.. aku bukan lagi anak kecil.. aku bukan lagi gadis dengan ambisi berlebihan.. bukan lagi orang yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri... dan.. mah.. mamah tau.. saat.. saat papah tak punya waktu.. saat aku memerlukan kaliaan... saat aku merindukan kehangatan pelukan kalian berduaa.. saat semua usahaku tidak ada nilainya dimata papah.. dia.. dia yang terus memberikanku semangat dan dia memberiku kehangat.. melengkapi kekuranganku meskipun dia juga kekurangan.. kami sama sama melengkapi.. dan kenapa aku harus mengakhirinyaa.. memangnya kenapa dengan keluarga besar Axton.. apa salahnya.. kenapa aku harus mengahirinya😭😭.. apa salahnya.. apa salahku. " ucapku dengan terisak.
"sayang... maafkan mamah.. maafkan mamah yang tidak bisa berbuat apa apa😭".
besoknya.. pengasuhku yang melaporkan hal hal tentangku di berhentikan.. aku mengusirnya.. dan mengancamnya akan menyiksanya disini meskipun papah akan membelanya.. dan iya.. lagi pengasuh besarku itu mengadukannya lagi.. namun aku juga mengancam akan pergi dari rumah jika dia masuh ada dirumah... rasa depresi yang harus ku tahan di depan kak William.. membuatku harus menelan bulat kenyataan setiap melihat senyum dan tawanya.. pada saat itu rasa sakit menusukku.. perintah papah untuk mengakhirinya.. sangat gilaa dan keterlaluan...
"Kay.. nanti kita ke tempat ini(sambil menyerahkan brosur)". ajak kak William.
"(melihat dan menyentuh brosur).. maaf.. sepertinya tidak.. papah masih ada dirumah dan aku tidak diijinkan untuk keluar.. maafkan aku.. maaf aku terus menundanya."
"(senyum yang mulai memudar)oh... tidak apa apa... lanjutkan saja... bersama orang tua lebih baik."
"hah?😦.. maafkan aku". ucapku dengan tertunduk.. semenjak hari itu kami tidak pernah jalan jalan bersama lagi.. dan aku tidak pernah keluar bersamanya lagi.. kami hanya berhubungan melalui handphone dan saling bertemu di sekolah..
ku pikir aku bisa melewatinya sendirian namun apapun dan bagaimana pun aku tetap merasa sesak.. setiap kali menolak ajakannya.. teringat perintah papah.. setiap ingin melakukan yang diperintahkan oleh papah.. aku kembali teringat akan senyumnya.. tawanya dan hangatnya saat bersama.. apa yang harus aku lakukan?.