Not as Beautiful as Dreams

Not as Beautiful as Dreams
8


Besoknya saat aku taman sekolah sendirian.. aku melihat Albert bersama beberapa temannya.. kemudian dia memisahkan diri dengan yang lainnya dan berjalan ke arahku...


"Hai.. kaylie". Sapa Albert


"Halo kak.."


"Sendirian?? Kenapa tidak bersama dengan teman temanmu??"


"Ah.. iya kak... tidak saat ini aku hanya ingin menikmati jam istrahat sendirian dengan bersantai disini."


"apa aku menganggu??"


"tidak kok kak."


"em... boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh kak.. silahkan.."


"Menurutku.. kamu seperti lebih sering menyendiri dari pada bersama dengn teman temanmu.. kenapa??"


"Kenapa aku sering sendiri? Em.. mungkin karena aku lebih suka ketenangan sehingga aku lebih suka hal hal yang tidak melibatkan orang lain.."


"sudah ku duga.. ternyata benar.. tapi.. (mendekat dan berbisik).. bukankah kalau terus seperti itu kamu pasti kesepian..(kembali ke posisi semula)"


"Tidak juga..."


"sampai kapan kamu mau seperti ini??apa kamu perlu seseorang untuk mengisinya??"


"aku suka seperti ini dan akan terus seperti sampai nanti aku menemukan orang yang benar benar serius terhadapku.. menjadikanku yang pertama... nomor satu... dan satu satunya.. bukan menjadikanku pajangan dalam daftar gadisnya."


"Waah.. kamu seperti sedang membicarakanku.. tidak seperti itu bukan😅??"


"😏entahlah.. mungkin kakak bisa memikirkannya sendiri"


Aku pun bangkit dan ingin pergi..


"Kamu mau kemana kay?!".


Tanyanya sambil memegang tanganku..


"Aku mau kesana kak.. aku haus .. ingin beli minum dulu sebentar.."


"Kenapa tidak bilang padaku.."


"kenapa aku harus bilang ke kak Albert??"


"karena aku tidak ingin kamu capek capek kesana.. jadi.. bilang saja padaku kalo kamu lagi haus atau apa dan mau apa.."


"Memangnya kenapa kak??"


"Aku akan melakukannya untukmu"


"Melakukannya untukku?? menarik juga"


"Iya .. apapun itu"


Eeh!?!!.. apapun??"


"Iya.. jadi kamu mau apa biar aku yang belikan untukmu." Tanyanya padaku.. seperti sok apalah dan dia ini seolah olah ingin terlihat sangat hebat..


"Maaf kak.. tapi aku bisa sendiri.. aku punya kaki.. dan satu hal lagi.. kakak gak perlu beliin aku minum.. aku bisa beli sendiri dan aku juga punya uang buat beli sekotak jus.. sama.. aku gak perlu.. dan gak butuh uang dan apapun dari kakak... jadi.. maaf ya kak... aku pergi dulu."


Heh.. kamu pikir bisa membuatku menjilatmu.. enak saja.. hanya di belikan minum saja.. memang aku siapa.. aku juga punya uang sendiri..


"Aku enggak akan menyerah padamu kaylie" teriak Albert dengan keras saat aku sudah lumayan dari tempatnya berada... dan lagi.. hal yang sangat menyenangkan bagiku.. itu di tonton banyak orang.. banyak orang melihat seorang ketua ekskul basket yang berbadan besar.. berkuasa dan mempunyai banyak gadis... sedang mengejar seorang gadis..


Yup.. setidaknya sampai aku dapat menjadikannya seperti anjing yang baik dan aku akan tetap seperti ini sampai semua yang aku inginkan terpenuhi...


Saat tengah berjalan di koridor sekolah.. aku tidak sengaja berpapasan dengan kak Morgan.. yup ketua OSIS yang sangat terkenal itu.. seperti biasa.. langkah pertamaku untuk memulai suatu hal adalah dengan sebuah cara kecil dan sederhana.. yaitu sebuah senyuman kecil dengan tatapan tertentu...


Yup.. simple saja dan


"Kaylie . . ."tiba tiba panggil kak Morgan.


"Eh?.. aku?? Ada apa kak Morgan??"


"Kamu mau kemana??"


"Mmm.. entahlah.. masih bingung.."


"Memangnya kamu baru habis dari mana??"


"Mmm.. aku baru dari taman habis istirahat sebentar."


"Apakah kamu sibuk??"


"Mmm.. untuk saat ini tidak.. tapi sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai.." ucapku dengan nada seperti sedikit kecewa...


"Mmm.. itu.. ah.. Mr. Carl."


"Ooo... Mr. Carl ya.. iya.. beliau hari ini sedang pergi keluar karena ada rapat seluruh guru mapel b.jerm di sekolah asrama SMA Astern.."


"Benarkah.. wah.. berarti bakal ada tugas.. kalau begitu maaf ya kak.. aku harus segera kembali ke kelas dan memeriksa apakah ada tugas yang akan di tinggalkan oleh Mr. Carl .."


"Em.. Kaylie!!.. kalau kamu tidak keberatan maukah kamu mengerjakannya di Ruang OSIS bersamaku.. aku ingin kembali sekali sekali belajar lagi pelajaran yang pernah lalu dan mungkin aku bisa membantumu.."


"Wah... benarkah.. senangnya.. tapi.. bukankah agak gimana gitu kalo aku ke ruang OSIS hanya untuk mengerjakan tugas.. " ucapku dengan nada memelas..


"Kalau begitu bagaimana kalau di ruangan khusus ketua OSIS.. kita bisa kesana untuk mengerjakannya..."


"Mmm.. kalau kakak tidak keberatan.. aku mau kok kak(tersenyum manis)".


Yups.. berbeda dengan Albert.. cara menakhlukan tipe orang seperti Morgan adalah dengan cara selalu ramah dan menjaga image baik di matanya.. dia orang yang lumayan overprotektif.. dan kalau bisa untuk mendapatkan aku harus bisa menuruti kemauannya.. tetapi jangan salah... orang sepertinya sangat menjunjung tinggi martabat sehingga aku tidak takut untuk berduaan diruangan yang sama dengannya... berbeda dengan Albert.. kalau dia.. dia laki laki yang tidak dapat di percaya.. jadi jangan sekali sekali.. cuman bikin rugi besar saja.


ternyata benar Mr. Carl sedang ada rapat dan beliau hanya memberikan kami tugas... sesuai dengan janji, aku pun langsung menuju ke ruang OSIS setelah menyiap buku yang akan ku bawa.


Ooo iya... aku lupa ceritain kenapa aku bisa deket sama kak Morgan.. ya.. gini..


Ingat di episode sebelumnya waktu aku membantu kak William membawa lembar lembaran kertas formulir pendaftaan anggota OSIS.. waktu itu kan kak Wilillam kasih aku satu.. nah dari formulir itu awalnya.


besok harinya setelah aku selesai mengisi formulir aku langsung menyerahkannya ke pengurus OSIS yang ada di ruangan OSIS.. dan waktu itu saat ku lihat ada cowok wah geelaa sih... ganteng banget... yah hampir setara lah ya sama kak William.. cuman tetep aja kak William masih memimpin..


okeh udah tentang kak Williamnya..


nah terus.. aku pun mengetuk pintu ruangan tersebut dan dijawab "silahkan masuk". ya aku langsung masuklah..


"permisi."


"iya .. ada perlu apa kemari??"


U**uhh.. udah tampan ..ramah banget lagi..


"itu kak.. aku mau nyerahin formulir ini"


"em... iya silahkan letakan di sini." kata kak Morgan sambil menyentuh tumpukan formulir lainnya.


"baik kak . . . em.. kak.. boleh aku bertanya??".


"tentu.. silahkan.."


"ketentuan ketentuan agar diterima seperti apa kak??".


"ketentuannya ya... kalau menurut nilai akademis.. ketentuan yang harus di penuhi adalah merupakan siswa yang masuk dari dari daftar sepuluh besar di kelasnya tapi karena kamu masih ditahun pertama jadi itu gak ada.. dan kalau menurut bakat.. setidaknya harus bisa atau mahir dalam menyampaikan sesuatu mudah mengajak orang lain.. tidak antisosial.. dan yang paling penting ketentuan serta syarat utama lolosnya penerimaan adalah tatakrama dan sopan santun dalam berbicara.. seperti itulah ketentuannya.. memangnya ada apa?? apa kamu kurang yakin dengan dirimu??"


" . . . . em.... itu.. bukannya tidak yakin sih.. cuman aku hanya selalu bertanya apakah aku ini orang yang sopan dan bertatakrama bagus tidak ya.." jawabku polos...


"(tertawa kecil) kamu ini.. mana ada orang yang bisa menilai diri sendiri.. iya.. namamu siapa??"


"yess.. dapatttt😉.. eh?.. namaku??"


"iya(tersenyum)"


"Namaku Kaylie kak".


"em.. nama yang bagus.. (mengambil formulirku) dari golongan kelas A.. dan berada di kelas 1A1.. yang pernah kamu raih . . . . kenapa tidak diisi?"


"harus di isi ya kak??"


"tentu saja."


"mmm.. minimal berapa banyak kak?"


"minimal??ada banyak ya?? tapi kalau makin banyak berarti makin bagus.. tulis saja semuanya."


"ha!?!.. maaf kak.. aku gak mau.."


"eh?kenapa?"


"kalau ku tulis semuanya nanti akan terlihat dan terkesan seperti ria atau menunjuk nunjuk.. aku gak mau kak.. maaf ya."


"memangnya apa yang pernah kamu raih?(tiba tiba berubah ekspresi)".


bagus kak morgan mulai termakan umpan dan sekarang dia seperti sedang mencari tau seberapa polos diriku.. dia mengubah ekspresi tenang dan ramahnya menjadi terlihat tidak percaya.. sebenarnya itu hanya caranya menguji atau menggoda seseorang untuk mengatakan semuanya... baiklah.. akan aku lakukan seperti yang dia mau.


"aku pernah menjuarai lomba vokal tingkat internasional waktu disekolahku sebelumnya... memenangkan lomba baca puisi.. menjuarai olimpiade .. menjuarai lomba musik biola dan piano.. juga pernah memenang. . .eehhh!!!!!...."


"ternyata kamu sangat polos ya.. juga kamu sangat berbakat dan pintar ya." ucapnya dengan tersenyum...


"Aaa... kakak... aku.. aku... aku permisi kak(membungkuk dan langsung berlari keluar ruangan) yesss... umpan telah termakan.. misi pertama.. membuat target tertarik selesai.. hehe..."


maaf ya kak.. aku udah tau duluan gimana karakter kakak sebelum kita ketemu..