
Aku pun kaget sekaligus sangat senang.. secara tak sengaja kami bertemu dan bertatap mata meski harus dengan cara seperti ini..
"Kak William.."panggilku sambil menatap wajahnya yang sangat menggiurkan itu😆... sambil membantunya mengambil lembar lembar kertas yang berserakan disana sini...
". . . .(menatap)"
"Kenapa kak??"apa ada yang aneh denganku sehingga kak William menatapku seperti itu..
"kamu . . . ."
"iya.. aku kak.. kenapa??" dduuhh penasaran banget.... kak William mau apa sih?
". . . . kecil sekali ya. . ."
"Eh!?!.. 💢ha?!!". Keterlaluan sempat sempatnya dia bilang aku kecil😡.
"Padahal aku sudah jalan dengan hati hati dan lihat lihat.. tapi malah tetap menambrak sesorang.. ku pikir aku menabrak sebuah kursi di tengah jalan.. ternyata ada orang sekecil dirimu di sekolah ini.!" dengan dinginnya dia bilang gitu ke aku..
Ingin rasanya aku mengamuk dan mencakar mukanya itu..
"aduh.. kakak ini kok tega ya.. mengatakan hal seperti itu pada seorang gadis😅". "Maaf .. aku tidak bermaksud.. tapi apa aku salah?"
"Uhkhuk.. sialan orang ini sekali lagi malah membilas mukaku ... kak.. ini mau dibawa kemana??".ubaku..
"Ah iya.. itu ingin ku bawa ke ruang OSIS." "Baik kak."
Akhirnya pembicaraan mengenai diriku pun telah berakhir.. sesungguhnya saat ini aku sedang kesal.. geram.. dan marah bukan main.. tetapi..aku menahannya... dan rasanya malah lebih sadis... iya sadis sekali dengan kak William yang biasanya di sosmed.. dia lebih banyak bicara secara langsung mengenai apa yang dia lihat dari pada saat sedang chat..
"Kak William ternyata persis seperti di chat ya(tersenyum kecut)."
"Hm??".
"Iya kakak benar benar dingin dan nusuk."
"boleh aku bertanya??".
Haaaaaa... dia bertanya lagi padakuu.. aaaaa..
"iya kak boleh.. silahkan(tersenyum manis)". "Kamu tau namaku dari mana??".
"Ha??apa??".
"Padahal kita baru saja bertemu dan bicara kamu sudah tau namaku..".
"Eehh??!!.. bukannya kakak sangat terkenalnya.. siapapun pasti tau sama kakak... tapi.. kakak gak tau sama aku?? Kakak lupa sama aku ya??"
"ha??!! Apa??memangnya kita sudah kenal ya??(menatapku dengan tajam)".
" kakak beneran gak tau sama aku ya(gemeteran) atau cuman lupa kak?? Coba kakak ingat ingat lagi mukaku(menunjuk kearah wajah)".
". . . . ."
"Kakak diem lagi.. dan ngacuhin aku lagi seperti biasanya.. kakak gak suka sama aku ya?? Apa jangan jangan kakak benci sama aku karena aku chat kakak terus setiap harinya??(tertunduk)".
"Chat?? Apa jangan jangan!!.. gak mungkin... tuh cewek yang biasanya ngechat itu cewek yang gak waras.. tapi apa mungkin ini orangnya.. yang mana??terakhir chat aku bilang apa??".
"Bukan kakak yang terakhir chat tapi aku kak.. maafkan aku ya kak".
"Kamu?maaf aku lupa namamu".
"Iya.. em.. gpp kak.. aku Kaylie".
"Apa yang kamu bilang?".
" Aku mohon maaf kak dan jangan marah ya kak.. aku tau aku salah kak."
"Iya... sekarang bilang saja".
"Aku bilang... kak.. hari ini aku bakal cari kakak dan kita bakal ketemu gitu.. tapi gak kakak bales.. cuman kakak baca aja sampai sekarang.. maafin aku kak.. udah chat yang gak sopan ke kakak!!(berjalan lebih cepat mendahului kak William)".
"Benar .. ternyata tuh cewek adalah cewek ini... maaf(mengejar)".
" tidak perlu minta maaf.. aku juga salah ke kamu.. maafkan aku.. dan lain kali jangan berlebihan dalam ngechat aku.. hampir setiap saat handphoneku berbunyi".
Aku pun hanya mengangguk dan kemudian pergi..
Sesaat setelah sampai di ruang OSIS aku pun langsung meletakkan semua lembaran lembaran kertas formulir itu ke atas meja ketua OSIS dan langsung pergi meninggalkan ruang.. "tunggu sebentar." Cegah kak William padaku..
"hm??"..
"ini formulir untuk pendaftaran pengurus OSIS sekolah(menyerahkan selembar formulir)".
"Makasih kak.. permisi" ucapku singkat...
Gak kebayang gimana luar biasa malunya aku pas aku dibilang pendek dan di perlakukan dingin banget.. tapi yang jadi pikiranku... kak William aja gak tau sama aku...dan aku malah bicara sntai banget seolah olah udah akrab... dia aja bahkan lupa sama namaku .. dan terbesit di kepalaku ternyata benar memang hanya ada Amanda yang mengisi ruangnya.. saat pertama kali ku sebut nama Amanda baru dia mau membalas chatku... dan seperti isi chattingannya mereka... kak William sangat romantis sama Amanda.... dia bilang pada Amanda dia tidak pernah memandang itu kulit putih atau pun hitam.. cantik atau tidak.. yang penting dia baik.. dan aku tau maksudnya apa.. kak William menyukai Amanda apa adanya meski Amanda tidak berkulit putih.
Aku terus berpikir dan menghubung hubungkan semuanya.. dan benar saja semuanya memang cocok dan sesuai dengan keaadaan saat ini.. rasanya lebih baik aku menyerah saja... dia memang hanya untuk Amanda.. tak mungkin aku dapat menakhlukannya..
Saat pulang sekolah.. saking lesunya aku... aku bahkan tak sadar telah menerima begitu saja ajakan justin untuk pulang bersama.. dan naik ke mobilnya...
Sesampau dirumah.. drrtt( sebuah pesan telah diterima) drrtt...drrt..
Entah sudah berapa kali handphoneku bergetar.. sampai akhirnya ku buka.. dan benar saja.. aku senang bukan main.. semangatku yang tadinya padam kembali berkobar ... ternyata orang yang dari tadi mengirimiku pesan chat adalah kak William... semangat untuk menakhlukan dan mendapatkan hatinya pun kembali terisi lagi...
"Kaylie.. maafkan aku.. aku bukan bermaksud sengaja atau bahkan lupa ke kamu...(pesan pertama)"
"Kaylie.. maafkan aku.. aku juga tidak bermaksud menyinggungmu...(pesan kedua)"
"Kaylie.. maafkan aku.. aku bukan tidak menyukaimu.. aku juga tidak membencimu sedikit pun.. maafkan aku.. (pesan ketiga)"
Setelah membacanya aku pun langsung membalasnya...
"Iya kak.. aku ngerti kok... maaf juga ya kak aku kemarin ngechat kakak berlebihan dan bahkan mungkin mengganggu kakak".
"Iya tidak apa apa.. aku juga salah telah terlalu mengacuhkan.. maaf ya"
Yup.. itulah awal chat yang membuat kami menjadi semakin dekat... meski masih dengan responnya yang sangat dingin itu
Dan.. disisi lagi.. aku juga bukan cuman dekat sama kak William.. tapi aku juga dekat dengan beberapa cowok populer di sekolahku...
Ada Albert yang ternyata ketua tim Ekskul basket.. Romy ketua tim ekskul baseball.. Richard ketua tim ekskul football dan yang terakhir ketua OSIS sekolahku yaitu morgan.. mereka adalah cowok cowok terkenal dan terpopuler di sekolah selain kak William dan si Justinstress itu..
Hingga pada akhirnya salah satu dari mereka... yup yaitu Albert menyatakan perasaannya padaku dan mengajakku untuk berpacaran dengannya...
Dia memintaku bertemu di ruang olahraga khusus ekskul basket..
"Kay... aku menyukaimu.. berpacaranlah denganku.."
Enak saja.. memangnya aku gak tau apa cowok sepertimu punya berapa banyak ternak di sekolah dan di luar sana.. mau menjadikanku yang keberapa??.. kamu pikir aku mau apa.. dihh... ketinggian menghayal.
" maaf kak Albert.. tapi aku gak mau jadi yang kesekian diantara semua yang kakak punya".
"Aku gak punya siapa siapa lagi kok.. makanya aku mau kamu jadi milikku".
"Maaf kak.. selama aku tau masih ada orang lain aku gak bakal mau.. kecuali kakak buktiin ke aku kalo itu bukan cuman omongan belaka".
"Tentu saja..". Dan benar saja.. kira kira sekitar 9 orang telah di putuskan.. dan meski begitu tetap saja aku tidak mau.. kalau aku sampai sama dia.. maka aku gak bakal bebas lagi seperti sekarang...
"maaf kak.. tetap aja aku gak percaya sama kakak... aku gak mau.. bukti yang kakak kasih masih belum cukup buat buktiin seberapa seriusnya kakak sama aku". Kemudian aku segera menjauh darinya dan pergi meninggalkan ruang olahraga khusus ekskul basket itu ...
"Apa ketua gagal??!" "Apa barusan ketua di tolak cewek??!" "Ini pertama kalinya ketua di tolak" "benar.." "tapi lihat juga orangnya.. cewek tadi beneran cantik banget .. manis banget lagi.." "iya benar... meski badannya mungil.. tapi bentuknya luar biasa"... "huusstt diam.. jangan bicara lagi.. ayo kita datengin ketua".. "iya ayo.."
"Ketuaaa(secara serentak)".. "bagaimana ketua apa dia mau??" "Bodoh kau diam!!" "Maafkan aku ketua".. "tenang saja ketua masih banyak cewek lain yang tertarik dan sangat tergila gila padamu .. tenang saja.. dia hanya satu.. sedangkan merek. . ."
"Diam kauu!!!(marah) kau yang tidak tau apa apa tentang dia lebih baik diam... tapi memang benar katamu.. dia memang satu.. dan hanya ada satu yang seperti dia... dari sekian banyak perempuan hanya dia yang berbeda dari perempuan lain yang murahan.. kalian semua kembali latihan!!!".
menarik sekali.. Kaylie berla.. ya.. heh..
aku yang sedang berjalan menuju kelas..
Huh... enak saja.. dia kira aku siapa..