
yaps kembali ke ke kisah yang tadi...
sebenarnya perang adu mulut itu tidak ada habisnya... namun tak berselang waktu lama banyak kakak kakak dari senior cowoknya yang memisahkan atau menghentikan kami.. sebenarnya kami tidak bertengkar.. hanya saja adu mulut tidak dapat dihindarkan... dan kemudian Ya taulah aku yang mereka bela bukan kakak senior cewek itu..
" kamu hebat dapat bertahan dan tetap menjaga amarah saat berbicara... inilah yang kami perlukan untuk menangani siswa yang hanya bisa memberikan komentar namun tidak bisa melaksanakannya... "
ucap kakak senior cowok padaku. Aku hanya diam dan tersenyum kecil untuk mengisyaratkan ucapan terima kasihku..
"kamu bisa meneruskan ke pos selanjutnya."
aku pun permisi dan langsung melanjutkan ke post selanjutnya... sebenarnya bukan cuman tes - tes yang seperti itu.. juga ada banyak halang rintang yang harus dijalani.. tapi mudah saja bagiku untuk melewatinya hingga sampai akhirnya aku menuju pos terakhir.. pos yang dijaga oleh kal William dan kak Morgan.. tantangan pos ini tantangannya adalah tentang jiwa kepemimpinan... para peserta yang telah sampai ke babak ini pun akan di bagi menjadi beberapa kelompok... satu kelompok berisikan 6 orang... dan setelah semua mendapatkan kelompok tes pun di mulai.
kami di perintahkan untuk menggunakan kerjasama tim untuk melewati dan melaksanakan tugas dan tes.. mulai dari bekerjasama mencari suatu benda... saling membantu membangun piramida manusia untuk mengambil sesuatu yang tergantung di atas pohon tanpa alat bantu dan sebagainya.. hingga saat tes terakhir. . . .
"sekarang... pilih salah satu dari kelompok kalian untuk di gugurkan atau di eliminasi!!"
sontak semua orang menjadi kaget dengan perintah yang di berikan oleh kak William... disini semua orang berfikir bagaimana mungkin memilih orang dalam kelompok untuk di gugurkan sedangkan dalam tim mereka sudah saling menganggap seperti teman dan bukan lagi orang lain..
dalam hal ini kelompok kami yang paling lama menentukan orang yang akan digugurkan.. dan saat ku lihat ke kelompok lain.
"Rika!!"
semua orang kaget.. bukan cuma aku saja.. tetapi banyak dari mereka yang kaget mendengar pernyataan cewek yang berasal dari kelompok 8 itu.. dengan gamblangnya dia menyebut nama temannya sendiri.. padahal saat melalui tes lain ku lihat dia bersama dengan gadis yang dia sebutkan namanya itu bekerjasama hingga saling tertawa.. dan kini malah menjatuhkannya...
"alasannya??" tanya kak William..
pada tes ini kak Morganlah yang menjadi juri dalam menilai peserta.. ku lihat tatapan tajam kak Morgan yang belum pernah ku lihat itu sangat memperhatikan dengan teliti semua peserta... seperti seekor elang saja.. juga sangat jelas terlihat kak William yang hanya dingin dan nampak tidak perduli menjadi terlihat lebih tegas dan bahkan sangat menakutkan.. ambisiku untuk mendapatkannya sempat ciut karena takut terhadapnya.. kak William sangat berbeda... sangat menakutkan setiap ucapanya sangat keras..
"alasannya adalah.. karena saat setiap kali melewati tes dia selalu membuat tim kesusahan.. dia menyebabkan tim menjadi lambat dan dia juga yang mengakibatkan seseorang terluka dalam kelompok saat tes piramida manusia." ucap gadis itu dengan tegas pula.. dia mengatakan segala kesalahan yang dibuat oleh gadis itu... sehingga itu juga memicu peserta lain untuk saling menjatuhkan... kemudian..
"kalian semua berpisah.. jangan ada yang berkumpul.. kami akan melakukan tes pada semua kelompok satu persatu... saat sementara kelompok kalian tidak di panggil kalian tidak boleh atau tidak di ijinkan untuk berkumpul dengan teman kelompok kalian... setiap orang akan diawasi oleh para senior. . ."
kulihat para senior yang tadi menjaga semua pos sebelumnya datang berkumpul ke pos ini dan menjaga kami satu persatu.. aku pun dijaga oleh seorang senior cowok.. namun saat aku mencoba berbicara dia sudah langsung memintaku untuk diam.. aku pun tidak dapat berkata kata lagi... rasanya semua yang ingin ku ucapkan kembali tertelan lagi..
aku berada di kelompok 4. artinya aku masih sempat untuk berfikir bagaimana caranya agar tidak tereliminasi...
apa jangan jangan ini yang di maksudkan senior cewek yang di tes seni berbicara tadi?
saat aku dimintakan untuk ke post selanjutnya senior itu membisikan sesuatu padaku "kamu mungkin bisa lolos di tes ini karena cowok cowoknya.. namun lihat saja nanti jika kamu mampu bertahan hingga tes terakhir.. kamu pasti akan gugur". kalimat yang di bisikan olehnya selalu berputar putar di kepalaku sehingga aku tidak dapat berfikir dengan jernih.. hingga tidak terasa waktu habis dan aku tak sempat untuk berfikir bagaimana cara menyelamatkan diriku... aku hanya berharap keberuntungan berpihak padaku.
"jadi ada yang ingin menyarankan seseorang untuk di eliminasi?" tanya kak William dengan dingin dan acuh tak acuh pada kami..
tiba tiba ada yang mengangkat tangan.
"katakan."
"Silvia kak!"
"berikan alasan."
"setelah ku pikir pikir dan ku ingat ingat kembali... silvia banyak menjadi beban dan merupakan gangguan terbesar dalam kelompok.. dia selalu bergantung pada orang lain di kelompok."
"kamu!!.. menurutmu siapa yang ingin kau sarankan?? seseorang telah menyaran dirimu untuk di eliminasi." tanya kak morgan kepada silvia..
". . . . .(menggelengkan kepala)"
"jadi kamu tidak mengelak dan membiarkan di tunjuk... kamu sendiri tidak ingin menyarankan yang lainnya??" tanya kak William pada silvia sekali lagi.
"baik.. yang lain??"
"Silvia kak.."
"kenapa??"
"aku juga berpendapat sama seperti dia(menunjuk orang yang pertama menyebutkan Silvia).. silvia memang merupakan beban dalam kelompok." tambah yang lain.
ada apa ini... kenapa jadi seperti ini bukankah sebelum dibubarkan semua sudah berjanji tidak akan menyalahkan siapapun dalam kelompok.. kenapa malah jadi seperti ini...
"yang lainnya.. sebaiknya kalian juga dapat memberikan saran!!" tiba tiba ucap kak William dengan nada tinggi. aku kaget bukan main saat itu dan ditambah lagi aku yang di tunjuk pertama kali oleh kak William setelah mengatakan itu.
"kamu berikan aku satu nama."
ini bukan kak William... kak William tidak pernah sekasar ini padaku...
ingin rasanya aku menangis namun harus ku tahan.. mukaku pun berubah menjadi merah karena hampir menangis.. aku tak dapat mengatakan satu kata pun.. sepatah kata pun tak ada yang keluar dari mulutku... sehingga
"kamu ini tidak punya mulut apa?? menyebutkan satu nama saja sangat sulit... kamu fikirkan baik baik... kamu!! yang di sampingnya.. berikan aku satu nama!!".
"itu... Silvia kak.."
kamu."
"silvia kak.."
"sekarang kembali lagi ke kamu.. sebaiknya kamu pikirkan baik baik... berikan aku satu nama untuk di eliminasi...."
"aku. . . bagiku(tersenggak senggak). . . tak ada. . . tak satu orang pun bagiku. . . . yang harus di eliminasiii!!!!...aku tidak akan menyebutkan satu namapun!!!"
ucapku dengan keras dan meninggi...
"apa maksudmu!?!! sebaiknya kamu berfikir baik baik akan hal ini lagi baik baik!!!". bentak kak William..
"aku. . . aku tidak akan mengorbankan orang dalam kelompokku. . . . bukan kelompok namanya jika tidak saling menolong dan membutuhkan. . . aku tidak akan mau mengorbankan kelompokku hanya. . . hanya untuk. . . melin. . . dungi. . . diri sendiri. . . aku tidak akan menyebutkan nama siapapun!!" ucapku keras dan aku pun tidak dapat menahan air mataku lagi.. entah itu air mata takut atau yang lainnya...
"kalau begitu maka kamu akan dieliminasi!!"
aku pun kaget.. namun setelah ku pikir pikir kembali.. tujuanku untuk ikut menjadi anggota adalah karena jiwa kepemimpinanku dan memang ada sedikit rasa popularitas yang tinggi.. namun jika akan menghancurkan hati seseorang.. ini tidak sebanding dengan apa yang dirasakan orang lain..
"baik. . . tidak masalah. . . jika memang harus mengeliminasiku. . . aku terima." ucapku terisak.
"kenapa??bukan kamu ingin menjadi anggota dalam OSIS??"
"aku memang ingin.. namun ini tidak sebanding jika harus mengorbankan orang lain dalam kelompok.. itu namanya bukan kelompokk!!!!.. itu namanya egoiss.. untuk kepentingan diri sendiri sampai harus mengorbankan orang lain.. itu bukan pemimpin yang baiikkk!!!!!"
"heh... jadi itu keputusanmu.. maka.. katakan sekali lagi dan dengan keras dan pasti bahwa kamu tidak memilih siapapun untuk dieliminasi dan siap menerimanya!!!"
"aku tidak akan memilih siapapun untuk dieliminasi apapun itu dan aku siapa menerimanya apapun akibatnya!!!!" ucapku dengan sangat keras dan sambil menangis..
"kamu lolos."
"heh?".