
"pagii!". sapaku dengan sumeringah pada siapapun saat menuju kelas...
"eh?. . . pa. . . pagi"
"pagi!".
"pa. . . gi."
"pagi!"
"pagi. . ."
sesampai di kelas..
"pagi semuanya" ucapku sambil tersenyum..
"tumben kamu nyapa semuanya." ucap Amanda yang heran padaku.
"yah. gapapa hehe(dengan tersenyum kecil)"
"hemm. . . pasti ada sesuatu. . . "
aku pun hanya tersenyum..
"haa... apa itu.. ada apa katakann.. hey.." minta Amanda.
"tidak ada. . ."
"hey.. ayolah . . ." paka Amanda..
"duh kamu ini.. kan sudah ku bilang tidak ada apa apa sayang. . ." ucapku dengan manja menjawab perkataan Amanda.
"wah senangnya kalau di panggil sayang oleh Kaylie".
"heh?"aku pun langsung berbalik kearah suara itu.
"hai Kaylie." sapa orang itu... orang itu adalah kak Morgan dan dia bersama beberapa anggota OSIS lainnya.. yah kira kira ada tiga orang kalo dihitung dengan kak Morgannya..
"ka. . . kakak. . . kok bisa kesini. . . eh... maksudku.. ada apa kak??" tanyaku..
"waahhh.. gantengnya.. Kay kamu. . . akrab sama dia??" tanya Amanda padaku dengan berbisik.
"nanti aku kasih tau."
aku pun langsung berjalan mendekati kak Morgan. . .
"kakak sedang apa??"
"oh.. tak ada.. aku hanya sedang melakukan survei saja.. tentang kegiatan siswa di pagi hari."
"Em... kakak berarti akan kesemua kelas untuk melakukannya."
"tentu saja.. maukah kamu ikut membantu.. aku kali ini hanya membawa sedikit orang karena agak menyusahkan kalo dengan banyak orang..."
"em... iya kak.."
"kamu ikut ya.. sebagai perwakilan dari kelas 1 yang ikut survei.. ini udah aku sediain surat ijin masuk terlambat kalo selama survei kita telat masuk.. ini catatannya.. nanti kamu isi kalo ada kegiatan siswa yang kurang baik."
"baik kak.. siap..(dengan terseyum manis)".
kak Morgan langsung mengalihkan pandam dan bilang "mmh" tanda bahwa kak Morgan malu..
membuat kak Morgan malu itu meruapakan sensansi tersendiri.. melihat mukanya yang agak memerah.. duuhhh.. manis banget.. setelah banyak kelas yang kami lewati.. kami pun melanjutkannya ke kelas 2 golongan C.. tapi gapapa.. selama kak Morgan ada disampingku siapa pun gak bakal berani ngegangguin aku.. tapi sayangnya itu gak sesuai sama harapanku.. kak morgan harus kembali ke ruang OSIS buat ambil beberapa bahan yang harus di serahkan ke guru.. jadi aku sama kak Daisy(OSIS senior) yang harus kesana dan ngelanjutin..
sampai disana.
"hai cantik!."
tiba tiba seseorang cowok memanggilku dengan sebutan itu.. dan tiba tiba..
"waahh.. kamu imut sekali.. badan mungil tetapi berisi.. sangat menggiurkan.. dan wajah cantik natural tanpa ada polesan make up.. membuatku jadi pengen mengecup manis bibir merahnya(sambil memegang kedua bahuku)" ucap seorang cowok lainnya
gila.. apaan nih jijik banget dengernya.. ini tangan malah nemplok di kedua bahuku lagi.. iyuuuuhhhh.. jijik bangett.. gak tau malu banget sih..
"😅maaf.. permisi bisa kakak jauhkan kedua tangannya??"
"owalah.. ada anak dari golongan B.. hey.. jangan coba coba berani mengatur kami... jaga ucapanmu sendiri terhadap yang diatasmu.." tiba tiba seorang lagi datang dan langsung mengatakannya pada kak Daisy..
"tapi.. cewek ini lumayan juga.. mukanya lebih dari cantik.. manis juga.. badannya. . . yah. . . meski kecil. . . bodymu boleh juga. . . kamu dari kelas mana?" sambung orang itu dengan nada merayu.
"kata anak dari golongan B dia junior kita."
"wah.. bagus juga.. ada junior yang cantik.. dan berani mengantarkan diri kesini.."
"maaf kak.. aku dari anggota OSIS mau melakukan survei ke setiap kelas.. dan harap kakak menjaga tindakannya.. karena ini merupakan penilaian kelas.. mohon kakak lebih sopan lagi." ucapku mencoba sopan yang sebenarnya setengah ingin meledak.
"ayolah adik manis... jangan seperti itu... sini kakak tidak akan melakukan hal yang buruk ke kamu." ucap cowok itu sambil memegang tanganku.
yaiyalah.. gila aku kalo mau diam aja.. ya aku tariklah tanganku..
"duh adik ini.. kok tega sih menarik tangannya.. tapi.. coba saja lawan hehe(menantang)."
meski aku berusaha keras mencoba melepaskan tanganku tetap saja genggamannya lebih kuat dari tenagaku.
"kak.. tolong lepaskan.. kakak menyakiti tanganku."
"apa?? aku tidak dengar.. apakah kamu sedang memohon??".
yang benar saja.. aku tidak akan pernah memohon padanya.. cowok yang keterlaluan ini mencoba merendahkanku.
"LEPASKAN TANGAN KOTORMU DARINYA!!!!".
sontak semua orang kaget dan langsung melihat kearah suara tersebut.
"Beraninya kau!!!.. berani sekali kau menyentuhnya!!! APA KAU TULII!?!! APA MATAMU BUTA!!?!!!! DIA KESAKITAN... LEPASKAANN TANGANMUU DARINYA!!!"
"hey.. ayolah. . . Justin. . . kau . . . tidak mungkinkan marah hanya karena ini.." tanya cowok kurang ajar itu dengan gemetar.
"lepaskan dia!!" bentak Justin.
cowok itu pun langsung melepaskan genggaman.
"kamu gapapa??". tanya Justin padaku.. terlihat jelas raut kekhawatiran di wajahnya..
"iya tidak apa apa.. makasih Justin.." jawabku...
"apa?!!dia memanggil Justin dengan langsung menyebut namanya.."
"apa aku tidak salah dengar??!"
".. apakah dia tidak punya ke sopanan untuk memanggil seniornya dengan langsung menyebut nama." orang orang pun langsung berbisik terhadapku.
"kalian semua tutup mulut busuk kalian!!!.. aku dan Kaylie sudah kenal sejak lama.. kami ada teman sejak kecil.. jadi jangan ada yang coba coba mengganggunya.. sedikit saja ada lecet dan da kabar buruk tentang dia.. kalian akan tau akibatnya!!."
sontak semuanya pun terdiam.. dan kak Daisy yang dari tadi tidak bisa berbuat apa apa hanya dapat menarik nafas lega ikut berterima kasih kepada Justin..
"Kaylie!" panggil kak Morgan..
"iya kak?"
"ada apa?".
"kemana saja kalian para laki laki gak ada disini hah?? apa ini cara cowok dari anggota OSIS ngejaga anggota ceweknya?". tanya Justin dengan nada geram.
"apa maksudmu??" tanya kak Morgan.
"kamu tidak lihat bagaimana ada orang yang menganggunya.. setidaknya kalian bawa tiga orang dan seorang laki laki bersama mereka.. jangan hanya mengirim seorang perempuan yang bahkan tidak dapat berkutik hanya karena ejekan... jika sampai aku tau Kaylie mendapat kesulitan dalam OSIS ini.. aku tidak segan segan melapor untuk mendeskriminasi OSIS ini.." ucap Justin dengan lantang dan tegas.
"kamu kira kamu siapa dapat seenaknya mengecap kami seperti itu?? kami juga selalu memperhitungkan semuanya.. kami memikirkan semuanya.. dan aku hanya pergi sebentar untuk menangani beberapa bahan penting untuk diserahkan.. dan semua ini telah terjadi begitu saja.. dan kamu menyalahkan kami??" sanggah kak Morgan.
"dan siapa kamu yang berani mengatur Kaylie.. ini keputusannya untuk ikut menjadi anggota OSIS dan itu juga merupakan konsekuensi karena dalam menjadi anggota maka harus siap menerima dan menangani siswa.. dan bukankah hal ini di sebabkan oleh kalian yang berada di kelas golongan C.. kalianlah yang telah membuat kesalahan dan berlaku tidak sopan.. aku juga tidak segan segan untuk melaporkan semuanya dan mencatat semua tindakan kalian." tambah kak Morgan..
"kau tanya siapa aku dalam kehidupannya Kaylie?!.. asal kau tau saja aku lebih dekat dengannya daripada dirimu.. yang mengandalkan nama besar untuk menjadi terkenal dan di dekati banyak orang... akh dan Kaylie adalah teman masa kecil dan sampai sekarang kami selalu dekat... bahkan . . . ." tiba tiba Justin membisikan sesuatu ke telinga kak Morgan. ". . . . bahkan kami sudah di jodohkan oleh orang tua kami.. kamu bisa apa untuk mendekatinya?? aku jauh berada di depanmu."
setelah membisikan sesuatu pada kak Morgan.. Justin pun langsung berjalan menjauh.
"hey bera. . ." tiba tiba kak Morgan pun langsung menahan orang yang ingin menegur Justin dan ku lihat wajah kak Morgan menjadi merah padam dan mengepalkan tangan setelahnya...