Not as Beautiful as Dreams

Not as Beautiful as Dreams
18


"Em..." angguk anak kecil itu...


aku pun memerhatikan mereka berbicara.. dan memandangi wajahnya yang memperlihatkan pandangan lembut itu.. membuatku jadi ingin terus memperhatikannya.. ku pandangi dia dengan tatapan lembut.. yang tanpa ku sadari telah membuatnya sadar akan pandanganku itu .. hingga membuatku terbawa suasana.. dia mengajakku masuk keruang utama yang biasanya banyak di datangi oleh keluarganya..


"ayo kita masuk." ajak kak William dengan lembut dan sambil tersenyum...


tanpa ragu aku langsung mengangguk dan melangkahkan kakiku masuk.. hingga akhirnya kehanyutanku pecah saat aku tepat berdiri di depan pintu..


hah... gawaattt😲.. aku terbawa suasana.. bagaimana ini.. apa nanti yang akan di pikirkan oleh keluarganya tentangku? hadehh😥.. takutnya nanti aku malah di beri komentar miring lagi.. haaaaaaaaaa😣.. rasanya aku ingin larrii dari sini.. selamatkan akuuu..


"ayo masuku." ajak kak William yang membuat lamunanku pecah..


"ah. . . i . . iya." jawabku sedikit tergagap.


haaa...ini pertama kalinya aku akan bertemu dengan keluarga kak William.. sebelum sebelumnya aku hanya mengunjunginya saat dia sendiri dan itu pun kami hanya duduk di taman.. bisa di bilang ini pertama kalinya aku masuk ke bagian dalam rumahnya.. gawat... keringat dingin mulai bercucuran.


aku terus berguman dalam hati hingga ada seorang anak kecil lagi yang muncul dan mengalihkan perhatianku..


"kakak Wiyiyam akilnya macuk... cadi kakak jimana?." tanya anak itu dengan nada dan pengucapan yang belum terlalu fasih namun sangat menggemaskan..


"kakak tadi kedepan mau menjemput seseorang yang ada di depan.." jawab kak William.. kemudian anak itu melihat kearahku.


"olang yang kakak Wiyiyam jempuc cadi... kakak inyi ya?". tanya nya polos.


"iya.." jawab kak William sambil tersenyum lembut..


aku tersenyum lagi melihatnya... sangat menenangkan semua yang ada disekitarku menjadi hangat rasanya..


"Kay... ini adik sepupuku... ibunya atau tanteku sibuk jadi hanya mereka yang ada disini... maaf ya kalo ini membuatmu jadi repot." ucap kak William.


"gapapa kak.. malah aku suka... aku jadi sangat suka kak... adiknya kak William cantik cantik ya.." jawabku sambil tersenyum.


"sekali lagi biarkan mengenalkan mereka padamu.."


"em..(sambil mengangguk)".


"yang tadi kamu lihat di depan namanya Nevy.. dan yang ini namanya Kesya."


"hai.. Nevy... Kesya.." sapaku pada kedua adik sepupu kak William..


"Nevy... Kesya... kenalkan ini kak Kaylie... " kata kak William kepada mereka.


"iya kak" jawab mereka serentak..


awalnya aku hanya duduk dan bicara kecil pada mereka.. karena masih sangat canggung namun setelah beberapa menit ternyata kami menjadi sangat akrab dan dekat.. adik sepupu kak William yang namanya Kesya selalu minta peluk dan tidak ingin lepas dariku.. hingga..


"Kesya.. jangan seperti itu kasian kak Kaylie.. kak Kaylie jadi tidak bisa apa apa kalo kamu terus ingin minta gendong.. sudah ya.." cegah kak William.


"enggak mauuuu... Kesya mau jipeyuk kak Kayyie... kak Kayyie yembut... baik.. Kesya mau punya ibu acau kakak ceperti kak Kayyie.. kak Wiyiyam nyanci hayus cama kak Kayyie ya.."


ucap Kesya dengan nada khas anak anaknya yang lugu dan polos.. membuatku tersentuh.. dan sontak membuat kami terdiam.. dan kemudian Kesya makin memelukku erat.. dan Nevy juga ikut memeluk kakiku... juga untuk pertama kalinya setelah selama 11 bulan lebih hubungan kami kak Wiliam memelukku.. memeluk kami.. kami terlihat sepeti keluarga dengan 2 anak.. membuatku terharu dan menangis.


"kak Kaylie nangis?" tanya Nevy yang sadar dan segera menghapus air mataku saat aku sedikit menurunkan badanku.


"kamu gapapa?" tanya kak William dengan nada sedikit khawatir..


"hm.. gapapa.. " ucapku sambil tersenyum dan menghapus air mata..


untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan lagi meski itu dari orang lain selain orang tuaku.. kehangatan seperti keluarga selain dari keluargaku.. hangatnya pelukan kak William dan adik adiknya... membuatku menjadi rindu.. kapan yah terakhir kali aku di peluk papah dan mamah seperti ini.. aku sudah lupa perasaan hangat itu.. yang aku ingat hanya pelukan mamah.. mamah yang biasanya memelukku.. dan pelukan kami mengingatkanku akan rindunya aku dengan semua kenangan masa kecilku yang di peluk kedua orang tuaku.


kami pun bermain bersama hingga akhirnya waktuku untuk pulang karena sudah mulai larut.


"nanti... apa kamu mau datang kesini lagi.. aku ingin... membawamu bertemu dengan keluargaku."


"heh? bertemu keluargamu?".


"iya.. apakah kamu mau.. disaat semuanya tidak sibuk dan aku akan menyiapkan semuanya... sekaligus menentukan harinya??"


"em... aku akan datang lagi nanti untuk bertemu keluargamu.. aku akan menunggu nanti waktunya". ucapku sambil tersenyum.. kali ini aku tidak akan lari.. aku tidak boleh takut dengan semua yang belum terjadi... aku harus mengahadapinya.


sejak hari itu kami menjadi lbih sering jalan jalan keluar dan lebih terbuka... tidak lagi hanya duduk ditaman rumah kak William.. tidak lagi ada rasa canggung saat berbicara... kami jalan jalan keluar untuk makan.. bahkan kami pergi ke kolam renang... untuk pertama kalinya aku pergi ke wisata air umum.. biasanya aku hanya berenang di kolam renang pribadiku.. ternyata hal itu lebih menyenangkan dibandingkan berenang sendirian di sebuah kolam pribadi... suara keramaian dan teriakan orang orang yang menuruni seluncuran.. membuatku semangat... jalan jalan ke berbagai tempat wisata berdua.. berkunjung ke beberapa kota... makan makanan khas daerah.. pedas.. manis.. asin dan asam...


juga mulai berbagi cerita yang sebelumnya tidak lengkap kurang lengkap.. kadang menjadi cermin bagi diri sendiri dan kadang juga menjadi pelengkap kekurangan masing masing...


dan.. sesuai ucapannya.. aku bertemu dengan keluarganya.. meski tidak bertemu dengan keluarga kakekknya tetapi aku bertemu keluarga dan nenek dari ibunya.. beliau sangat mendukung hubungan kami.. meski kak William tinggal dengan kakek dari ayahnya.. namun kak William ternyata sering berkunjung ke tempat neneknya juga.. yang berada di pedesaan.. saat kami berkunjungan... tempat itu sangat asri.. sangat menyegarkan jauh dari perkotaan dan hiruk pikuk kendaraan.. tempat yang sangat menenangkan juga menyejukkan.. saat kak William pergi memancing bersama paman dan keluarganya yang ada di desa itu.. aku bersama neneknya belajar menyulam.. sambil mengajariku menyulam beliau bercerita tentang kehidupan kak William.


itu memang benar.. kak William memang orang yang sangat lembut dan hangat.. terhadapku.. dan terhadap anak anak😊.


". . . namun saat dia masih kecil.. dia sangat jarang bersama orang tuanya.. dulu dia sering diantar kemari jika kakek dari ayahnya itu sibuk... orang tuanya adalah orang orang pembisnis.. setiap harinya selalu sibuk.. mereka hanya setahun sekali bertemu.. dan bahkan.. tidak jarang anak itu lupa akan hangatnya pelukan orang tua. setiap dia kemari sewaktu kecil.. dia selalu menatap keluar jendela.. melihat langit yang biasa dilintasi beberapa pesawat.. dan salah satunya adalah pesawat orang tuanya.. dia sebenarnya sangat sangat menginginkan dan merindukan kasih sayang dan keberadaan orang tuanya.. karena rasa perlunya itu membuatnya menjadi mempunyai sisi pendiam.. dan saat dia kehilangan orang tuanya.. membuatnya menjadi tidak tersenyum lagi atau.. lebih tepatnya kehilangan semangat untuk tersenyum.. hingga menimbulkan sisi dinginnya.. sebenarnya orang tuanya meninggal bukan saat ingin pergi kebandara. . . "


heh??


". . . . tetapi.. saat itu adalah saat orang tuanya ingin memberinya kejutan.. sebenarnya orang tuanya juga sangat menyayangi dan merindukan anaknya itu.. mereka waktu itu pergi ke toko mainan dan kue.. namun tiba tiba saat perjalanan menuju toko kue yang kebetulan searah dengan bandara.. rem dari mobil yang di kendarai orang tuanya blong.. dan tidak dapat berhenti saat lampu merah dan menyebabkan kecelakan tidak terhindarkan.. mobil mereka bertabrakan dengan truk besar yang menyebabkan kaca mobil pecah hingga tidak sengaja menusuk ke arah jantung ibunya.. dan ayahnya terjepit dalam keadaan tanpa oksigen hingga menyebabkan kematian keduanya... dan menimbulkan kesalah pahaman . . ."


beliau mengambil kotak besar yang ada di atas lemari.. dan mengeluarkan isinya.. dan memintaku membuka isinya


"buka dan bacalah isinya.."


... isinya adalah mainan mobil mobilan.. robot dan boneka beruang.. serta sebuah kartu yang sedikit bernoda bercak darah yang bertuliskan


kami menyayangimu sayang❤.. maafkan kedua orang tuamu ini yang kurang waktu untuk menemanimu.. maafkan orang tuamu yang tidak bisa menunjukan kasih sayangnya... kami sangat menyayangimu.. mencintaimu.. dan sangat merindukanmu.. anakku.. jaga kesehatan saat kami tidak ada.. tetap tersenyum ya.. meski kami tidak ada..


maafkan kami sayang.


setelah membaca isi kartu itu.. tanpa sadar membuatku menangis.. rasanya hatiku ikut remuk dan sedih membacanya... tau kebenaran bahwa ternyata itu hanya salah paham...


"nenek.. kenapa memperlihatkan ini padaku??" tanyaku yang masih menangis dan mengusap air mata.


"itu karena.. nenek bisa tau cukup dengan melihatmu.. dengan melihat kalian berdua.. nenek bisa tau seberapa besar perasaan kalian berdua.. kamu adalah gadis yang baik.. kamu tidak membantahnya meski tidak sesuai dengan keinginanmu.. kamu menurutinya dan tetap melakukan keinginannya.. tanpa mengeluh dan terus tersenyum... aku dapat melihat ketulusan darimu."


perkataan beliau membuatku menangis sejadi jadinya dan beliau pun langsung memelukku..


"tidak apa apa... tolong bantu jaga anak itu ya." bisik nenek sambil memelukku.


"em." jawabku sambil tersedu sedu.


itu adalah saat pertama aku bertemu dengan keluarganya.


hingga tidak terasa hubungan kami sudah hampir berjalan setahun.. tinggal beberapa hari lagi anniversary untuk hubungan kami.. sudah hampir tanggal 8 ya... ucapku dalam benak saat melihat kalender di dinding rumahku yang menunjukkan tinggal 2 hari lagi..


"ada apa dengan tanggal delapan sayang?" tanya mamah lembut sambil memegang bahuku.. mamah melihatku menyentuh angka 8 di kalender itu.. tentu saja mamah bisa tau..


"tidak apa apa mah😊". jawabku.


"kamu jadi sangat dewasa ya.. caramu bicara dan tindakanmu tidak seperti dulu.. sepertinya putri kesayangan mamah ini sudah mulai berubah. . . ." ucap mamah..


"iya papahmu akan pulang ditanggal itu.. apa jangan jangan kamu sudah tau?" tambah mamah.


"heh? papah pulang?".


sedikit membuatku kaget.. tidak biasanya papah pulang di awal bulan.


"sepertinya ada sesuatu yang ingin di beritahukan oleh papahmu." jawab mamah.


"ada. . . yang ingin. . . diberi. . . tahukan?".


"iya.. tapi nanti kita tunggu saja.. ayo kedapur... kita makan dulu."


"em.."


aku pun langsung menuju dapur untuk makan..


besok paginya aku pun langsung memberitahukan kabar itu pada kak William.


"tidak apa apa.. kamu lebih baik bersama keluargamu saja.. rencana kita ke kota X untuk merayakan hari jadi kita.. kita tunda dulu ya.. lebih baik menghabiskan waktu bersama keluarga." ucap kak William dengan halus.


"tapi.. nanti.. kak Wil. . ."


"hustt.. tidak ada kata tapi.. ingat... hargai selagi masih ada."


"em..." jawabku sambil mengangguk.


"baguslah.. semangat sayang." bisik kak William sambil berjalan menuju kelasnya.


"eh?!".


kak William memanggilku sayang.