
entah apa yang mengawalinya... aku tidak terlalu memperhatikan waktu itu... dan selama penjelasan untuk menguatkan mataku aku hanya perlu mengahayalkan wajah kekasihku sendiri.. iya kak William.. namun halayanku pecah saat tiba tiba aku menjadi fokus dengan curhatan guru sejarahku yang katanya menikah diusia hampir 30 an..
"orang suka itu karena ada apanya.. namun lama kelamaan akan menjadi cinta apa adanya". kata kata itu terekam sempurna di kepalaku.. dan membuatku sadar... apakah aku sekarang jadi mencintainya?? apakah itu penyebab aku tidak ingin bahkan tidak pernah perlintas dikepalaku untuk melirik cowkk lain. meski begitu.. aku tetap senang.. karena selama ini dialah yang selalu menyemangatiku.. juga kadang sulit untuk membujuknya agar mengijinkanku melakukan suatu kegiatan.. dia terus berada di depanku dan membimbingku... dan aku terus mengikutinya dari belakang..
dia selalu memberiku kejutan dan hal hal yang menyenangkan.. memberiku banyak kenangan.. bahkan mulai dari sepatu.. jam tangan.. cincin.. baju... selalu pasangan.. dia selalu membeli barang untukku.. untuk kami dengan diam diam tanpa sepengetahuanku.. dia bilang "aku hanya ingin memberimu kejutan dan segalanya.. dan kamu perlu tau.. ini pertama kalinya aku memberi dan mengeluarkan sesuatu untuk seorang gadis.. dan kamu adalah yang pertama.." ucapnya yang membuatku menjadi sangat senang... seandainya dia bilang aku juga bisa membeli dan memberinya apapun.. namun semua sudah keduluan olehnya.. hingga barang pakai pemberian mamah dan papahku bingung harus ku apakan...
lama kelamaan hubungan kami makin diketahui banyak orang.. hubungan kami terus berjalan selama 6 bulan.. dan tentu saja.. sebentar lagi akan ada ulangan kenaikan kelas... tapi bukan masalah... pada semester 1 aku berhasil mendapatkan peringkat pertama.. dan masuk dalam daftar 5 besar nilai tertinggi di kelas 1.. jadi tak apa.. aku bisa menanganinya..
selama hari hari yang dekat dengan ulangan kenaikan kelas ini.. entah kenapa kami menjadi sering bertengkar.. mulai dari hal hal kecil.. seperti ketidak sengajaan seperti lupa bawa handphone saat ekskul dan membuat kami jadi bertengkar.. lama baru aktif.. atau jarang mengaktifkan sosial media.. lama baru balas.. dan sebagainya... aku tidak selalu dapat berdiam diri dan main handphone terus.. aku juga perlu belajar untuk ulangan nanti ucapku pada kak William waktu itu.. dan itu juga membuatnya berujung pertengkaran selama 2 hari.. hingga hari saat ulangan tiba ... kami terus dan tetap bertengkar... malah menjadi lebih sering lagi.. hingga
"kamu seperti tidak punya waktu saja untukku... kamu selalu sibuk ini dan itu.. seperti tidak memikirkan aku." ucap kak William sehabis pulang sekolah.
"apa maksudmu??"
"kamu seperti tidak punya waktu untukku.. aku hanya minta sedikit waktumu untuk memberiku kabar dan chat.. "
"bukankah kamu juga tau.. kita sedang menghadapi kenaikan kelas.. dan aku perlu belajar.. kamu juga.. apa itu salah?? kenapa tidak gunakan waktu saat aku tidak aktif untuk belajar juga??".
"aku tau... dan aku pun juga melakukan hal itu.. tapi apa harus sampai mengabaikanku??"
"aku tidak pernah mengabaikanmu.. dan aku harap kamu mengerti ini sangat penting bagiku."
"apa aku tidak kalah penting bagimu?".
"pertanyaan macam apa itu?? bukankah kamu sudah tau kamu itu juga penting bagiku.. tapi ini juga untuk masa depanku masa depanmu.. aku ingin melanjutkan sekolahku ke universitas impianku.. aku tidak ingin hanya berdiam diri dirumah... aku juga ingin menjadi orang yang berpendidikan tinggi."
"kamu adalah orang berada bukan??jadi kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan masalah itu."
"dan aku sangat mempermasahkan masalah itu.. aku tidak suka cara kotor.. dan aku memiliki kemampuan sendiri untuk mendapatkannya.. aku tidak akan pernah menggunakan cara kotor untuk mendapatkan yang aku mau... sudah cukup.. kita sudah sangat sering bertengkar.. hanya selama ulangan kenaikan kelas saja.. aku mohon.. mengertilah..."
" . . . . " kak William hanya diam mendengar pernyataanku itu dan "baiklah.. maafkan aku" ucapnya kemudian.. dan kami pun pulang kerumah masing masing... aku dan kak William memang tidak terlalu chattingan lagi.. namun tetap ada.. mungkin sehari hanya 3 kali..
"pagi" pesan kak William
"pagi" balasku
"semangat" pesan kak william
"mangat juga" balasku
"hati hati dijalan" pesan kak William
"kamu juga" balasku.
dan hanya seperti itu setiap hari.. dan tindakan dari kak William pun menjadi agak berubah.. dia jarang tersenyum saat bersamaku.. dan itu membuatku menjadi tidak tenang.. setiap kali melihatnya.. selalu membuatku sakit sendiri.. hingga.. saat ulangan selesai dan kami pun sudah menjadi seperti biasa.. kak William juga tak lagi seperti saat itu.. dan aku pun lega.. yah.. sedikit kurang menyenangkan untuk dilewati.. tapi ya sudahlah..
hingga akhirnya pengumuman kenaikan kelas.. hal yang paling mendebarkan bagiku.. aku adalah orang yang sangat memperhatikan nilai.. selain dari pada penampilan dan pandangan.. dan seperti sebelumnya.. wali siswa dimintakan hadir.. aku sangat tak sabar.. sangat takut... sangat deg degan.. dan sangat khawatir.. hingga wali kelasku menyebutkan daftar peringkat " . . . . . . . peringkat ketiga jatuh kepada Kaylie Berla, peringkat kedua . . . . "
memang ku akui aku menjadi agak sulit belajar.. sulit untuk menjawab semua pertanyaan dan aku juga menjadi masa bodo setiap tidak dapat menjawab pertanyaan..
sesampai dirumah... mamah hanya tersenyum.. dan kemudian menuju ke kamarnya... hari ini papah juga pulang... papah selalu pulang sebulan sekali di akhir bulan ... dan hari ini papah pulang dengan sengaja di pertengahan bulan untuk memberiku ucapan selamat dan merayakannya.. namun aku tidak tau kali ini akan seperti apa... aku juga sudah memberitahu kak William bahwa peringkatku menurun.. dan dia juga turut khawatir dan meminta maaf atas keegoisan dan sifat kekanak kanakannya... dia sangat sangat merasa bersalah.. dan ku bilang tidak apa apa.. itu semua bukanlah salahnya itu salahku sendiri tidak bisa membagi semuanya.. dan selalu menitik beratkan belajarku dari pada dia...
jam 02.20 papah pulang.. dan kami semua menyambutnya... aku biasanya dirumah hanya bersama mamah dan para pelayan rumah.. kadang ada kerabat dan sepupu yang datang berkunjung ataupun menginap.. kadang aku yang menginap dirumah mereka atau dirumah teman.. namun meski begitu mamah gak pernah bikin aku ngerasa kekurangan... mungkin itulah kenapa mamah selalu cerewet bilang ini itu dan sebagainya.. kami hidup mewah dirumah besar... 3 pengurus 1 koki 1 pengasuhku.. kami setiap minggunya selalu mendapatkan 5 kiriman uang dari papah.. khusus untukku satu.. khusus mamah satu.. yang untuk kami berdua satu.. untuk rumah.. dan pengurus rumah.. makanya aku tidak pernah kekurangan uang.. selain kiriman itu.. aku kadang juga mendapat beberapa barang yang di beli papah di luar negri setiap bulannya.. karena papah selalu berpergian ke berbagai negara untuk urusan bisnisnya..
okeh... kembali lagi.. papah datang disertai dengan para bodyguard dan seorang anak buahnya.. sebenarnya bukan anak buahnya sih lebih tepatnya seperti teman tapi juga bukan cuma teman.. orangnya sangat muda.. kira kira berusia 25 - 26 tahunanlah dan dia seperti kakak bagiku...
"bagaimana dengan ulangannya??" tanya papah padaku sambil mengelus kepala saat turun dari mobil dan masuk menuju ruang tamu..
"pasti mendapat peringkat pertama lagi... dan pasti menjadi peringkat 2 di seluruh kelas 1 benar bukan(sambil tertawa).. semester sebelumnya kamu mendapat peringkat 1 dan peringkat 3 pararel.. kali ini pasti meningkat.. " ucap papah terlihat sangat senang...
tapi aku tak sanggup untuk mengatakannya.. bahwa aku tidak seperti itu.. malah yang sebenarnya menurun.. aku ingin menangis... setiap mendengar ucapan papah yang membanggakanku.. aku hanya diam tidak bersuara dan menundukan kepala.
"ada apa Kay.. jangan diam saja.. papah ingin mendengarnya langsung darimu.. jangan malu dan tak usah malu.."
"pah.. aku. . (serak). . tidak mendapatkan peringkat. . . pertama. . . . aku. . . mendapat peringkat. . . ke 3 dan peringkat. . . ke 6 pararel." ucapku yang hampir setengah menangis.. kemudian papah menjadi diam.. tawa bangganya langsung hilang.. semuanya menjadi senyap.. suasana pun menjadi sangat canggung.. aku menjadi panas dingin dan takut.. aku bingung harus seperti apa.. bagaimana aku mengatakannya... bagaimana selanjutnya..
"kenapa prestasimu menjadi menurun?" tanya papah dengan suara datar.
"aku. . ." aku tak sanggup lagi menahannya.. aku pun menangis karena takut dan sedih akan hal itu..
"tidak apa apa sayang.. kamu sudah sangat berusaha.. tidak perlu mencemaskan hal itu." ucap mamah menyemangatiku.. tapi papah, papah hanya diam.. dan kemudian.
"perbaiki prestasimu.. berusahalah lagi." kemudian bangkit dan langsung keluar rumah untuk kembali pergi... pergi berangkat ke urusan bisnisnya lagi..
"pah. . ." panggilku serak.
"hm?. . ." sambil berbalik.
"papah mau kemana lagi?? bukankah baru pulang?? kenapa tidak tinggal dulu sampai besok." cegahku.
"papah pulang untuk memberimu ucapan selamat dan sekarang papah harus kembali ke luar negri untuk urusan papah."
"baiklah. . ."
"kamu perbaiki lagi nilaimu..."
"Mmm..."
yup.. ini adalah kepulangan tersingkat papah... papah biasanya diakhir bulan akan pulang selama 3 hari.. dan sehari di hari pengumuman persemesterku.. dan kali ini.. hanya 3 jam dirumah dan pergi berangkat lagi..
alasan sebenarnya aku berusaha sekuat tenaga belajar adalah untuk papah... iya.. untuk papahku..