
Keesokan harinya~
" kalung mu sudah ketemu pril.." ucap yuri setelah melihat leher april
"sudah mbak"
"dan ternyata kalungmu ketemu dimana..?"
"ternyata di bawa pak taehyung mbak"
"wah , bakal ada percikan cinta nih sebentar lagi"
"astaga mbak, mulai ngawur deh ngomongnya. Udah ah jangan ngomong gitu lagi nanti kalau ada yang denger bisa berabe"
"biarin semua tau pril, "
"kalau pun orang tau malah aku yang jadi bahan tertawaan mereka mbak " guraunya
"sebentar sebentar mbak mau tanya dulu sama kamu. Sebenarnya kamu suka ngak sih sama pak taehyung..?"
"ya.. Emmn... siapa sih mbak yang ngak suka sama pak taehyung. Satpam di depan aja kayaknya juga suka sama beliau. Secara beliau kan ganteng, pandai bisnis dan baik hati. Ya banyak lah yang suka dengan beliau"
"aduh yang mbak tanya itu kamu bukan orang lain. Ayo sekarang jujur sama mbak. Kamu ada perasaan ngak sama pak taehyung"
"eumm aku..udah ah mbak.."
"jawab dulu pertanyaan mbak pril.."
"oke oke aku jawab, tapi mbak jangan ember ya sama orang lain. "
"iya iya aman pokoknya"
"umm, sebenarnya aku juga ngak tau pasti mbak. Aku suka atau ngak sama beliau, tapi setiap kali ada di dekat pak taehyung jantung ku berdetak tidak normal dan jujur saja saat pak taehyung berbicara lembut itu membuatku nyaman entah apa itu aku juga ngak tau"
"itu cinta namanya pril.."
"ah mbak ngawur deh, ngak mbak mungkin itu cuma sebatas memuji beliau saja . Lagipula kalau pun saya punya perasaan sama beliau , perasaan saya juga ngak bakal terbalas kok ahaha jadi daripada saya patah hati lebih baik jangan terlalu berharap"
"berharap itu penting pril, mbak dukung kok kalau kamu sama pak taehyung jadian. "
"haduh mbak udah udah, saya pusing dengernya. Sebentar lagi makan siang yuk siap siap"
"okelah,,"
Kantin kantor
April , yuri dan sungjae menuju kantin bersama untuk makan siang. Setelah mengambil pesanan mereka segera mencari meja yang kosong
"lagi diet lagi ya mbak..?" tanya sungjae ke yuri
"ya begitulah, mbak pengen mengembalikkan tubuh mbak yang dulu"
"perasaan tubuh mbak udah ideal kok. Kenapa harus diet..?" tanya april
"oh ayolah lihatlah tubuhmu dan tubuhku pril . Tubuhmu itu yang pantas di sebut ideal. Dari dulu aku sangat mengiginkan tubuh sepertimu. Tapi, selalu saja gagal.."
"jangan sepwrti itu mbak, semuanya harus di syukuri . Mau kurus mau gendut itu ngak penting . Yang paling utama itu tetap sehat dan jangan lupa bahagia" ucap april
"nah betul tu mbak kata april" tambah sungjae
"baiklah mbak akan mencoba mengurangi diet "
"nah gitu dong" jawab kompak april dan seungjae
Saat mereka bertiga sedang asik makan tiba tiba suasana kantin menjadi aangat ramai tak seperti biasannya. Bahkan banyak karyawan wanita dari divisi lain juga mendatangi kantin tersebut.
"bukankah mereka itu dari divisi lain ya" tanya sungjae
April dan yuri menengok ke arah karyawan itu
"bukannya di divisi mereka sudah ada kantin ya..? Kenapa mereka harus naik ke kantin atas " ucap april
Tiba tiba datangkah taehyung dengan sekertarisnya membawa sebuha nampan yang berisikan makanan. Para karyawan perempuan pun bersorak ria melihat ceo mereka yang tampan itu. Karena pada dasarnya mereka jarang sekali bisa melihat taehyung walaupun mereka bekerja dalam 1 gedung yang sama.
Mereka yang bekerja di bagian gedung bawah akan susah untuk bertemu dengan taehyung bahkan mungkin ada yang tidak pernah . Maka dari itu setelah mereka mendengar kalau taehyung akan makan di kantin mereka berbondong bondong ke kantin atas.
Ya seperti itulah, taehyung menjadi primadona di perusahaan itu. Ditambah lagi dengan visual yang sempurna . Banyak sekali wanita yang jatuh hati padanya walaupun baru pertama kali melihat wajahnya.
Taehyung dan sekertarisnya ternyata duduk di sebelah kiri tempat april, yuri dan sungjae duduk. Seketika kursi yang sebelumnya banyak yang kosong pun tiba tiba menjadi sangat penuh.
"lihatlah seketika aura di kantin ini berubah" bisik sungjae
"ya jelas lah lihaf itu pak taehyung sudah membuat semua karyawan disini terhipnotis dengan ketampanannya hari ini" jawab yuri dengan bisikan pula
"memangnya selalh begini ya mbak" tanya april
"ini baru pertama kalinya sih pril pak taehyung makan di kantin bersama karyawan. Biasanya akan ada pelayan khusus yang akan menyediakan beliau makanan. " jawab yuri
"wow, sampai segitunya mbak..? Berarti ada semacam koki pribadi gitu ya..?" tanyanya
"ya mungkin seperti itu pril"
April pun iseng melirih ke arah meja taehyung , hanya sebagai curi curi pandang saja. Namun ternyata taehyung juga melakukan hal yang sama seperti april. Dia juga melakukan curi curi pandang kepaa april.
"astaga kenapa dia sangat tampan hari ini.." batin april
"kenapa kalung itu cocok sekali dengannya, aku bahkan baru menyadari nya sekarang" batin taehyung
Mereka sama sama memalingkan wajah . Namun beberapa saat kemudian april mencoba melirik taehyung lagi.

Saat ini ia melihat taehyung yang sedang menunjukkan senyuman manis andalannya.
"oh yatuhan pak taehyung sangat tampan saat tersenyum" puji salah satu karyawan di belakang april
"lihatlah bahkan aku pun tak bisa fokus ke makanan ku saat ini, aku sudah seperti tersihir oleh ketampanannya" puji karyawan yang lainnya
April yang mendengar pujian karywan wanita itu pun merasa sedikit kesal , ia pun tak tau alasannya apa. Ia mulai menusuk nusuk buahnya dengan garpu dengan sangat keras.
Yuri yang sangat peka itu langsung tau dengan perubahan sikap april sekarang . Ia menyengol siku april pelan
"kamu cemburu ya..?" bisiknya
"ih apaan sih mbak, enggak kok" jawab april
"halah ngak usah di tutup tutupi lagi . Mbak tau kok dengan perasaan kamu sekarang. Mbak itu udah berpengalaman ya kalau masalah kaya gini"
"udahlah mbak aku tiba tiba kenyang. Aku duluan ya mbak" ucap april sambil meninggalkan meja
"he pril mau kemana ..? Buahmu belum habis nih.." ucap sungjae
" udah biarin,," ucap yuri sambil lanjut makan
"april kenapa sih mbak, tumben dia ngak ngehabisin makan siangnya" tanya sungjae
"udahlah jae, itu urusan cewek . Biar mbak nanti yang cari tau"
"hemm baiklah."
Sementara taehyung pun di buat bingung karena april meninggalkan mejanya dengan cepat. Padahal, ia masih ingin melihat april makan di kursinya. Mungkin sekarang taehyung sudah menaruh hati pada april.
"kenapa dia cepat sekali makannya" batin taehyung sambil melihat tubuh april yang sudah menjauh
"ih sebel ... Kenapa sih pak taehyung harus makan di kantin segala. Mau tebar pesona gitu sama karyawan wanita yang ada disana..? Huff ini kenapa juga aku marah marah ngak jelas. " ucap april..
Bersambung...