FLOWS

FLOWS
Chapter 2


5 tahun kemudian~


"saya mau laporan ini sudah ada di meja hari ini bagaimana pun caranya" ucap taehyung dengan tegas


"t..tapi pak, umm saya sepertinya tidak bisa menyelesaikan laporan ini secepatnya" ucap salah satu karyawan


"apakah kamu memakan gaji buta dari perusahaan ini..? Ingat ya, saya tidak mengajimu untuk menunjukan kinerja yang buruk. Kalau memang kamu tidak sanggup kamu boleh keluar dari perusahaan ini sekarang juga" tegasnya


"maaf saya akan usahakan pak, tolong jangan pecat saya"


Karyawan itu segera keluar dari ruangan taehyung dengan ketakutan yang menjalar di seluruh tubuh dan batinnya.


Semenjak 4 tahun lalu taehyung di berikan amanah oleh kakeknya untuk meneruskan perusahaan keluarganya. Namun karena masa lalu yang buruk sifat taehyung sekarang sudah berubah menjadi sangat arogan, dingin dan sangat sensitif kepada beberapa orang yang tidak sejalan dengan pikirannya. Dia yang sekarang haus akan kerja, dia bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada pulang ke rumah. Oh tidak, lebih tepatnya apartemennya . Dia sudah memilih untuk tinggal sendiri .


"aku mau karyawan yang tadi setelah dia selesai melakukan tugasnya besok dia tidak kembali ke perusahaan ini lagi. Dan segera cari pengantinya" ucap taehyung kepada sekertarisnya


"baik pak akan segera saya laksanakan"


"apa jadwal saya setelah ini..?" tanyanya


"setelah ini akan ada meeting dengan klien dari amerika "


"sekarang ayo berangkat aku tidak mau menunda nunda pekerjaan" ucapnya sambil keluar ruangan dengan diikuti sekertarisnya


"sudah 10 perusahaan aku lamar tapi tidak ada satupun yang sesuai dengan targetku" keluh april


"memangnya kamu cari perusahaan yang seperti apa sih pril..?" tanya siren teman april


"aku mencari perusahaan yang memiliki peraturan yang sesuai, prospek kerja yang aman, dan yang lebih penting karyawannya ngak julit"


"kenapa kamu ngak melamar kerja di perusahaan ku saja pril. Siapa tau perusahaanku cocok dengan targetmu. Lagipula sebelum aku kesini aku tadi mendengar bahwa ada salah satu karyawan yang dipecat dan mereka sedang mencari penggantinya. Kali aja kamu bisa keterima"


"tapi perusahaanmu itu perusahaan besar ren, aku ngak yakin bisa masuk. Lagipula belum tentu kakak ku mengizinkan ku"


"ayo di coba dulu pril. Masalah izin ke kakakmu kan bisa dibujuk seperti biasanya . "


"yasudah, akan aku coba. Tapi jarak dari rumahku dengan perusahaan itu sangat jauh ren, aku kayaknya ngak bakal sanggup kalau harus pulang pergi"


"tenang aja pril, kan kamu nanti bisa tinggal bareng aku"


"benarkah..? Wah kamu memang sahabatku yang paling the best pokoknya. Makasih ya ren"


"iya, pokoknya kamu harus semangat agar kita bisa kerja di perusahaan yang sama"


"siap boss"


"ayolah kak, aku sudah capek mencari pekerjaan sana sini tapi belum berhasil. Siapa tau besok keberuntungan berpihak denganku"


"tapi perusahaan itu sangat jauh dari rumah kita pril. Kakak ngak tega kalau lihat kamu harus berangkat pagi2 dan pulang terlalu malam." ucap kakak perenpuan april bernama hera


"aku kan bisa tinggal di rumah siren kak. Oh ayolah boleh ya please.."


"lagian kamu ini, keluarga kita juga punya perusahaan tapi kenapa kamu mau cari kerja di luar"


"kakak kan tau kalau aku ngak mau ketergantungan dengan keluarga dan kakak terus. Aku juga mau mandiri kak. Aku juga mau tunjukkan kepada ayah kalau aku juga bisa sukses seperti kakak"


"yasudah, kalau itu yang menjadi pilihan mu. Kakak hanya bisa mendoakan kamu semoga bisa keterima di perusahaan itu"


"siap, terima kasih kak.."


Keesokan harinya


"KIM GROUP CORPORATION 2 🏢 "


hari ini april sudah berada di perusahaan tersebut dan sedang menunggu giliran untuk wawancara. Banyak dari calon pelamar lainnya yang memakai baju dan berandan lebih hari ini. Beda sekali dengan april yang hanya memakai pakaian biasa namun tetap sopan serta make up tipis andalannya. Walaupun april sempat merasa iri dengan calon pelamar lainnya namun ia tetap yakin kalau ia bisa melalui ini semua.


"ya ampun bell kamu cantik banget hari ini" ucap pelamar wanita dengan temannya


"iya dong, aku dengar ceo disini tampan sekali jadi aku harus tampil cantik di depannya. Siapa tau dia jatuh cinta denganku dan menjadikan ku istrinya" ucap salah satu wanita di sebelah april


"bisa bisanya melamar kerja dengan niat seperti itu. Heh😒 dasar wanita sok cantik" batin april tak suka


Tak lama kemudian perempuan yang merasa dirinya cantik itu di panggil masuk ke dalam ruangan untuk interview. Namun tak lama kemudian perempuan itu keluar dengan sangat cepat mungkin belum ada 5 menit dia masuk.


Tapi anehnya dia keluar dengan menangis,  sepertinya sudah ada yang terjadi dengannya di dalam ruangan tersebut


"bell kenapa kamu menangis..?" tanya temannya


"ceo di dalam sangat arogan dan dingin sekali masa' dia dengan seenaknya mengomentari makeup ku dan pakaianku. Dia bilang aku tidak cantik dan aku tidak diterima di perusahaan ini" jelasnya sambil menangis


April yang mendengar penjelasan itu pun mulai terbidik ngeri dan sedikit kehilangan percaya dirinya. Karena jujur saja perempuan yang menangis itu memiliki wajah yang sangat cantik tapi kenapa ceo perusahaan ini bilang dia tidak cantik.


"kalau dia tidak cantik lalu aku ini apa..? Huh😧 apakah aku bisa ketrima di perusahaan ini. Ya ampun aku sungguh kehilangan percaya diri sekarang. Apalah daya wajah dan tubuhku yang pas pasan ini" batin april


Saat sibuk dengan lamunanya nama april pun di panggil oleh staff untuk segera masuk ke ruangan interview. Dengan langkah yang begitu berat april mencoba untuk masuk ke dalam. Ia pun perlahan lahan melewati pintu itu.


Saat sudah masuk 100% di ruangan itu ia tak bisa menegakkan kepalanya. Ia hanya bisa menunduk dengan jantung yang berdebar dengan cepatnya.


"nona silahkan duduk.." ucap sekertaris taehyung


April berjalan menuju kursi dan duduk di kursi itu dengan kepala yang masih menunduk.


"apakah kamu akan menunduk terus selama interview ini berlangsung..?" tanya taehyung


April yang mendengar seseorang bertanya padanya , ia sontak menatap orang tersebut. Mata mereka sekilas bertemu . April menatap taehyung dengan begitu lekat tanpa sadar ia pun mengagumi ketampanan taehyung calon ceo nya itu.



"apa kedatangan kamu kesini hanya untuk menatap saya seperti itu..?" tanya taehyung dengan dingin


"umm, maafkan saya" ucapnya sambil memberikan cv dan beberapa dokumen ke meja taehyung


Taehyung mengambil cv dan beberapa dokumen yang sudah dibawa april . Ia membacanya dengan begitu teliti satu persatu.


"saya tertarik dengan cv kamu dan saya lihat dari prestasi kamu sebelumnya mungkin kamu akan cocok dengan perusahaan kami. Namun sayangnya kamu tidak bisa bergabung dengan kami"


"ha..? Bukankah bapak tadi bilang kalau saya cocok untuk bekerja di sini. Kenapa sekarang saya tidak di terima"


"terserah saya dong, saya mau nerima kamu atau ngak. Lagipula saya tidak suka dengan fashion kamu hari ini"


"ha..? Fashion saya..? Bukankah yang dibutuhkan saat bekerja adalah keterampilan dan kinerja yang bagus. Menurut saya fashion bisa berubah pak dan yang membuat suatu perusahaan maju dan berkembang bukan fashion yang dipakai karyawannya melainkan kinerja yang bagus" jawab april


"kamu yakin dengan  kinerja mu ..? Apakah kamu seyakin dan setinggi itu dalam menilai diri sendiri..?"


"maaf saya sebelumnya tidak bilang kalau saya punya kinerja yang bagus namun sebagai karyawan nantinya saya akan berusaha meningkatkan kinerja"


"baiklah, kamu saya terima bekerja disini namun dengan satu syarat"


"syarat..? "


"kamu harus berhasil memenangkan minimal 1 proyek selama 6 bulan ini. Kalau tidak ada 1 proyek pun siap siap keluar dari perusahaan ini"


"baiklah, saya pastikan bahwa bapak tidak akan salah pilih orang"


"nona , silahkan saya antar keluar" ucap salah satu staff


April mengikuti staff itu keluar ruangan. Sementara itu taehyung diam diam mengamati kepergian april .


"kenapa aku sepertinya tertantang dengan perempuan tadi. Dia mengingatkan ku pada seseorang" batin taehyung


"aku ingin kamu menyelidiki siapa wanita itu tadi. Hasilnya harus sudah saya terima paling lambat besok jam 10 "


"baik, akan segera saya kerjakan"


Bersambung...