FLOWS

FLOWS
Chapter 5


"cup.."


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir april. taehyung telah mencium april malam ini. April pun terkejut dengan tindakan boss nya itu, ia hanya bisa membulatkan matanya  sedangkan taehyung memejamkan matanya .


Namun tiba tiba beberapa saat kemudian jidat april serasa ada yang menoyornya.


"aduh.." ucapnya


"kamu tu ngapain merem merem begitu..?" tanya taehyung


"lho..? Bukannya tadi . Ashhhh ya ampun jangan bilang kalau yang tadi  hanya halusinasi saja. Umm,  Astaga malunya aku😣" batin april


"udah pulang sana listriknya udah nyala " ucap taehyung


"ha..?" april sadar bahwa listrik yang tadinya mati sudah menyala dengan sempurna seperti sebelumnya. Astaga ia malu sekali sekarang , kenapa tadi ia sempat berhalusinasi kalau taehyung menciumnya.


" baik pak, saya akan pulang sekarang. "


Taehyung berdiri dari sofa itu dan berjalan menuju ruangannya lagi.


"astaga april kamu tadi ngapain.. Halu yang bodoh banget. Masa' halusinasi di cium bos sendiri sih. Ashh malu aku😣😵." ucapnya sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal


Keesokan harinya


"mbak ini kok pagi pagi kantor udah rame begini ada apa ya..? Aku ngak telat kan hari ini..?" tanya april pada yuri


"ngak kok pril, hari ini anak pertama dari president Kim akan berkunjung kesini, jadi semua karyawan sudah berangkat pagi" jelas yuri


"syukurlah, aku tidak terlambat. Umm, berarti yang datang nanti adalah kakak pak taehyung ya ..?"


"iya pril, tapi pak taehyung dan kakaknya bukan saudara kandung jadi hubungan mereka tidak terlalu dekat seperti kebanyakan saudara pada umumnya. " bisiknya


"maksud mbak yuri , mereka itu saudara  tiri gitu"


"ya begitulah pril."


Tiba tiba pintu depan kantor pun mulai rame dengan beberapa karyawan yang ingin menyambut anak pertama dari president Kim. 


"kalau boleh tau nama beliau siapa mbak..?"


"namanya kim soekjin pril. Dia adalah ceo dari KIM GROUP CORPORATION 1 yang ada di Amerika. "


April menganguk keapalanya paham. Tak lama kemudian Kim soekjin beserta beberapa sekertarisnya berjalan menyusuri setiap lorong kantor dengan kaki jenjangnya. Rombongan kim soekjin pun melewati rauangan divisi april.



"ya ampun ganteng sekali pak jin" ucap yuri


"ingat mbak dirumah ada anak yang masih kecil hehe" goda april


"huftt, andai saja mbak belum nikah dan belum punya anak pril, mungkin sekarang mbak akan menjadi salah satu fans terbesar dari keluarga kim"


"memang tampan sih kedua bersaudara itu, namun aku tidak menyangka kalau mereka bukan saudara kandung selama ini" batin april


Saat kim soekjin melewati ruangan divisi desain tanpa sengaja mata mereka (april dan soekjin) bertemu untuk beberapa saat. Para staff termasuk april membungkukan badannya untuk memberi hormat


"bagus juga kerjamu .." puji soekjin pada taehyung namun masih memperlihatkan rasa bencinya sedikit


"ngapain kakak kesini..?" tanya taehyung dengan dingin


"kalau kakak datang hanya untuk menghujatku lebih baik kakak tidak kesini" ucap taehyung


"ingat ya , kamu hanya anak haram yang seharusnya tidak ada di bumi ini. Lihatlah dirimu , sekarang babu cupu sudah berubah menjadi singa yang bertahta. Wow bisa  sadar ngak sih apa yang lo dapatkan sekarang adalah keberuntungan yang sementara. Suatu hari nanti akan ada saatnya semua yang kamu dapatkan sekarang berpindah sempurna di tanganku"


"dari dulu aku ngak pernah berharap untuk menerima semua ini kak. Dari dulu aku juga ngak pernah marah dan ngak pernah iri dengan semua kemewahan yang kakak dapatkan dari keluarga . Tapi kenapa kakak selalu saja mengagapku salah. Kalau memang kakak mengiginkan semua ini , ambil saja kak. Ambil semuanya"


"munafik kamu, sampai kapan pun aku tetap membencimu. gara gara kamu ibuku meninggal, dan gara gara kehadiranmu juga di tengah2 keluarga kami, kakek yang dulu sangat menyayangi aku sekarang sudah tidak sayang denganku. Kau sumber masalah di keluarga"


"cukup kak, sudah hentikan semua ini. Kakak tidak pernah tau apa yang aku rasakan selama ini. Yang kakak tau hanya menghujatku dan selalu mengagap aku salah. Aku juga tidak mau dilahirkan seperti ini. Aku juga ingin punya keluarga yang utuh dan meyayangiku layaknya seorang manusia. "


"tapi sayangnya kami tidak akan pernah menerima kamu sampai kapanpun, ingat itu! "


Soekjin melangkahkan kaki keluar dari ruangan taehyung.


"kapan kakak bisa menerimaku..? Setelah semua perlakuan buruk yang kalian lakukan selama ini padaku tidak pernah sekalipun aku membenci kalian. Aku masih mengangap kalian semua keluarga. Sampai kapan kakak akan terus seperti ini. Aku bukan anak haram kak , aku ingin kakak melihatku sebagai adik bukan sebagai parasit" ucap taehyung dengan sedih


Taehyung adalah anak dari istri kedua ayahnya. Namun,keluarga besar kim tidak pernah bisa menerima kehadiran taehyung dan ibunya kecuali kakek nya . Ayah dan ibu taehyung sudah meninggal sejak ia masih berumur 10 tahun. Dan pada saat itulah hari hari menyedihkan dan menyakitkan selalu ia dapatkan di keluarga itu.


Taehyung selalu di anggap sebagai anak haram dan pembawa sial. Untung saja masih ada 1 orang yang peduli dengannya waktu itu. Dia adalah sang kakek . Kakeknya selalu mengajaknya bermain dan menemani taehyung saat sedang mengalami masa sulit.


Kakak tiri taehyung yang bernama soekjin selalu saja mengusi bahkan tak segan segan memukul taehyung saat ia masih kecil. Bukan hanya soekjin namun ibu tirinya (ibu kandung soekjin) pun juga pernah melakukan perbuatan yang buruk kepada taehyung waktu itu. Saat kakek mereka sedang ada pekerjaan di luar negeri taehyung selalu di kunci di gudang yang gelap tanpa di beri makan sedikit pun. Mereka tak pernah memperlakukan taehyung layaknya manusia.


Saat berumur 18 tahun taehyung memiliki seorang  teman baik yang bernama Park jimin anak dari salah satu kolega besar kakeknya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama dan saling bertukar pikiran. Jimin juga sudah tau lika liku kehidupan yang taehyung alami. Disaat taehyung mendapatkan perlakuan buruk dari kakak dan ibu tirinya , jimin selalu ada di sisinya dan mencoba menguatkannya.


Namun kesedihan sepertinya tak henti hentinya di dapatkan oleh taehyung. Saat mereka berusia 21 tahun jimin meninggal dunia akibat penyakit tumor di otaknya. rasa kehilangan pun sangat di rasakan oleh taehyung . Dia sudah tidak punya sosok teman yang selalu menjadi perisai dalam hidupnya. Bertepatan pada tahun itu juga ibu tirinya meninggal akibat depresi berkepanjangan. Hal itu justru membuat jin semakin marah dan benci kepada taehyung. Karena, ia mengangap bahwa sumber kematian ibunya adalah dari taehyung.


Kakek taehyung juga semakin bertambah tua, di tahun ini umur kakeknya sudah menginjak 85 tahun. Dan sekarang pekerjaan sudah mulai di alihkan ke taehyung dan jin. Walaupun saat itu taehyung sempat menolak untuk menerima pekerjaan dari kakeknya namun, ia mau tidak mau harus meneruskan bisnis yang sudah di kelola kakeknya. Itung itung sebagai balas budi baik untuk kakeknya karena sudah baik dan menerimannya di keluarga besar kim.


Back to story~


"pril proposal mu udah selesai ..?" tanya yuri


"sedikit lagi mbak selesai, tinggal nambah beberapa konsep lagi"


"oya pril, mbak kan setelah ini juga udah selesai. nah boleh ngak kalau nanti sekalian mintain ttd ke pak taehyung. Soalnya banyak dokumen yang harus mbak kebut hari ini"


"iya mbak boleh kok. Nanti sekalian tak mintakan"


"terima kasih ya pril"


"sama sama mbak" april dan yuri berusaha semaksimal mungkin untuk proposal itu. Beberapa jam kemudian april menuju ruangan taehyung untuk menandatangani proposal. Sesampainya di depan ruangan  ia mengetuk pintu beberapa kali namun tidak kunjung ada balasan dari taehyung. Karena, april sudah sangat capek mengetuk pintu ia dengan pelahan lahan membuka pintunya dan masuk ke ruangan tersebut.


Saat sudah di dalam ternyata april melihat taehyung sedang tertidur di sofa .



April pun bingung antara ingin membangunkan atau ingin menunggu bosnya itu sampai bangun.


"ya ampun pak taehyung tidur aja cakep banget. Pengen banget nyubit pipinya itu hehe" ucap pelan april


April menatap wajah bossnya itu dengan sangat lekat. Tanpa sadar ia sudah terpesona untuk beberapa kalinya. Jantungnya sudah mulai  berdetak tidak normal. Senyum pun tidak lepas dari bibir april


"pasti pak taehyung capek banget , sampai ketiduran gitu di kantor. Umm, bulu matanya sangat panjang sekali." puji april tanpa sadar


Bersambung...