
23:00⏰
"tolong jangan pergi dari sini jim, aku mohon tetap di sisiku. Aku butuh uluran tangamu" ucap taehyung dalam mimpinya
"Ikhlaskan aku disini tae, lepaskan aku . Aku yakin kamu akan mendapatkan kebahagian dalam hidupmu setelah ini. Dia sudah datang tae, dia sudah dekat denganmu, dia akan mengantikan ku untuk menjagamu. Dia akan membuatmu bahagia tae. Berbahagialah.." ucap jimin dalam mimpi taehyung
"Dia siapa jim yang kau maksud..? "
"aku harus segera pergi tae, jaga baik baik dirimu. Jadilah sahabatku yang kuat seperti sebelumnya. Ingatlah aku selalu ada di hatimu. Aku akan selalu melindungimu dari kejauhan" Bayangan jimin pun sedikit demi sedikit menghilang
"tidaaaak...jim.. Tidaaakkkkkk" teriak taehyung bangun dari mimpi. Taehyung mengusap wajahnya kasar.
"kenapa aku selalu mimpi yang sama di setiap harinya. Dan dia yang di maksud jimin dalam mimpi itu siapa..?" ucap taehyung dengan kebingungan
Taehyung mencoba melihat jam yang ada di sebelah kanannya. Jam menunjukkan 23.00 dan ternyata dia ketiduran setelah pulang dari kantor. Ia mengambil ponselnya di meja dan melihat banyak email masuk dari sekertarisnya.
Ternyata email tersebut berisi identitas dan beberapa artikel tentang april yang ia minta tadi siang ke sekertarisnya. Ia mulai membaca satu persatu tulisan itu dengan sangat teliti.
"sepertinya aku tidak asing dengan nama perusahaan ini" gumam taehyung saat membaca salah satu perusahaan yang bernama "MIN STYLE CORPORATION" .
Min Style Corporation adalah perusahan keluarga April yang dimana perusahaan tersebut menjadi rival bebuyutan dari perusahaan yang sekarang menjadi naungan taehyung. Kedua perusahaan tersebut pernah melakukan perselisihan sekitar 7 tahun yang lalu saat masa jabatan kakek taehyung. Itu sebabnya taehyung sedikit lupa akan perusahaan tersebut.
"apa hubungan karyawan baru itu dengan perusahaan ini..? Kenapa aku merasakan ada sesuatu diantara mereka" ucap taehyung menduga duga.
Keesokan harinya
"april ayo berangkat nanti angkutan umumnya keburu lewat" ucap siren kepada april
"sebentar ren.." teriak april dari dalam kamarnya
"kamu lagi apa sih pril" ucap siren sambil membuka kamar april. Siren terkejut saat melihat april yang belum bersiap sedikitpun . April masih memakai handuk mandinya dan sekarang ia sedang sibuk mengobrak abrik lemarinya mencari baju yang pantas untuk ia kenakan hari ini. Pasalnya, ia sudah mendapat complain dari taehyung kemarin kalau tidak mungkin ia sudah memakai baju yang biasanya ia pakai.
"ya ampun kamu masih belum pakai baju.." omel siren
"astaga siren, aku bingung mau pakai baju apa buat bekerja hari ini. Kemarin aja aku dapat complain dari ceo katanya fashion ku jelek, ya hari ini aku cuma mau buktikan kalau aku juga bisa memperbaiki fashionku. Umm tolong aku dong..please.."
"kenapa ngak bilang dari kemarin, yasudah pakai baju ku aja "
"benarkah,, uh terima kasih sayang.." ucap april dengan senang
Siren segera menuju kamarnya dan mengambil sepasang baju kerja untuk april.
Setelah itu mereka bergegas berangkat ke kantor bersama.
Sampainya di kantor april langsung diarahkan untuk menuju ruangannya. Dia pun sempat berkenalan dengan semua jajaran staff di divisinya. Karena perusahaan KIM mempunyai banyak target mulai dari rutinan dan tahunan dihari pertama bekerja nya april langsung mendapatkan banyak tugas.
Saat membuat suatu laporan tiba tiba salah satu staff bernama yuri meminta tolong kepada april untuk mengantarkan beberapa proposal agenda ke ruang CEO atau ruangan Taehyung. Sebenarnya april sedikit grogi untuk pergi keruangan taehyung . Entah kenapa ia juga tak tau penyebabnya. Namun, mengingat ia karyawan baru mau tidak mau ia harus menerima perintah dari yuri.
"ingat ya nanti kalau pak taehyung tanya tentang rencana lanjutan bilang saja kalau divisi kita sudah buat namun masih perlu banyak pertimbangan "
"umm,, baiklah. Kalau begitu saya kesana dulu mbak"
"semangat ya pril, oya pesanku kalau nanti pak taehyung marah kamu nunduk aja. Iya in semua yang dia bilang oke"
"udah nanti kamu juga tau hehe😳" ucap yuri dengan senyum bersalahnya
April segera menuju ruangan CEO dan mulai mengetuk pintu di depannya. Setelah orang di dalam menjawab dengan kata "Masuk" april perlahan membuka pintu itu. Dapat dilihatnya ruangan taehyung yang sepi dan hanya ada taehyung dan april disana.
Taehyung tak luput melihat secara intens april yang berjalan mendekat kearahnya. Sementara , april hanya bisa menundukkan kepalanya gugup.
"sebenarnya yang kamu lihat di lantai itu apa..? Kamu sedang mencari uang koin yang hilang..?" tanya taehyung dengan begitu dingin
April reflek menegakkan kepalanya dan menatap kearah taehyung. Bisa dilihatnya wajah tampan dengan tatapan yang menusuk sampai jantung sedang mengarah padanya sekarang. Mereka berdua saling tatap menatap untuk beberapa saat.
"ya tuhan, bohong kalau aku tidak terpana dengan ketampanan bos ku ini. Bohong kalau jantungku tidak berdetak kencang saat ini. Astaga apa yang terjadi denganku saat ini..? A..aku..." Batin april
"kamu ada keperluan apa datang kesini..? Cepet selesaikan tugasmu dan segera keluar dari ruangan saya"
"huh😥 sayang punya wajah tampan tapi memiliki watak yang super dingin . Sayang sekali " batin april
"umm,, saya membawa beberapa Proposal agenda dari divisi kami pak" ucapnya sambil memberikannya ke taehyung. Taehyung pun langsung membaca dan memeriksa proposal tersebut dengan sangat teliti.
"yakin kalau divisi kalian sudah mengecek semuanya dengan benar..?" tanya taehyung sambil membolak balikan kertas itu
"iya pak.."
"oke, sekarang ada 1 pertanyaan sebelum saya menandatangani proposal ini. Umm, apa yang akan menjadi rencana kedua untuk agenda kalian setelah ini. Apakah kalian sudah membuat beberapa solusi dari kemungkinan kendala yang akan terjadi saat project itu berlangsung"
"kami sudah punya pak, namun kami masih menimbang dan mencari beberapa alternatif lainnya agar nanti semua bisa sesuai dengan apa yang kami targetkan sebelumnya"
"Brakkkk.." taehyung tiba tiba mengebrak meja
"kenapa kalian belum menfix kan..? Sudah saya bilang kalau semua belum fix proposal belum bisa di tandatangani. Dan berapa kali saya bilang kalau jangan pernah mencari saya kalau semuanya belum selesai" tegasnya
"ya mana saya tau pak, kan saya pegawai baru heh😠" batin april mulai kesal
"maafkan kami pak.." akhirnya april mengalah pada ucapan taehyung
"keluar dari ruangan saya" ucap taehyung
"t..tapi pak proposalnya.."
Taehyung dengan teganya membuang proposal itu ke tempat sampah yang ada di dekatnya. April yang melihat itu hanya bisa melihat dengan pasrah.
"ya ampun kejam banget sih ni orang. Ngak bisa menghargai sedikit gitu usaha orang lain" batin april
"keluar.." ucap taehyung untuk kedua kalinya
"sepertinya aku tau kenapa mbak yuri tadi bilang begitu. Huh dasar boss devil, sungguh tak punya hati nurani. Bisa bisanya dia membuang proposal itu dengan seenak jidatnya." omel april dalam hati
Mau tidak mau april keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke ruangan divisinya dengan perasaan campur aduk.
Bersambung...