
"Hari ini aku sudah lupa dengan diriku, hari ini aku sudah benci dengan diriku sendiri. Dengan tangan dan tubuh ini aku mulai membenci semuanya. Aku kehilangan dia untuk selamanya...dia yang sangat mengerti dan memahami ku. Dia bukan sebatas nama belaka namun dia adalah segalanya dalam hidupku. Sahabat mintalah pada tuhan agar aku dihukum nya karena tidak bisa menjagamu. Sahabat mintalah kepada tuhan untuk membunuhku sekalian agar aku bisa melihatmu lagi dan bisa tersenyum lagi. Aku payah , aku bodoh , mana mungkin aku kehilangan dirimu. Sungguh hidupku hancur kini semua tak sesempurna yang dulu. Sekarang hanya ada aku dan penyesalanku."
Author pov ~
Taehyung merasa sedih saat ini. dia kehilangan sosok sahabat yang sangat ia sayangi. Jimin adalah nama pria itu, dia adalah satu satunya sahabat yang di punya oleh taehyung. Jimin harus meninggal di usianya yang masih sangat muda karena sebuah sakit yang di deritanya. Pertemanan mereka ibaratkan tali yang tak kan pernah putus. Taehyung kehilangan jati diri setelah kepergian jimin yang begitu cepat. Karena jimin lah orang yang di percaya dan di sayangi taehyung melebihi keluarganya sendiri. Darah, keringat, dan air mata menjadi saksi kehidupan tragis taehyung. Dia merasa dari kecil ia selalu saja tidak beruntung dan selalu mengalami hal yang buruk.
"Aku yakin setelah ini aku akan lebih sengsara lagi setelah kepergianmu. Kenapa kamu harus pergi kenapa tuhan tidak memilihku saja untuk menjadi pengantimu. Kenapa bukan aku yang mati ...kenapa bukan aku saja yang menderita ..lagipula menderita seperti ini sudah biasa bagiku. Kumohon tuhan kembalikan sahabatku biarkan aku yang mengantikan posisinya di sampingmu. Aku sudah cukup menderita sekarang. Aku sudah cukup tersakiti sekarang. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya di kehidupanku tanpa dia. Kumohon dengarkan suaraku..kumohon..."
Bersambung. ..