
"pasti pak taehyung capek banget , sampai ketiduran gitu di kantor. Umm, bulu matanya sangat panjang sekali." puji april tanpa sadar
Saat sedang mengamati wajah taehyung diam diam april dikejutkan dengan suara taehyung dengan posisi mata yang masih tertutup
"sudah puas mengamati wajah saya..?" tanyanya
April yang ketangkap basah hanya bisa canggung dan segera meminta maaf. "maafkan saya pak, tadi saya hanya ingin membangunkan bapak saja ,,umm maafkan saya "
Taehyung membuka matanya dan mengubah posisinya menjadi duduk tegap. "ada urusan apa keruangan saya..? dan kenapa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk.." tanya taehyung dengan raut wajah mengintimitasi
"maaf pak bukan saya tidak sopan atau bagaimana tapi tadi saya sudah beberapa kali mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban dari bapak jadi, saya masuk saja. Umm, saya membawa proposal agenda pak " ucapnya sambil memberikan proposal itu.
Lembar demi lembar mulai di baca oleh taehyung. "Apakah sudah punya Plan B ...?" tanyanya sambil membolak balik proposal itu
"sudah pak , jadi dalam agenda kami nanti............" april menjelaskan satu persatu konsep acaranya dengan sangat rinci.
"baiklah saya setuju dengan konsepnya, saya harap hasilnya nanti sesuai dengan target awal" ucapnya sambil menandatangani
"syukurlah, kami akan berusaha semaksimal mungkin pak, umn kalau begitu saya izin melanjutkan kerja lagi pak" ucap april . Taehyung hanya mengangukkan kepala mengiyakan.
♡♡♡
Jam sudah menujukkan pukul 20.00 sudah waktunya para karyawan KIM GROUP CORPORATION 2 pulang ke rumah masing masing.
"ayo pril pulang.." ajak siren . mereka mulai berjalan dengan sedikit santai sambil melihat indahnya jalanan kota saat malam hari.
"ren, sepertinya kita harus mampir ke supermarket dulu untuk membeli beberapa persediaan makanan dan perabotan bulanan "
"baiklah.."
Mereka membeli beberapa persedian untuk kebutuhan 1 bulan mendatang. Setelah mendapat semua yang mereka segera menuju kekasir untuk membayar semuanya. Karena, hari semakin larut mereka segera pulang dan beristirahat.
Keesokan harinya~
"mbak yuri, nanti aku izin keluar sebentar ya saat jam istirahat" ucap taehyung
"emangnya mau kemana pril, tumben jam istirahat makan diluar"
"bukan makan diluar sih mbak, hari ini aku mau pergi ke makam nenek ku "
"oh , yasudah gapapa. Nanti kalau ketua direksi tanya mbak izinkan"
"makasih ya mbak.."
Setelah jam istirahat tiba april srgera menuju sebuah pemakaman dengan membawa sebuket bunga lili kesayangan mendiam neneknya.
Ia mulai mencabuti beberapa rumput dan membersihkan dedaunan kering yang jatuh di atas makam .
"siang nek, maaf ya hari ini april baru bisa datang untuk menjenguk nenek. Bagaimana nenek bahagia kan disana..?" ucapnya sambil meletakkan bunga
"selama ini aku merindukan nenek , aku juga sangat rindu suasana rumah yang dulu. Setelah nenek tidak ada, ibu masih sama seperti dulu. Bahkan sepertinya ibu semakin membenciku nek hiks.. Kenapa ibu sangat membenciku nek, dan kenapa aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibu seperti yang di dapat kak suga dan kak hera. " ucapnya sedikit merintih
"aku masih bertanya tanya kenapa selama ini tidak pernah berubah, apakah benar aku adalah penyebab kematian ayah nek..? Apakah aku yang bersalah disini..? Aku ingin sekali bisa merasakan pelukan ibu nek walaupun hanya satu kali saja, bahkan sampai sekarang semua yang ku lakukan hanya menjadi sebuah kesiasiaan saja. Tapi, aku masih ingat pesan nenek yang dulu kok, kalau aku harus tetap mencintai dan menghormati ibu walaupun banyak kepedihan yang kualami. Aku akan terus mengingat itu semua nek. Karena , hanya dengan pesan yang berharga itu sampai sekarang aku masih bisa bertahan, terima kasih"
Ternyata di pemakaman tersebut bukan hanya april saja yang datang. Di dekat letak tempat makam nenek april ternyata putra pertama president kim yaitu kim soekjin juga datang untuk mengunjungi makam ibunya.
Dia sempat mendengar hampir semua ucapan april tadi. Ia sesekali membalikkan badan dan melihat ke arahnya. Jin yang notabennya seorang pria yang tidak tega melihat wanita menangis ia pun berjalan mendekati april dan memberikan sapu tangannya untuk menghapus air matanya.
April kaget dengan sapu tangan yang tiba tiba ada di depannya. Ia melihat ke atas melihat siapa sosok yang memberikan sapu tangan itu padanya.
"anda..?" ucap april sambil mencoba berdiri.
Jin memberikan sapu tangan itu, dan april menerimanya. "tidak baik menangis di pemakaman " ujarnya.
"saya hanya terbawa suasana saja. Maaf apabila tangisan saya tadi mengangu anda.." . Jin hanya tersenyum paham dengan keadaan april sekarang. "lebih baik kita ngobrol sebentar di sebuah kafe sekalian makan siang" ajaknya
"maaf , saya harus segera ke kantor setelah ini" tolaknya dengan sopan.
"aku pernah melihatmu di kantor adikku kemarin, dan pastinya kamu adalah salah satu karyawan disana. Sudah tidak apa kita makan siang dulu"
"baiklah, "
Mereka berdua menuju ke sebuah caffe dan memesan makanan. Dalam sela sela menunggu makanan mereka sempat ngobrol satu sama lain
"kamu sudah lama bekerja di kantor kami..?"
"belum lama pak , mungkin baru 3 hari ini"
Tak lama kemudian pesanan sampai di meja, mereka pun segera memakannya.
Setelah selesai makan siang bersama jin memutuskan untuk memberikan tumpangan april menuju kantor. Walaupun april sempat menolaknya namun jin sendiri kekeh ingin sekali mengantarkan april.
"terima kasih pak sudah memberikan saya tumpangan " ucap april setelah mobil yang mereka tumpangi telah sampai di kantor
"iya sama sama, semangat bekerja dan berikan hasil yang baik untuk perusahaan kami"
"baik pak, umm kalau begitu saya masuk dulu pak"
Jin mengangukkan kepalannya.
"sekertaris kong aku ingin kamu cari tau tentang gadis tadi"
"baik pak akan segera saya kerjakan"
21.21
KIM GROUP CORPORATION 2
"pril kamu sudah selesai belum..? Yuk pulang" ajak siren
"kamu pulang duluan aja ren, nanti aku nyusul deh. Pekerjaan ku tinggal sedikit kok"
"kalau tinggal sedikit biar aku tunggu aja "
"ngak usah ren, lagian aku tau hari ini drama korea kesukaan kamu tayang perdana. Udah lebih baik pulang dulu sana"
"tapi kamu gapapa emangnya di kantor sendirian..?"
"gapapa kok, lagian aku juga pernah lembur di kantor sekali"
"yasudah deh , aku pulang dulu pril"
"umm, baiklah hati hati di jalan"
Siren pulang duluan dan april melanjutkan pekerjaannya.
Tak membutuhkan waktu lama lama april sudah menyelesaiakn semua pekerjaannya hari ini dan ia bergegas merapikan barang2 nya sebelum kejadian mati lampu waktu itu terulang kembali.
Saat sedang berjalan di koridor yang sekarang sudah sepi april mendengar suara keras dari dalam ruangan taehyung. Karena april suka penasaran ia mencoba memberanikan dirinya untuk melihat ke arah sumber suara itu.
Ia mencoba mengetuk pintu taehyung namun tidak ada jawaban dari dalam. " sepertinya aku hanya salah dengar saja" ucapnya. Lalu ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu namun saat baru melangkah sedikit suara itu terdengar lagi.
Dengan sedikit keberanian april memutuskan untuk membuka ruangan taehyung. Saat memasuki ruangan, ia tak melihat siapa pun disana . Saat membalikkan badannya tiba tiba taehyung sudah ada di depannya.
"p..pak taehyung.." ucap april dengan gagap
Tiba tiba taehyung memeluk april dengan badan yang sedikit bergetar seperti sedang menahan tangis.
"pak..pak taehyung. Anda baik baik saja kan..?" tanya april
"kenapa saya selalu diperlakukan seperti ini..? Kenapa saya tidak pernah merasakan hidup sebagai manusia. Lebih baik saya tidak pernah dilahirkan daripada seumur hidup saya hanya ada penderitaan dan kebencian dari mereka hiks.." ucap taehyung mulai menangis
"sepertinya pak taehyung sedang mabuk.." batin april sambil menepuk pelan pundak taehyung mencoba menenangkan
April mencoba menelpon sekertaris pribadi taehyung untuk membawa taehyung pulang.
"ha..? Ke china ..?"
"iya nona saya tadi siang ditugaskan pak taehyung untuk mengurus pekerjaan disini. Ada apa ya kalau saya boleh tau"
"gini pak, saya menemukan pak taehyung sedang mabuk di kantor. Sementara kantor sekarang sudah sepi jadi, saya bingung harus bagaimana"
"lebih baik nona bawa pak taehyung ke apartemennya saja nanti saya kasih alamatnya"
"t..tapi saya"
"minta tolong ya nona, selain anda tidak ada lagi yang bisa menolong pak taehyung sekarang. Saya mohon"
"baiklah pak..segera ya pak alamatnya dikirimkan ke saya"
April menutup telpon dan tak lama kemudian sekertaris taehyung sudah mengirimkan alamat apartemennya.
Bersambung...