FLOWS

FLOWS
Chapter 4


"gimana pril proposalnya..?" tanya yuri


"maaf ya mbak, proposalnya di tolak mentah mentah sama pak taehyung" ucapnya dengan nada sedih


"sudah kuduga akan kejadian seperti ini" ucap yuri biasa


"trus bagaimana mbak dengan project nya.."


"lebih baik kita bagi aja menjadi 3 pelaksana, aku bagian project A, sungjae project B dan kamu project C bagaimana..?"


"aku setuju tuh.." ucap sungjae


"tapi mbak aku kan masih karyawan baru jadi kalau langsung dapat project bukankah akan menyulitkan"


"tidak pril aku mbak percaya kok sama kamu. Lagipula kalau project yang kamu pegang ini sukses kamu bisa memenuhi syarat dari pak taehyung"


"kok mbak bisa tau kalau aku dapat syarat dari pak taehyung"


"ya taulah pril, kita semua dulu juga gitu.." jelas sungjae


"ahahah aku kira aku aja mas yang dapat syarat itu hehe. Syukurlah aku sedikit lega kalau begitu"


"umm,, ingat pril jangan pernah buat kesalahan di kantor walau sedikit saja karena pak taehyung itu super perfect dalam bekerja. "


"emang kelihatannya seperti itu sih" batin april


"di tambah lagi ancaman hukuman nya adalah di pecat " tambah sungjae


"aduh, kayaknya aku udah masuk kandang macan nih mbak mas..hehe" ucap april


"ahaha, tapi so far pak taehyung baik kok pril. Waktu itu pernah ada kejadian yang menimpa salah satu karyawan nah pak taehyung dengan sigapnya turun tangan sendiri untuk membantu menyelesaikan masalahnya"


"aku tau sebenarnya dibalik sifatnya yang galas dan tegas itu banyak kebaikan dalam hatinya" batin april


"ehem..ehem.. Kalian mau kerja atau mau ngrumpi sebenarnya" ucap ketua divisi mereka saat mereka sedang asiknya berbicara


"maaf bu maaf.."


"cepat selesaikan pekerjaan kalian"


"iya bu" jawab mereka kompak


21:00🕘


Malam ini april memutuskan untuk bergadang di kantor, ia tak mau menunda2 pekerjaannya . Ia ingin segera menyelesaikan project hingga sukses agar syarat dari taehyung bisa terpenuhi.


"mbak yuri, april aku pulang dulu ya " ucap sungjae


"iya hati hati dijalan mas.." jawab april


"pril kamu masih ngerjain project tadi..?" tanya yuri


"iya mbak biar cepet selesai"


"astaga, kan bisa dikerjakan besok. Lagipula deadline masih 4 hari lagi "


"aku belum tenang mbak kalau masih ada pekerjaan yang belum selesai"


"yasudah mbak pulang dulu ya , soalnya anak mbak di rumah kasian nunggu kemaleman"


"iya mbak gapapa duluan aja , oh ya salam ya buat anaknya mbak"


"iya , kamu disini berani kan pril sendirian..?"


"umm, berani kok mbak asalkan lampunya selalu nyala"


"okelah kalau begitu bye.."


"bye.. Hati hati mbak.."


Finally, sekarang hanya april yang berada di kantor sekarang. Sebenarnya april adalah seorang yang penakut tapi rasa takutnya ia tahan untuk sementara waktu minimal untuk malam ini saja  mengingat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan olehnya.


Saat sedang asik2 mengetik tiba tiba lampu yang ada di kantor semuanya mati . Oke,  sekarang jantung april sudah berdetak tidak karuan, dan pikiran negatif sudah memenuhi otaknya.


"astaga kenapa pakai mati segala sih lampunya" gerutu april


Dia segera meraba ponselnya dan menghidupkan senter untuk pencahayaannya.


"aduh mana kebelet pipis  lagi " lanjut april


Karena ia adalah tipe wanita yang tidak bisa menahan rasa ingin buang air kecil ia mau tidak mau harus memberanikan diri untuk menuju kamar mandi. Dengan harapan listrik juga akan segera menyala.


Langkah demi langkah ia lakukan untuk menuju ke kamar mandi itu. Matanya sedari tadi juga tidak lepas untuk selalu waspada menengok depan dan belakang. Tiba tiba saat berjalan pundak april ada yang memegang.


"oh ya tuhan, aku ..aku masih mau hidup" batin april ketakutan


"maaf saya mau ketoilet sebentar , nanti kalau sudah selesai saya janji akan segera pulang. Saga mohon lepaskan saya. Saya janji ngak bakal gangu kamu. " ucap april sambil memejamkan matanya erat


"ha..? Kok suaranya kaya kenal..." ucap april


April memutuskan untuk membalikkan badannya dan melihat orang yang menepuk pundaknya. Saat berbalik badan dan mengarahkan senter ke arah orang itu ternyata dia adalah Taehyung.



"ya ampun pak ngagetin saya aja deh.. Hufttt😧"


"kamu ngapain jam segini masih di kantor..?" tanya taehyung


"s..saya lembur pak "


"ngapain kan saya ngak nyuruh kamu buat lembur"


"ya emang bapak ngak nyuruh tapi saya ingin segera menyelesaikan pekerjaan saya pak. Bapak sendiri ngapain juga masih disini..?"


"bukan urusan kamu, lagipula ini kan kantor saya terserah saya mau pulang jam berapa"


"heemmm iya deh .."


"kamu mau ketoilet ..?" ucap nya dengan singkat


"umm, ii...iya pak hehe" jawab april dengan canggung


"yasudah biar saya temani"


"eh eh eh , ngak usah pak . Saya bisa sendiri kok"


"yakin..? Trus ngapain daritadi ngak masuk2 "


"ya karena umm, ah udahlah . Saya takut makanya daritadi ngak masuk masuk"


"mangkannya jangan sok nolak niat baik saya. Udah sini saya temani setelah itu kita cari saklar listrik bersama sama . Tenang saja nanti saya tunggu di luar kok ngak bakal ngintip kamu " ucap taehyung sambil mengandeng tangan april untuk masuk kamar mandi


April pun hanya nurut dan entah kenapa ada perasaan aneh yang muncul bersamaan saat taehyung mengandeng tangannya.


"bapak jangan kemana mana ya , saya takut beneran ini " ucapnya takut


"iya , " jawab taehyung dengan singkatnya


Tak lama kemudian april telah selesai dan segera keluar menuju tempat taehyung menunggunya tadi.


"sudah pak ayo segera keluar.."


Mereka pun keluar dari kamar mandi dan segera berjalan bersama menuju tempat saklar listrik berada. Namun karena baterai ponsel mereka berdua sama sama low bath belum berhasil menemukan saklar,  ponsel mereka sudah mati. Dan alhasil sekarang mereka tidak bisa apa2. Salah satu pencahayaan mereka sudah hilang .


"aduh pak gimana nih..?


"kamu pegangan tangan saya aja , kita berjalan sambil menyusuri tembok"


"baiklah, "


April memegang erat tangan taehyung dan mereka mulai berjalan perlahan dengan arahan tembok. Tiba tiba petir pun menyambar dengan sangat kencang malam ini. Seakan hari buruk terjadi pada mereka hari ini.


"Pyarrrr....glarrrrrr" suara petir menyambar


April yang mendengar suara petir yang keras itu pun tanpa sadar berhamburan memeluk tubuh taehyung dengan sangat erat. Ia sangat takut dengan yang namanya petir apalagi dengar suara yang begitu memekakan telinga.


Taehyung pun hanya kaget dengan tindakan april ini, anehnya taehyung tidak menolak pelukan april yang tiba tiba tersebut. Justru taehyung membalas pelukan april dengan begitu erat juga. Sesekali mengelus kepala april dan mencoba menenangkannya.


Biasanya kalau ada perempuan yang berani memegang taehyung sedikit saja taehyung akan menghindar bahkan akan mendorong wanita itu dengan egoisnya namun beda halnya dengan taehyung malam ini. Entah kenapa ia merasa begitu hangat dan mau membalas pelukan april


"hiks.." terdengar suara isak tangis april di sela sela pelukan mereka


"syuttt.. Sudah tidak apa itu hanya petir biasa " ucap taehyung dengan begitu lembut


"saya takut..hiks.."


"sudah sudah jangan menangis lagi  , saya akan menjagamu.."


Taehyung menuntun april menuju sebuah sofa di sekitar mereka. Taehyung juga tidak melepaskan pelukannya dari april. Setelah mereka duduk di sofa itu taehyung sedikit demi sedikit mencoba untuk melepaskan pelukannya. Setelab pelukan itu terlepas sempurna taehyung mencoba menatap wajah april dalam kegelapan itu namun wajah ayu april masih bisa dilihatnya walaupun remang remang.


"maaf pak saya telah merepotkan " ucap april dengan sedikit sesegukkan


"hn, " jawabnya singkat sambil terus menatap wajah april yang menunduk


Tiba tiba tangan taehyung terulur maju menyentuh wajah april , sehingga sekarang mereka sudah saling menatap satu sama lain. Tanpa sadar taehyung mendekatkan wajahnya ke arah april dan kemudian


"cup.."


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir april. Ya, taehyung telah mencium april malam ini. April pun terkejut dengan tindakan boss nya itu, ia hanya bisa membulatkan matanya  sedangkan taehyung memejamkan matanya .


Bersambung。。