FLOWS

FLOWS
Chapter 7


"lebih baik nona bawa pak taehyung ke apartemennya saja nanti saya kasih alamatnya"


"t..tapi saya"


"minta tolong ya nona, selain anda tidak ada lagi yang bisa menolong pak taehyung sekarang. Saya mohon"


"baiklah pak..segera ya pak alamatnya dikirimkan ke saya"


April menutup telpon dan tak lama kemudian sekertaris taehyung sudah mengirimkan alamat apartemennya.



"aduh pak taehyung berat banget.." april membantu memapah taehyung masuk ke apartemennya. Setelah pintunya terbuka ia segera membawa taehyung masuk.



"ini kamar bapak dimana ..?" tanyanya . Taehyung hanya menunjuk salah satu ruangan disana. Mereka berjalan tertatih setelah sampai di kamar taehyung april segera menidurkan taehyung di ranjang.



Ia pun tak lupa melepas sepatu , dan dasi taehyung agar pernapasannya saat  tidur tidak sesak.



"ya ampun kenapa bapak sampai mabuk seperti ini..? "



April mencoba melepaskan dasi taehyung secara pelan agar taehyung tidak terbangun. Saat dasi itu sudah lepas sempurna dari leher taehyung tiba tiba tangan kekarnya menarik tubuh april .



"pak..pak bangun pak.." ucapnya sambil menepuk nepuk pipi taehyung



Namun tidak ada jawaban dari taehyung.



" Pak lepasin saya nanti timbul fitnah lo" ucapnya lagi



"kenapa semua membenci saya..? Kenapa tidak ada kebahagiaan untuk saya selama ini. Apa salah saya ..?" tangis taehyung pecah lagi di sela pelukannya



"sepertinya pak taehyung memang sedang dalam keadaan yang tidak baik. Kenapa tadi pak taehyung bilang kebencian..? Memangnya siapa yang membencinya" batin april sambil menatap wajah tampan taehyung



Taehyung semakin mengeratkan pelukannya. Sesekali tanpa sadar tangannya mulai mengusap pelan punggung april.



"umm, pak sadar pak.." ucap april



Tidak ada balasan lagi dari taehyung, sepertinya ia sudah lelap dalam tidurnya setelah menangis.



"astaga ini pak taehyung kenapa sih..? Dikira aku guling apa ya..? Mana kenceng banget lagi meluknya" batin april



April berusaha keras melepaskan pelukan boss tampannya  itu. Setelah pelukan nya agak longgar april bergegas melepasnya.



April menatap lagi wajah taehyung dengan hangat dan ia sempat kepikiran tentang ucapan taehyung sampai sampai membuat  taehyung menangis tadi.



![](contribute/fiction/1205493/markdown/3515278/1598329739881.jpg)



"sebenarnya apa yang terjadi dengan bapak..? Apakah sekarang bapak sedang mengalami hal sulit. Apakah sekarang hati dan tubuh bapak saling menghianati satu sama lain. Saya tau sekarang sebuah masalah sedang terjadi. Namun saya yakin anda bisa melalui ini semua . Saya tau anda orang yang kuat seperti yang orang lain lihat . " ucap april sembari mengelus rambut taehyung



Setelah itu april memutuskan untuk segera pulang karena tidak ingin membuat siren khawatir dengannya.



Disisi lain setelah april sudah keluar dari apartemen  taehyung mulai membuka matanya. Ternyata ia hanya pura pura tidur tadi. Ia juga mendengar semua ucapan april dengan jelas.



Sebenarnya walaupun ia mabuk tapi kadang ia masih bisa sedikit sadar dengan keadaan  sekitarnya. Ia juga sadar saat ia memeluk april tadi namun, entah kenapa ia juga tidak tau,  ia bisa memeluk april secara reflek dan lebih tak terduganya ia mengatakan semua isi hatinya tadi.



"aku tidak tau siapa kamu dan bahkan kita bahkan baru saja mengenal , tapi kenapa aku merasa nyaman dengannya. Dan kenapa aku dengan mudahnya terbuka dengannya. " ucap taehyung.



Taehyung mencoba merubah posisinya menjadi duduk dan bersender. Saat tangannya menyentuh sisi ranjang bagian kanan, tangannya merasakan sesuatu yang menganjal. Ia mulai melihatnya, ternyata itu adalah sebuah kalung.



"apakah ini kalungnya..?"



Keesokan harinya


"duh ada dimana ya..?" ucap april kebingungan


"pril yuk berangkat nanti telat lo" ajak siren


"sebentar ren aku masih cari sesuatu"


"kamu sedang cari apa sih..? Perasaan setiap pagi kamu pasti cari barang"


"aku mencari kalung ren, kalung yang biasanya aku pakai"


"memangnya kamu taruh dimana kemarin"


"perasaan aku ngak pernah lepas kalung itu ren, "


"coba deh lihat di kamar mandi mungkin jatuh saat kamu mandi"


"udah aku cari tapi ngak ada juga"


"yasudah kita berangkat kerja dulu pril, nanti sepulang kerja aku bantu cari. "


"yasudah deh.."


KIM GROUP CORPORATION 2


"kamu kenapa sih pril..? Mbak lihat kok kayaknya lesu banget. Kamu sakit ya..?" tanya yuri


"ngak kok mbak, cuma ada yang aku pikirkan aja"


"umm,, gini mbak kalung yang biasanya aku pakai hilang dan aku ngak tau sekarang ada dimana. Padahal itu adalah kalung peninggalan nenek ku"


"perasaan kemarin mbak masih lihat kamu memakai kalung itu pril waktu mbak pamit pulang kerja sama kamu .  Umm, mungkin kalung itu  jatuh saat di perjalanan pulang. Gini deh kapan kamu tau kalung itu sudah tidak ada di lehermu..?"


"saat aku selesai mandi tadi malam mbak  dan......oh Astaga. Jangan jangan.." ucapnya


"ada apa pril..kamu ingat sesuatu"


"aduh gimana ya jelasinnya.. Ummm ,  sebenarnya tadi malam saat aku mau pulang, aku denger sesuatu dari ruangan pak taehyung trus,  aku kira maling .  ternyata itu pak taehyung yang sedang mabuk. Aku coba telpon ke sekertarisnya ternyata dia dapat tugas dari pak taehyung untuk ke luar negeri . Nah di situ aku mau ngak mau harus nolongin pak taehyung buat bantuin dia sampai apartemen. Apa mungkin ya kalung aku jatuh disana..?"


"bisa jadi pril, coba kamu tanyakan ke pak taehyung . Mungkin beliau menemukan kalungmu"


"tapi mbak, aku grogi.."


"grogi kenapa..? Kan cuma tanya tentang kalung. Oh mbak tau sekarang, apa jangan jangan kamu suka ya sama pak taehyung..?"


"syuttt mbak kok ngomongnya keras gitu sih, nanti kalau ada yang dengar gimana. Bisa salah paham mereka. ngak lah mbak , aku ngak punya perasaan sama beliau. Lagipula aku sama pak taehyung ibarat langit dan bumi ahah"


"jangan bilang gitu, kita kan ngak tau takdir yang tuhan berikan pada kita. Mungkin aja pak taehyung itu jodoh kamu"


"mbak yuri mulai ngaco deh . Udah ah yuk kerja lagi"


"ada yang salting nih.."


"ih apaan sih mbak.."




"



kalung ini sangat bagus" ucap taehyung sambil melihat kalung yang ada di gengamannya



![](contribute/fiction/1205493/markdown/3515278/1598329739889.jpg)



Hari ini taehyung memutuskan untuk tidak pergi ke kantor , ia memilih bekerja di rumah saja.



Tak lama kemudian sekertaris taehyung masuk ke ruang kerjanya



"permisi pak, ini ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani"



Taehyung mulai membaca dokumen tersebut dengan teliti satu per satu dan mulai menanda tangani sebagian proposal yang sudah sesuai.



"oya tolong ambilkan dokumen map biru yang ada di kantor"



"baik pak, akan segera saya ambilkan, umm apakah ada hal lain lagi pak yang ingin anda tugaskan"



"nanti kalau ada orang yang mencari saya tolong bilang langsung datang ke rumah saja karena, hari ini saya malas ke kantor "



"tumben banget pak taehyung malas ke kantor..." batin sekertarisnya



"umn baiklah pak..kalau begitu saya permisi dulu"



Disisi lain~



"pak taehyung kemana ya kok diruangannya sepi.."ucap april



Tak lama kemudian ia melihat sekertaris taehyung berjalan ke arah ruangan taehyung. April mencoba menanyakan keberadaan taehyung lewat sekertarisnya



"maaf , mau tanya pak taehyung kemana ya..?"



"oh, pak taehyung tidak bisa  ke kantor hari ini "



"apakah beliau sakit..?"



"mungkin saja, tapi tadi dia bilang kalau sedang malas untuk ke kantor"



"malas..? Beneran pak taehyung bilang begitu..?"



"iya, kalau nona ada keperluan langsung ke apartemen nya saja. Karena, tadi beliau bilang seperti itu. "



"oh,, baiklah "



"kalau begitu saya masuk dulu, ada yang harus kerjakan"



"iya silahkan.."



Setelah sekertaris taehyung memasuki ruangan april pun kembali ke ruangannya juga.



"pak taehyung malas ke kantor..? Ahaha rasanya tidak mungkin orang sepertinya bisa malas dalam pekerjaan. Biasanya kan dia paling perfect dalam urusan kerja" ucap april pelan



Bersambung~