
"kalau nona ada keperluan langsung ke apartemen nya saja. Karena, tadi beliau bilang seperti itu. "
"oh,, baiklah "
"kalau begitu saya masuk dulu, ada yang harus kerjakan"
"iya silahkan.."
Setelah sekertaris taehyung memasuki ruangan april pun kembali ke ruangannya juga.
"pak taehyung malas ke kantor..? Ahaha rasanya tidak mungkin orang sepertinya bisa malas dalam pekerjaan. Biasanya kan dia paling perfect dalam urusan kerja" ucap april pelan
Malam harinya ~
Sepulang dari kantor april menuju apartemen taehyung untuk menanyakan kalungnya yang hilang. Saat sudah sampai di depan pintu ia tak kunjung memencet bel nya.
"mau mencet bel kok aku ragu banget ya" ucap april
April memberikan dirinya untuk memencet bel tersebut, tak lama kemudian taehyung datang dan membukakan pintunya.
"ada perlu apa..?" tanya taehyung to the point
"umn,, saya kesini ingin menanyakan sesuatu pak.."
"sesuatu apa..? Apakah ini ada kaitannya dengan pekerjaan..?"
April bingung mau menjawab apa, karena kedatangan kesitu hanya menanyakan tentang kalungnya bukan untuk urusan kerja.
"bukan pak, tapi.."
"kalau bukan tentang pekerjaan kamu boleh pergi sekarang"
"ha..? Tapi pak..saya ingin"
"maaf saya tidak punya waktu "
"pak tapi saya ingin mencari..."
Belum selesai april berbicara taehyung sudah menutup pintu tersebut.
"sepertinya kalung ku tidak ada disini ..hiks 😢. nenek maafkan aku tidak bisa menjaga kalung itu hiks.." ia mulai menetes air matanya sambil menyentuh dadanya tepat dimana kalungnya biasanya mengatung indah di lehernya.
Ia memutuskan untuk mencari di tempat lain, mungkin ia akan mencoba mencari di jalan yang semalam ia pernah lalui.
Sementara itu taehyung ternyata masih berdiri di depan pintu dengan menatap monitor kecil dan melihat april dari monitor tersebut. Taehyung melihat april menangis di depan pintu nya.
"seharusnya tadi aku mendengarkannya dulu" ucap taehyung dengan penuh penyesalan
Ia mencoba membuka pintunya kembali tapi saat membuka pintu april sudah tidak ada disana. Ia pun merasa bersalah sekarang. Ia mencoba menelpon sekertarisnya untuk mencari april dan mengikutinya.
"kemana lagi aku harus mencarinya hiks.." april sudah lelah sekarang. Sudah berjalan dengan sangat jauh dan bahkan ia belum makan sedari tadi . Ia bahkan buru2 menyelesaikan pekerjaan agar bisa segera mencari kalung itu.
Tiba tiba ponsel april berdering, ia pun melihat kontaknya . Ternyata yang menelpon adalah siren
"halo pril " ucapnya
"halo ren.." jawabnya dengan agak sedih
"pril, maaf tadi aku sudah mencari di seluruh penjuru kamar dan kamar mandi tapi kalung mu masih belum ketemu sampai sekarang"
"aku harus bagaimana ren, kalung itu adalah peninggalan nenek ku" ucapnya sedih air matanya pun sudah mulai menetes lagi
"pril kamu jangan sedih ya, sebentar aku coba cari lagi di sekitar kamar kamu dan ruang tamu. Mungkin aku bisa menemukannya disana. Please jangan sedih.."
"sudahlah ren kalau memang tidak ada sudah jangan di cari lagi . Mungkin memang sudah waktunya aku melepaskan nenek"
"pril kumohon jangan seperti ini, sebentar ya biar aku coba lagi .."
"terima kasih ren, sudah tidak apa . Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu. Sekarang kamu istirahat saja sebentar lagi aku akan pulang"
"tapi pril kamu.."
"sudah tidak apa, aku sudah mencoba untuk mengikhlaskan kalung itu ren. Maaf sudah merepotkan mu"
"tidak, pril aku masih.." telpon itu terputus
"maafkan aku ren, maafkan aku. Nek maaf aku tidak bisa menjaga kalung itu . Maafkan aku karena teralalu ceroboh akan sesuatu. Hiks. Ya tuhan bodoh sekali aku..hiks.."
April menangis sendirian sambil duduk di kursi taman . Tiba tiba ada seseorang yang mendatanginya dan memberikan sapu tangan kearahnya.
April mendonggakan kepala dan melihat orang tersebut
"pak taehyung.."
Ya orang itu adalah taehyung
Flashback~
"kemana dia sekarang..?" tanya nya pada sekertaris yang mengikuti april sedari tadi
"nona april sedang di sebuah taman dekat jalan tuan, tapi sepertinya ia sedang mencari sesuatu dan ia kelihatan sedang menangis"
"cari tau dia sedang mencari apa dan apa alasan ia menangis" perintahnya
"baik, saya akan coba lebih dekat dengan posisi nona april agar bisa mendengar suaranya dengan jelas "
Tak lama kemudian..
"dari yang saya dengar dari ucapan nona tadi , sepertinya dia mencari sebuah kalung pak "
"iya benar pak.."
Taehyung tiba tiba teringat dengan kalung yang tadi malam ia temukan di kasurnya. Ia pun mengeluarkan kalung itu dari kantong celananya dan melihat kalung itu sebentar
"apakah tadi kedatangannya kesini untuk mencari kalaung ini..?. " batin taehyung
"saya akan segera kesana, tolong awasi terus dia"
"baik pak"
Telpon mereka berakhir dan taehyung segera menuju ke taman tersebut untuk membalikkan kalung april
Flashback end~
"kenapa bapak ada disini...?" tanya april
Taehyung duduk di sebelah april dan memberikan sapu tangannya untuk mengusap air matanya.
"justru saya yang balik nanya sama kamu , ngapain kmau malam malam di sini..?"
"s..saya hanya mencari sesuatu pak."
"apakah kau mencari ini..?" taehyung mulai mengeluarkan kalung yang ada di kantongnya.
April yang melihat kalung itu langsung tersenyum lagi.
"kenapa kalung saya ada di bapak..?"
"tadi malam saat kamu mengantar saya ke apartemen kalung ini terjatuh di kasur saya" ucapnya sambil memberikan kalung itu
"hiks..terima kasih pak sudah menemukan kalung saya. Terima kasih.." ia mulai menangis lagi namun kali ini tangisnya ada tangisan bahagia
"sudah jangan menangis."
"maafkan saya terlalu cengeng, jujur saja ini adalah kalung kesayangan saya . Ini hadiah pertama yang saya dapat dari almarhumah nenek saya. Jadi, saya sangat sedih kalau kalaung ini hilang "
"oh jadi begitu,, sungguh wanita yang menarik" batin taehyung
"sekali lagi terima kasih pak "
"iya sama sama.. "
April segera memakai kalung tersebut dengan senyum yang merekah. Taehyung yang melihat april tersenyum seperti itu tiba tiba membuat jantungnya bergetar dan berdetak tidak normal seperti biasanya.
"ada apa denganku ini..? Kenapa aku jadi deg degan begini" batin taehyung
"umm, saya juga mengucapkan terima kasih karena telah membantu saya tadi malam. Kamu sudah mengantarkan saya pulang ke apartemen "
"iya ,sama sama pak. "
"saya juga minta maaf sama kamu. Mungkin kalau tadi malam kamu tidak menolong saya kamu sekarang tidak akan bersedih seperti ini"
"sudah tidak apa apa pak, lagipula kalung saya sudah ketemu kan" ucapnya sambil tersenyum
Faktanya senyum april tadi membuat taehyung kaget dan terpana akan kecantikannya.
"umm, pak.." ucap april sambil melambaikan tangan di depan wajah taehyung yang sedang melamun
"e...e..iya.." gugupnya
"kenapa bapak menatap saya seperti itu..? Di wajah saya ada sesuatu ya..?"
"ah bukan ..bukan. Tadi saya hanya kepikiran dengan pekerjaan "
"oh saya kira apa.. Kalau begitu saya pulang duku ya pak"
"emm...oh iya iya silahkan"
April berjalan menuju rumah siren. Sementara taehyung hanya merutuki dirinya sendiri karena bisa bisanya dia melamunkan april sang karyawan.
"sepertinya aku kebanyakan kerja , sampai sampai aku kurang fokus.."
Bersambung ....