
Malam Hari.
Sejak chat waktu itu kak Rangga tidak pernah mengirim chat lagi padaku.
Mungkin karena isi chatnya yang waktu itu sedikit kejam(Beraninya cuma Chat)
😞ntahlah Apa yang aku harapin sih sebenernya.Kalo kak Rangga beneran suka padaku harusnya makrab kemarin dia nembak aku donk.momen nya kan bagus banget.
Tapi apalah..Justru Yogi yang menyatakan suka padaku.
Aku pun masih bingung kenapa Yogi bisa suka padaku😖..
Tak lama Ponsel ku berbunyi.
"😕nomor baru lagi??? siapa yang yaaa..jangan-jangan" " aku berpkiri itu kak rangga.akupun menerima telfonnya.
"Hallo" jawabku pelan.
"Kirain udah bobok " tanya nya.
"Eh siapa ya? " Tanyaku ragu.
"Siapa ya" jawabnya.
-aku terdiam.Kok kayak Chat Kak Rangga waktu itu..apa bener kak Rangga .Tapi kok Suaranya beda" kataku dalam hati.
"Oiii kok diem ..halloooo ada orang enggak ya" ucapnya kencang.
-ah aku tau siapa😑- kataku dalam hati.
"Apa sih .Yogi kan" tanyaku pasti.
"Wah kok tau" jawabnya.
" cuma kamu yang punya logat begitu😖." Jawabku yakin.
"Seneng kan aku telfon" tanyanya PD.
"Enggak tuh" jawabku singkat.
"Uh jahat banget" ucapnya terdengar kecewa.
"Hape Baru ya?? Tanyaku.
"Enggak tuh..Hp lama kok" jawab Yogi.
"Katanya enggak punya Hape" tanyaku sambil memainkan boneka pandaku.
"Siapa bilang" tanya Yogi lagi.
"Hmmm..Ngapain malam-malam telfon" tanyaku.
"Kangen aja " jawabnya singkat.
"🙄apa sih..udah malam nih tidur sana! Ucapku .
Tau-tau telfon dari Yogi Mati.
Tak lama Yogi mengirim pesan.
"Sorry batres habis cins" tulisnya.
"Oke deh..Aku mau tidur nih ngantuk capekk😖" tulisku.
"Ok met tidur Ya!! Tulisnya lagi.
Akupun menaruh Ponselku .
Dan berbaring di ranjangku.
Aku melihat ke atap.
Terbayang Kak Rangga yang tersenyum..Memegang tanganku..Memegang pipiku..😭😭
Kangen tapi siapa aku sih.
Akupun tertidur.Dan tak sadar ada pesan di ponselku.
"(---ASSALAMUALAIKUM RISSA .Udah bobok ya.Pasti Capek banget y?.Selamat tidur --")
Pesan dari Kak Rangga yang malam itu tidak terbaca.
Pagi Hari.
Hari ini hari libur .
Akupun bangun kesiangan.
Kebetulan Mama Ada acara Arisan dari Pagi.
Akupun membuka mata dan duduk .
Aku mengikat rambutku dan mencoba bangun dari kasur empukku.
Tanpa melihat ponsel.
Aku membuka tirai jendela.
Sudah siang.
Akupun berjalan ke dapur.
Mama Sudah menyiapkan sarapan untukku.
Mamaku memang memanjakanku.
"Hari ini mau ngapain ya" ucapku dalam hati.
Membosankan.
Aku kembali ke Kamar.Dan mengecek Ponselku.
Ada chat dari Dila juga tapi aku malas membukanya.
Ada dari nomor kak Rangga.
Mataku langsung membesar😳.
"Hah kapan kak rangga mengiirim pesan" tanyaku dalam hati.
Akupun segera membuka pesannya.
😖yah pesan semalam ya.
Aku balas enggak ya. " gumamku.
Enggak - enggak..aku enggak boleh mikirin Kak Rangga lagi.
Udah cukup deh.
Aku enggak mau diberi Harapan Palsu.
Pagi Hari nya.
Tiba di sekolah.
Aku tidak semangat berangkat sekolah.
Aku salim ke mama dan berjalan masuk gerbang.
Tiba-tiba.
"Pagi Risa" -sapa Dila dengan senyumnya.
"Ah pagi juga" -jawabku sedikir malas bicara.
" mmm..Kok loyo gitu sih" -tanyanya.
" masa sih..enggak kok" -jawabku.
" oh ya..gimana kak Rangga..Masih chat enggak? " -tanya Dila penasaran.
-"aku harus jawab apa- " tanyaku dalam hati.
" Heii kok Diem " -tanya Dila lagi.
" ah..☺️Kak Rangga enggak chat aku lagi kok" -jawabku bohong.
" eh sungguh" ?? -tanya Dila mengerutkan dahinya..
"He'em " -jawabku .
"Oh iya La..Kemarin kenapa kak Rangga bisa menggendongmu?? " -tanyaku penasaran.
"Eh itu..Mmm..Waktu itu murid cowok udah jalan duluan.Cuma ada Pak herman ,kak Rangga .Sama murid cewek lainnya..Trus.. Pak herman menyruh kak Rangga menggendongku..
Enggak ada maksud apa-apa kok..
mmm kamu enggak marah kan Ris?? " - tanya Dila memegang tanganku.
"Iya aku enggak marah kok santai aja" -jawabku pelan.
"Beneran ya kamu enggak boleh salah paham sama aku.." -pinta Dila menggandengku.
"Iya iya " -jawabku ragu.
Kamipun menaiki tangag dan segera menuju ke kelas.
Aku merasa Dila enggak punya teman cewek selain aku.
Bahkan di kelasku teman-teman cewek menjauhinya.
Mereka tetap seperti biasa padaku..
" hei lu jadian Sama yogi Ris? " -tanya Dimas cowok sekelasku
" enggak kok" -jawabku.
"Masaa kok kayaknya" - tanyanya lagi.
"KAYAK APA HAH??! -saut Yogi yang tiba-tiba datang merangkul dimas
" 😅eh enggak kok .." -jawab nya kaget.
AkuPun duduk dan menghela nafas.
Dila terlihat buru-buru keluar.
Aku menolehnya.
😖.
Akupun menaruh kepalaku di meja.
"Kamu tuh baik apa **** sih " - tanya Yogi yang tiba-tiba duduk di mejaku.
"Apa sih " -Ucapku malas ngomong.
"Seharusnya enggak perlu sok baik begitu..Ujungnya kamu sendri yang bakal rugi" -ucap Yogi berlalu pergi.
" mau nya juga begitu" -ucapku pelan.
-jam istirahat-
"Ke kantin yuk " - ajak Dila.
"Duluan aj La.Aku mau ke ruang Guru" -ucapku.
" oh Gitu..Ya udah aku duluan ya" -jawabnya berlalu pergi.
"Huffff"
akupun keluar Kelas dan menutup pintu kelas.
Aku berjalan menuju perpustakaan .
Aku melewati rombongan cowok-coowk kelas 2.
"Eh Itu kan Yang kemarin bilang suka ke Rangga" -tanya salah 1 murid cowok .
"Iya tuh..Manis banget ya.Ada gingsulnya gitu " -ucap cowok lainnya.
" namanya Risa kan" - tanya yang lain .
Mereka pun memanggilku menggoda.
"Adek Rissaaa" goda merekaa.
Aku cuma tersenyum dan berlalu pergi.
Aku cuma bisa menghela nafas.
"Eh cantik banget enggak sih senyumnya " -ucap murid cowok tadi .
Aku bisa mendengar obrolan mereka karena suaranya kencang banget😖.
Aku melihat ke kaca jendela.
"Cantik apanya" -gumamku.
"Cantik semuanya" - jawab Seseorang yang tiba-tiba ada dibelakangku.Yap itu Kak Rangga.
"😳eh Kak Rangga..Sejak kapan.." ucapku kaget dan malu.
Akupun melangkah mundur dan berjalan cepat ingin menghindar.
Tapi siapa sangka kak Rangga mengikutiku dari belakang.
Akupun berhenti.
"Kakak mengikutiku ya?? 😕- tanyaku .
"Eh..enggak kok😶" -jawab kak Rangga kaget.
"Bohong!! 😠Trus kenapa dari tadi kaka dbelakangku" -tanyaku kesal.
"Ah..aku mau ke perpus 😑.." -jawab kak Rangga sambil menunjukkan buku yang ada ditangannya.
"Eh?? 😳..😰begitu ya" -jawabku malu bangett.
" mau ke perpus juga?? " - tanya kak Rangga.
" i..iya..eh ..enggak..Aku enggak mau ke sana tuh" - jawabku berlalu pergi.
Kak Rangga terlihat bingung.
Tiba-tiba.Kak Rangga berdiri didepanku.
"Ayo ikut aku" -ucap kak Rangga menggandengku.
" eh kemana" -tanyaku kaget.
Kami menaiki tangga.
Melewati lorong .
"Kita mau kemana" -tanyaku takut.
Kak Rangga membuka ruangan yang belom pernah aku lihat.
Ruangan kecil penuh tulisan.
"Masuk gih" -ucap kak Rangga.
"Enggak mau.." -jawabku ingin kabur.
Kak Rangga menarikku ke dalam dan menutup Pintu.
"Ini tempat rahasia..jadi jangan cerita ke yang lain ya." -ucap kak Rangga.
"Ini tempat apa?" -tanyaku takut.
"Tempat mesum" -jawab ka Rangga.
"Apa?????" -tanyaku kaget.
"Pfttt...Bukan lah." -jawab Kak Rangga tertawa kecil.
"Apa sih kak" -tanyaku bingung.
"ehem ini tempat osis cowok berkumpul.." -jawab kak Rangga merapikan meja.
"Ohhh" -jawabku lega.
"Ok Sekarang katakan..Ada apaa? " -tanya ka Rangga .
"Apanya? " - tanyaku menghindar.
" Aku rasa kamu marah padaku..kenapa? " -tanya kak Rangga.
"Siapa yang marah..enggak tuh" -tanyaku menundukkan kepala.
"Beneran enggak marah??" -tanya kak Rangga mendekatiku.
"I..iya.." -jawabku melangkah mundur dan menabrak dinding.
"Tapi kok beda ya" -tanya kak Rangga berdiri tepat di depanku.
"A..apanya yang beda" - jawabku malu.
Degdegdeg.
"IYA AKU MARAH" -jawabku tegas.
"Kenapa"? - tanya ka Rangga .
"Itu..itu karena ..Karena Kakak menggangguku lewat chat!!" -jawabku kencang.
"Apa???" - tanya kak Rangga kaget.Diapun melangkah mundur.
"I..ini... ini nomor kakak kan?! " -tanyaku membuka chat .
"Sejak kapan kamu tau? " -tanya Kak Rangga masih kaget
Padahal bukan karena itu aku kesal.
Tapi mulutku jadi keceplosan.
Tiba-tiba..
Pintu terbuka.
Aku dan Kak rangga kaget..
"Eh..Sorry😳" -ucap kak Kevin kaget.
Aku mendorong kak Kevin dan berlari keluar.
"Wah kayaknya gue ganggu" -ucap kak Kevin
---------