
Di Aula.
"Wah baru seru-serunya malah turun hujan" ucap Kak Priska.
"Mana Nih Rangga kok enggak keliatan" tanya Kak Kevin
"Dasar tu anak payah banget seh.Udah dikasih badan bagus.Wajah Oke.Tapi mlempem kalo urusan sama cewek" ucap Murid cewek lainnya.
Aku Melihat jari-jariku.
Wajahku pun memerah.
Teringat saat kak Rangga memegang jemariku dan menarikku.
Tak lama akupun tersadar.
Apa yang aku harapkan???
Dari lubuk hatiku paling dalam aku berharap Di malam terakhir ini kak Rangga menembakku.
Uh Harapan yang Mustahil.
Mataku pun spontan melihat ke Arah Dila yang seperti mencari seseorang.
"**Nyari siapa"**tanyaku.
"Ah Risa.enggak kok " jawab Dila.
Diapun keluar dari Aula.
"Hei lu suka Rangga beneran? Tanya Beberapa murid cewek kelas 2.
"**Eh.. itu.."**jawabku bingung.
"Uh jangan ngarep si Rangga suka elu y.Dia itu ganteng tapi kayaknya enggak tertarik sama cewek" ucap Salah satu murid cewek kelas2
"**Iya lho..Dulu aja si Ratna nembak dia tapi ditolak.padahal Ratna cantik "**ucap murid lainnya.
"**Tasya itu juga naksir Rangga tapi kayaknya Rangga enggak suka deh .."**sambung yang lain.
"Kalo tasya memang ganjen banget sih gue aja ilfill" ucap murid lainnya lagi.
Akupun mundur pelan-pelan dan pergi menjauh dari rombongan murid kelas 2 itu.
Karena permainan tidak dilanjutkan kamipun dibebaskan istirahat .
Hujanpun masih rintik-rintik.
Kamipun melakukan kegiatan di dalam Villa.
Ada yang tidur..
Ada yang bermain Kartu.
Ada yang bermain gitar dan bernyanyi.
Ada yang hanya mengobrol dan bercanda.
Ada juga yang membuat mie instan rame-rame.
Akupun masuk ke dalam Kamar.
Dan berbaring di tempat tidur.
"Ris..ada yang cari kamu tuh*" ucap salah satu teman sekamarku.*
"Eh siapa? " jawabku.
**"Mau tidur y" Ini kan baru jam 9"**ucap Si Nyebelin Yogi yang berdiri santai di pintu kamar.
😖"ah kamu..ngapain" tanyaku sembari mengambil selimut.
"Ayo ikut." Ucap Yogi masuk ke kamarku dan menarikku keluar
"**Aduh apaan sih "**ucapku malas keluar
Yogi pun menarikku keluar kamar dan berjalan ntah kemana.
Ada beberapa murid yang melihat kami.
**"Oii nanti yang lain slaah paham lho..kita mau kemana sih"**tanyakuu melihat kanan dan kiri.
"Ah bawel deh" ucap Yogi.
Sampai di Belakang Villa dekat taman.
"Eh di sini enggak kena hujan ya" tanyaku terpesona.
"Kamu..beneran suka Si Rangga itu" tanya Yogi .
"Eh??? Kenapa nanya begitu" jawabku menghindar.
"Pengen tau aja..Iya apa enggak" tanya Yogi lagi dengan kedua tangan di saku Hodienya.
"Aku kan enggak harus bilang ke kamu*" jawabku dan ingin berlalu pergi.*
"Jadi beneran suka Rangga ya" tanya Yogi lagi.
"Heiii!!!" Aku langsung menutup bibir Yogi..
"Kamu enggak bisa y ngomong pelan" ucapku yang masih menutup bibir Yogi.
"Gimana kalo aku naksir kamu" tanya Yogi sambil menurunkan tanganku dari bibirnya.
"😳**apa???**Tanyaku kaget.
"Aku suka kamu Risa" ucap Yogi dengan mata tajamnya.
"Heii jangan bercanda ya" ucapku kesal.
"**Aku enggak bercanda kok "**ucap Yogi dengan senyumnya .
"Heii..Kenapa kamu mendadak begini sih..Aku kan jadi bingung "ucapku bingung.
"Enggak usah bingung.Aku kan cuma bilang kalo aku suka kamu.Enggak minta kamu jadi pacarku." Ucap Yogi mendekatkan wajahnya.
"☺️Gapapa donk kalo aku suka kamu" ucap Yogi.
"**I..iya gak apa-apa sih..**" jawabku mencoba tersenyum.
"**Jangan-jangan kamu ngarep ya aku nembak kamu"**😊 "tanya Yogi .
"😤**enggak tuh!!**" jawabku kesal.
"Oh iya..kalo kamu beneran suka Rangga..Kayanya kamu punya saingan deh " " ucap Yogi .
"**Maksudnya?? "**Tanyaku kaget.(tau kok yang suka kak Rangga banyak "ucapku dalam hati)
"Tuhhhh👉" Yogi menunjuk ke arah balkon .
"Eh?? " ucapku kaget melihat Kak Rangga Sama Dila berdiri di balkon dan cuma berdua.
"😐**dila??? "**ucapku enggak percaya.
"🙄Aku harap kamu enggak beneran suka Rangga*" ucap Yogi merangkulku pergi.*
"Kamu ngajakin aku kesini sebenarnya mau kasih tau ini kan?? "Tanyaku galau berat.
"Enggak juga" jawab Yogi.
Tanpa ku sadari air mataku jatuh.
Rasanya sesak.
Ya meskipun aku tidak tau apa yang mereka bicarakan tetap saja sakit.
Apalagi tadi pagi kak Rangga menggendong Dila.
Rasanya aku menyesal bilang suka pada kak rangga.
Yogi memberikan Hodienya.
Dan menutup kepalaku denga topi hodienya.
"Cengeng banget sih""Tutup wajahmu.Ntar orang2 kira aku lagi yang bikin nangis" ucap Yogi.
"Aku enggak nangis kok" ucapku
Aku masuk ke kamar.
Dan pecah air mataku.
Pasti mereka jadian.Pikirku.
Siapa sih bisa nolak Dila yang cantik itu.
Badannya juga montok 😓😓.
Subuh Tiba.
Aku menuju Mushola.
Setelah selesai ibadah aku kembali ke kamar. Di lorong Aku berpapasan dengan Kak Rangga. dia mencoba menyapaku tapi aku berlalu pergi tanpa melihatnya.
Jam 7 pagi.
Kami senam seperti biasa.
Setelah itu sarapan dan bersiap kembali pulang.
Aku pun bersiap.
Di tangga aku turun belakangan.
Dan.
"Butuh bantuan" tanya kak Rangga .
"Ah..enggak makasih" jawabku ketus.
"Sini aku bawain" ucap kak Rangga mencoba mengambil koperku.
"Aku bilang engakk y enggak"!!! Ucap ku kerass.
"???????" Kak rangga kaget.
Untung tidak ada yang dengar.
"Ah maaf😓🙏..aku bisa sendiri" ucapku merasa menyesal.
"Hei ada apa??" Tanya kak Rangga menyentuh wajahku.
Aku menggeleng menahan tangis.Dan menyingkirkan tangan kak Rangga dari pipiku.
"Apa terjadi sesuatu? Tanya kak Rangga khawatir.
Aku menggeleng.
"Trus??? "Tanya kak Rangga lagi.
"Woi ngga lu di cari Priskil tu" teriak Murid lain.
"Apa lagi sih" guman kak Rangga.
"Pergilah kak." Pintaku.
"Ya udah turun gih" ucap kak Rangga dan berlalu mencari Kak Priska yang masih di Aula .
Bodohnya aku.
Kenapa harus teriak begitu.
Kamipun menaiki bus kami masing-masing.
Kak Rangga naik di bus yang berbeda denganku.
Sampai Di Sekolah mama sudah menungguku.
Akupun segera naik ke dalam mobil dan pulang.