
"Callista?!" gumam Donghee entah kenapa perasaannya tidak enak mengenai gadis itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Para bodyguard sudah sampai di Villa, tiba-tiba salah seorang dari mereka mendapat sebuah panggilan dari Donghee dan langsung saja sang bodyguard mengangkatnya.
"Dimana nona Callista? Apa dia sudah tidur?" Tanya Donghee di telpon.
"Nona sedang tidak ada dirumah tuan, dia menginap di rumah teman barunya seorang anak kecil"
"APA!!!! Kenapa kalian izinkan dia menginap?!" Donghee menghela nafas "kalian baru aku titipkan dia sebentar sudah lalai, kalian taukan kalau malam ini hujan akan sangat lebat dan diiringi suara gemuru bahkan kilatan petir" sambung Donghee yang cemas.
"Maafkan kami tuan, tapi ini keinginan nona. Kami tak bisa berbuat apa-apa jika tuan tidak ada" ucap sang bodyguard. Donghee langsung mematikan sambungan telpon dengan penuh amarah dan rasa khawatir.
"Semoga kamu baik-baik saja nona, maaf tuan saya membiarkan mereka yang menjaga anak anda" batin Donghee sambil mendudukan tubuhnya di kasur sambil mengusak kasar rambutnya dan menghempas tubuhnya ke kasur.
Sementara itu di kediaman keluarga Kim, Callista masih menangis ketakutan karena suara gemuruh dan kilat yang terus menyambar dengan sangat kuat.
Taehyung yang hampir mulai tertidur mendengar lirih suara tangisan yang tertutup dentuman gemuruh, awalnya dia mengabaikan suara itu tapi lambat laun suara itu seperti terdengar dari kamar tamu yang ada di depan kamarnya.
"Siapa yang menangis?!" gumamnya sambil turun dari kasurnya dan berjalan keluar kamar menuju kamar tamu. Semakin lama suara itu makin terdengar jelas dari arah kamar tamu dimana Callista tidur, pria itu menempelkan telinganya ke daun pintu kamar itu.
"Dari sini suaranya?" ucap Taehyung sambil mencoba mengetuk terlebih dahulu untuk meyakinkan semua baik-baik saja.
"Hiks ... Uncle!! I'm scared!!!! Uncle!!! Help me!!!" suara Callista gemetar lemah sambil terus memeluk lututnya dan melihat kearah daun pintu.
Taehyung yang mendengarnya pun langsung membuka pintu dan terlihat Callista yang berantakan dengan mata yang sembab, airmata yang mengering menghiasi pipinya dan tak ada lagi air mata yang keluar dari pelupuk matanya, bibir yang mulai memucat.
Callista melihat ada yang membuka pintu kamarnya berusaha untuk bangkit namun dia kalah oleh trauma dan fobianya, ia tak lihat jelas siapa yang masuk karena matanya amat perih terus-terusan menangis.
Taehyung jalan mendekat "Hei ... Are you okay?!" sambil terus mendekat ke kasur Callista dan perlahan mendudukan bokongnya ke pinggir kasur. Secara tiba-tiba Callista langsung memeluk Taehyung erat dengan suara detak jantung yang berdegub sangat kencang.
"Jangan tinggalkan aku sendiri hiks" ucap Callista dengan suara lirih penuh gemetar. "Aku takut!! Aku takut itu hiks ... Tetaplah disini" terus memeluk Taehyung erat.
Taehyung yang bingung hanya diam dan berpikir apa yang ditakutkan gadis yang tengah memeluknya sangat erat diiringi detak jantung yang sangat kencang. Dia hanya bisa mengelus punggung sang gadis berharap bisa menenangkan.
"Aku takut!!! Aku takut suara itu!!!! Suaranya sama persis dengan itu hiks ... aku mohon ... Tetap disini!!!"
Taehyung mulai paham apa yang Callista takuti "Kamu takut suara petir?" Namun Callista tak menjawab dia makin memeluk Taehyung erat menandakan bahwa dia benar-benar takut akan hal itu.
"Baiklah, aku akan tetap disini. Jadi jangan menangis lagi ya" Taehyung perlahan membaringkan tubuhnya dan tubuh Callista lalu menarik selimut membiarkan Callista terus memeluknya erat.
Hingga perlahan Callista mulai tenang dan tak menangis lagi, Callista melonggarkan pelukan tanpa melepasnya lalu melihat wajah Taehyung yang sudah terbang ke nirwana mimpinya. "Maaf, saya merepotkanmu" gumam Callista dan kembali masuk kedalam pelukan Taehyung.
Pagi menjelang ibu Kim berniat ingin membangunkan anak sulungnya untuk membeli beberapa bahan dapur, ia terkejut tak kala melihat pintu kamar anaknya itu terbuka dan tak ada siapapun disana.
"Apa dia ke kebun?!" batin ibu Kim. Namun saat dia berbalik dengan maksud untuk memasak sarapan seadanya saja, ia makin kaget karena kamar tamu dimana Callista tidur terbuka. Ibu Kim berjalan kearah kamar itu dan melihat sepasang insan yang tengah tertidur pulas berbalut selimut.
"Astaga!! Taehyung!!" gumam ibu Kim saat melihat Taehyung dan Callista satu selimut dan memeluk satu sama lain. Ibu Kim masuk kedalam secara perlahan dan membangunkan anaknya lembut.
"Tae?!" panggilnya sambil sedikit menggoyangkan bahu sang anak, Taehyung pun memberi reaksi kecil dengan mengeluh sambil menggerakkan sedikit kepalanya.
Perlahan Taehyung membuka matanya dan mulai terlihat samar ada seseorang yang berdiri di belakangnya, ia mulai mengusap kelopak matanya dan terlihat jelaslah siapa yang tengah mengganggu tidurnya.
"Uhm, ibu?!" ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Ada apa?" tanyanya sambil berusaha bangkit. Namun saat dia ingin duduk Callista memeluk erat Taehyung.
"Jangan tinggalkan aku! Aku takut suara itu!!!" ucapnya yang masih setia tidur dan mempereratkan pelukannya.
"Tae? Ada apa?" tanya Ibu kim sambil memperhatikan Callista yang sangat ketakutan.
"Dia takut suara petir eomma"singkat Taehyung sambil mengusap rambut Callista. "Dia menangis sepanjang malam karena suara itu".
"Ah begitu, kalau dia sudah bangun bawa dia ..." belum selesai lagi ibu Kim menyelesaikan ucapannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Eomma ada tamu?"
"Yaudah kalau gitu eomma liat siapa yang datang, nanti saat dia bangun kamu temani dia sarapan. Eomma mau ke pasar" ucap ibu Kim dan berjalan keluar.
Sesampai ibu Kim di depan pintu dia membuka dan melihat ada dua orang berbadan tegap memakai jas hitam dan kacamata hitam.
"Ca ... Cari siapa?!" tanya ibu Kim gugup.
"Nona Callista" singkat mereka berdua.
"Oh dia ada didalam, tengah tidur"
"Bisa izinkan kami masuk"
"Ah iii ... Iya silahkan masuk saya akan tunjukan kamarnya" ucap ibu Kim sambil mempersilahkan kedua orang itu masuk dan berjalan lebih dahulu, membawa mereka ke kamar tamu.
"Itu dia" sambil nunjuk Callista yang masih tidur dengan Taehyung memainkan rambut Callista.
"Nona?! Maafkan kami" serentak keduanya sambil masuk.
"Siapa kalian?" tanya Taehyung saat melihat kedua orang yang masuk kedalam.
"Kami bodyguard nona, bisa kami ambil nona?"
"Apa benar? Karena yang semalam bukan kalian" ucap Taehyung, karena Taehyung ingat betul kalau bodyguard Callista bukan kedua orang ini.
"Begitu. Kalian boleh mengambilnya" sambil melepas dekapannya pada Callista, namun saat bodyguard itu ingin mengambil Callista, ia tersentak dan langsung menangis memeluk erat Taehyung lagi.
"No!!!! please stop that noise !!!! it's very scary !!!! because of that voice mama papa go away !!!" ucap Callista sambil terus memeluk Taehyung erat.
"Nona?" gumam mereka berdua. "Biarkan dia sampai bangun" tutur Taehyung lembut. Mereka berdua hanya mengangguk pelan sambil menatap sendu Callista.
"Maaf silahkan duduk" ucap ibu Kim memberi kursi pada dua bodyguard itu, mereka pun membungkuk lalu duduk dengan tenang menunggu Callista bangun.
"Saya tinggal dulu ya" sambung ibu Kim sambil berlalu keluar kamar dan melanjutkan kegiatan. mereka hanya mengangguk.
"Maaf tuan, tak seharusnya kami membiarkan nona menginap" ucap mereka sambil menunduk.
"Ah, tidak masalah kok" jawab Taehyung sambil tersenyum ramah.
"Nona fobia terhadap suara, karena sebuah kecelakan besar menimpa keluarganya" tutur salah satu bodyguard Callista.
"Begitu, terus kalau di rumah dia bagaimana?" tanya Taehyung sambil membenarkan posisinya.
"Saat dirumah, nona di temani tuan besar"
"Tuan besar?! Appanya?!" sahut Taehyung.
"Bukan tuan. Nona tak memiliki siapa-siapa lagi, ia tinggal bersama kaki tangan papanya"
"Maaf saya kira hanya anggota keluarga tertentunya" para bodyguard hanya menggeleng pelan kepala mereka.
Selesai percakapan itu semua kembali hening dengan 3 pria yang menatap Callista dengan tatapan yang berbeda yaitu 2 orang menatap Callista berharap Callista baik-baik saja dan tak kembali ke masa kecilnya karena kecerobohan salah satu dari mereka sedangkan yang satunya lagi menatap Callista penasaran dan khawatir.
Tidak lama kemudian, perlahan Callista mulai membuka matanya perlahan sambil mengusap kedua matanya pelan.
"Engh ... Uncle?" kalimat pertama yang keluar dari bilah manis Callista dan perlahan mulai bangkit lalu duduk dengan tegak.
"Nona!!!!" serentak kedua bodyguardnya. Callista cuma berdehem dengan tangan satunya menggenggam erat tangan Taehyung.
"Nona, maafkan kami nona" sambung mereka yang langsung mendudukan diri mereka dibawah. Taehyung terkejut akan hal itu langsung melihat kearah Callista yang berusaha membuka matanya yang sembab itu.
"Ahjussi, saya tidak apa-apa. Hanya sedikit kaget" ucap Callista sambil turun dan duduk di depan kedua bodyguardnya itu.
"Tapi tuan marah besar karena kesalahan kami ini"
"Bukan salah ahjussi kok, kan saya yang minta" sambil meraih tangan kedua bodyguardnya.
"Tapi nona muda .." kalimat mereka langsung di potong oleh Callista.
"Ussstt ... Nanti saya akan bilang sama uncle Dodo, kalian tenang aja" sambil tersenyum hangat. Mereka langsung memeluk Callista "Thank you miss!! Thank you" ucap mereka masih memeluk Callista.
"Ya sama-sama ahjussi" balas Callista dan mereka pun melepas dekapan mereka pada Callista. "Nona mari kita pu ..." lagi-lagi kalimat kedua bodyguard itu di potong oleh seorang gadis kecil.
"Gak!! Eonnie harus tetap disini!" ucap sang gadis kecil yang langsung berlari kearah Callista dan memeluk erat Callista.
"Tapi eonnie harus pulang" sambil mengusap rambut Eonjin yang duduk di pangkuannya.
"Gak boleh eonnie!! Aku gak punya teman lagi dong" ucap Eonjin dengan mengadahkan pandangannya kearah Callista.
"Kalau tidak begini saja, habis sarapan kamu mau tidak main kerumah eonnie?" tawar Callista, mata Eonjin langsung berbinar bahagia. Ia pun mengangguk penuh semangat, Callista tersenyum manis pada Eonjin.
"Ya sudah biarkan eonnie bersihi dirinya dulu dan kita bantu eomma masak" ucap Taehyung sambil menggendong Eonjin.
"Eonnie jangan lama-lama ya" tutur Eonjin semangat yang hanya di balas anggukan oleh Callista.
"Nona kami membawakan nona baju ganti" Sambil mengambil paper bag dan menyerahkannya pada Callista.
Callista tersenyum dan mengambil paper bag itu "Terima kasih" ucapnya sambil bangkit berdiri.
"Kami keluar dulu nona" tutur lembut kedua bodyguard itu dan berdiri memberi bungkukan hormat, Callista pun membalas bungkukan mereka dan berjalan ke kamar mandi. Begitu juga dengan mereka berdua keluar dan berdiri didepan pintu kamar Callista.
Selang beberapa menit kemudian Callista telah keluar dengan baju dan paper bag berisi baju kotornya.
"Ahjussi?!" panggil Callista saat di depan pintu, melihat bodyguardnya tengah berdiri di kedua sisi pintu. Mereka pun menoleh dan membungkuk pada Callista, Callista memberi paper bag pada salah satu dari mereka.
"Eonnie!!!" teriak Eonjin yang melihat Callista keluar. Callista hanya tersenyum melihat Eonjin yang berlari kearahnya dengan gemasnya dan langsung memeluk Callista yang sudah jongkok menyambutnya.
"Ayo kita sarapan, aku loh yang buat eonnie khusus buat eonnie" ucapnya sambil melihat wajah Callista.
"Benarkah?! Uhh eonnie tidak sabar ingin mencicipinya" balas Callista sambil menggesekkan kedua ujung hidung mereka.
Eonjin melepas pelukannya dan menarik Callista ke meja makan untuk sarapan bersama, kedua bodyguardnya hanya bisa mengikuti nona mudanya itu dan bergabung menikmati hidangan yang di sajikan oleh keluarga Kim pada mereka.
Mereka semua makan dengan hikmat dan tenang di pagi yang udaranya sangat sejuk akibat guyuran hujan tadi malam, membuat udara beraroma tanaman yang menyegarkan indra penciuman.
20 menit berlalu mereka semua telah selesai melakukan sarapan bersama, Callista membantu ibu Kim membersihkan alat makan tadi. Tanpa mereka berdua sadarin kedua bodyguard Callista tengah khawatir melihat Callista langsung memegang tanpa pakai pelindung.
"Tangan nona?!" batin mereka berdua sambil menampilkan raut wajah khawatir.
Taehyung yang melihat raut waja bodyguard Callista sedikit heran dan bertanya pada keduanya. "maaf ahjussi? Kalian kenapa khawatir gitu?" sambil menunjuk wajah mereka berdua.
"Tangan nona akan kasar" ucap salah satunya.
"Kasar?! Dia hanya mencuci piring"
"Ya, tapi kalau di Vi ... Uhmm rumah, dia selalu kami sediakan sarung tangan untuk menyentuh sesuatu"
"Dan baru ini kami melihat nona muda tidak memakai apapun saat memegang sesuatu" sambung bodyguard Callista yang lain.
"Apa dia alergi?" tanya Taehyung yang masih heran. Ternyata percakapan mereka bertiga di dengar oleh Callista.
"Tidak, saya tidak memiliki alergi. Hanya saja uncle Dodo yang menyuruh saya menggunakannya, katanya jaga-jaga agar tak tergores" jawab Callista sambil mengeringkan tangannya.
Taehyung hanya mengangguk pelan, "Eonnie, eonni!" panggil Eonjin sambil menarik ujung bajunya.
"Iya ada apa Eon-ya?"
"Appa pernah cerita, kalau appa bekerja di kastil princess eonnie!!"
"Wahh benarkah? Disini ada kastil princess?" sambil membungkukkan sedikit badannya dan memegang bahu Eonjin.
Eonjin mengangguk semangat "iya eonnie, teman-temanku gak percaya tapi setiap appa pulang. Appa menceritakan kalau princess itu baik, dia mau bantu appa merawat taman bunga dan yang lain"
Callista terdiam, karena dia sadar yang tengah Eonjin ceritakan adalah dia dan salah satu tukang kebunnya yang ternyata appa Eonjin. Begitupun bodyguard Callista.
"Eonnie?! ayo kerumah eonnie!"
Callista menegakkan lagi tubuhnya "Tapi bisa kamu janji, jangan beritahu sama siapapun oke" sambil menampilkan seulas senyum.
"Eonjin janji eonnie, apa rumah eonnie seperti yang aku bilang?!"
"Humm, mungkin" balas singkat Callista. "Maaf apa boleh, Eonjin ikut?" sambung Callista sambil melihat kedua ibu dan anak laki-lakinya.
"Ya boleh, tapi saya ikut" ucap Taehyung dan Callista mengangguk, mereka pun keluar dari rumah keluarga Kim dengan ibu Kim yang ikut mengantar mereka sampai pintu.