I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Kedatangan dokter niko


Mentari pagi bersinar begitu cerah, membuat siapa saja yang ada di bumi melihat ke indahanya. jalanan masih terasa sunyi, terang saja karna ini memang masih terlalu pagi, mungkin sebagian dari mereka masih beraktivitas di rumah, tapi tidak dengan ku dan juga karyawan rumah sakit lainya, kerna mungkin mulai hari ini, kami harus mulai terbiasa berangkat lebih awal dari jadwal yang di tentukan oleh pihak rumah sakit.


aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit. melihat sudah banyak para suster sip pagi yang datang kebih awal.


mereka pun menyapaku dengan senyum ramah.


"


"pagi dokter nadira", sapa mereka bersama.


"pagi juga, kalian keliatan semangat banget hari ini"? tanyaku pada mereka.


"iya dong dok..! seru salah seorang suster dengan penuh semangat, "kami kan akan menyambut kedatangan dokter niko, pagi ini", di sambut tawa oleh suster lainnya.


aku hanya tersenyum melihat mereka tertawa, " baik lah, kalau gitu saya permisi", aku berlalu meninggalkan mereka.


"kenapa?, semua orang begitu semangat,padahal hanya seorang dokter yang datang,bukan pak mentri atau pun presiden, mereka semua terlalu berlebihan", gumamku dalam hati. sembari berjalan menuju ruanganku.


tiba di depan ruangan ku, aku melihat dinda sedang merapikan rak kerjaku.


"assalamualaikum", salamku pada dinda.


"wa'alaikum salam", sahutnya.


"tumben din, jam segini udah dateng", kataku sedikit meledek.


"yey... kami ngeledek ya", sembari mengerucutkan bibirnya ke depan, dinda berjalan menghampiriku.


"kamu kan tau sendiri, hari ini dokter niko bakalan dateng, jadi mulai hari ini jangan harap bisa datang terlambat", jelasnya kepadaku.


"memeng kenapa"?, tanyaku kembali.


"karna dokter niko adalah salah satu dokter pemilik rumah sakit ini, dan aku denger-denger, prof. harun menyerahkan semua tanggung jawab rumah sakit ini kepadanya, dan kamu tau nggak kalau dokter niko itu orangnya terlalu disiplin waktu. dulu aja pernah ada salah satu suster yang hanya telat 1 menit aja langsung dapet surat peringatan, terlalu kejam kan"?, tutur dinda dengan wajah muram.


penjelasan dinda membuatku sedikit ngilu mendengarnya.


°°°°°°°°°°


Beberapa menit kemudian, terlihat banyak para suster berkumpul di lobi rumah sakit, ternyata mereka mau menyambut dokter niko yang kala itu berjalan masuk ke dalam rumah sakit. mereka semua menyapanya dengan ramah.


laki-laki itu berjalan menuju ruanganya, yang ternyata sudah di penuhi oleh para dokter jaga hari ini.


mereka menyambutnya dengan hangat, mulai memeluk satu sama lain. untuk mengucapkan selamat datang kepadanya. tak terkecuali dokter syafa, iya karna ternyata dokter syafa adalah salah satu teman dekat dokter niko.


"bagaimana kabarmu saat ini"?, tanya dokter meta dengan senyum yang begitu manis.


"akhirnya kamu kembali juga kesini", tukas dokter raka, dia adalah dokter spesialis ortopedi di rumah sakit ini.


"terimakasih, karna kalian semua masih mengharap kan ku kembali kesini".


"tentu saja, karna kami tau, dulu kamu lah yang membuat rumah sakit ini lebih maju", tukas salah seorang dokter .


setelah beberapa saat mereka berbasa basi, akhirnya mereka pamit untuk menyelesaikan tugas mereka mengontrol pasien. tinggallah dokter syafa, prof. harun, dan dokter niko dirungan itu.


dokter syafa memberikan sebuah berkas ketangan dokter niko, membuatnya menumpukan ke dua alisnya.


"apa ini"?, tanyanya


"itu adalah proposal dokter nadira, dia yang akan menjadi asisten kamu nik".


dokter niko pun langsung membukanya. ia mengerutkan kening sambil melirik ke arah dokter syafa. "kamu yang benar saja fa,kenapa data pribadi yang kamu kasih ke saya, yang saya butuhkan hanya laporan kerjanya, bukan data dirinya", protes dokter niko dengan nada sedikit kesal.


"niko, itu ayah yang sengaja menyuruh syafa untuk memberikan data dirinya, karna kamu juga harus tau, tentang siapa yang akan menjadi asisten kamu"


"termasuk kehidupanya juga aku harus tau, apa ayah punya rencana lain", tanyanya menyelidik.


"ayah tidak punya maksud lain, ayah hanya ingin kamu mengenalnya agar kalian lebih nyaman untuk bekerja sama". niko hanya diam, rasanya malas untuk menjawab penjelasan ayahnya.


"maafkan ayah, karna memang ini semua rencana ayah, agar kamu bisa memulai hidup barumu", gumamnya dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like and vote, kpmen yang positif ya, karna ino novel pertamaku mungkin masih banyak kekuranganya.