I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Akhir pekan


Rutinitasku pagi ini akhirnya selesai, setelah sarapan mama mengajakku ke supermarket, untuk membeli segala keperluan dapur.


"nad tolong anterin mama ke supermarket ya, buat belanja bahan dapur, semuanya sudah habis". aku mengiyakan, sembari membereskan meja makan.


"kalau gitu dira siap-siap dulu ya ma" ucapku sambil berlalu menaiki anak tangga..


"iya cepetan, jangan lama-lama", sahut mama.


beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar, menuju ruang tamu dan ternyata mama sudah menungguku.


"akhirnya putri mama selesai juga". ledeknya sembari melangkah menghampiriku.


"hehehe... lama ya ma, nungguin dira". sautku dengan terkekeh. aku mengambil kunci mobil yang ada di atas meja.


"ayo cepat", kami berjamlan beriringan, menuju ke garasi. setelah masuk kadalam mobil, aku menghidupkan mesin, lalu melajukan mobilku perlahan meninggalkan pekarangan rumah.


hari ini jalanan terlihat ramai, di penuhi oleh lalu lalang kendaraan. karna ini akhir pekan jadi banyak keluarga menghabiskan waktunya untuk berlibur, sebelum esok mereka memulai aktivitasnya kembali.


babarapa menit kemudian, akhirnya kami sampai di sebuah supermarket yang cukup besar di kota ini.


aku memarkirkan mobilku, lalu bergegas masuk kedalam supermarket untuk berbelanja bersama mama.


"ma.. kita mau belanja apa aja"? tanyaku.


"kita belanja sayur dulu ya, setelah itu antar mama ke toko kue, karna mama pingin mampir ke rumah mbak nia sebentar, sudah lama nggak ketemu sama mereka". ujar mama sembari memilih sayuran.


" siap ma...kalau gitu dira harus beli sesuatu nih, buat keponakan dira", ucapku sambil tersenyum.


semua kebutuhan dapur sudah terpenuhi, kini kami sibuk memilih hadiah untuk nadin.


dia adalah cucu dari sahabat mama, yang berusia sekitar tiga tahunan, anak dari mbak nia dan juga mas kafa.


kelurga kami sejak dulu memenglah akrab, walaupun tidak ada hubungan darah, tapi kami selalu dianggapnya sebagai saudara sendiri. jadi tak heran kalau, aku lebih nyaman dengan merka.


apalagi sejak papa dan kak faris meninggal, merekalah yang selama ini banyak membantu keluargaku.


" mama ini bagus kan"?, aku menunjukan sebuah boneka panda berwarna merah muda kepda mama.


"bagus sayang, nadin pasti suka" sahut mama menyetujuinya.


akhirnya aku membelikan boneka itu untuk nadin. setelah di rasa semuanya cukup, kami memutuskan untuk segera meninggalkan supermarket.


°°°°°°°°°°°°


setibanya di rumah keluaga mbak nia, aku bergegas turun dari mobil, rasanya aku tak sabar ingin segera bertemu dengan gadis kecil yang menggemaskan itu.


tiba-tiba mama menghentikan langkahku.


"nad...! tungguin mama" seketika aku berhenti, menoleh ke arah mama, yang berjalan dibelakangku.


"hehehe... maaf ma, nadira udah nggak sabar pingin ketemu nadin", ucapku sambil terkekeh.


"bantuin mama, bawak ini", mama mengulurkan sebuah paper bag berwarna hitam ketangan ku, aku pun menerimanya.


"ting tong.."


"ting tong..." dua kali aku memencet bel, akhirnya seseorang membukakan pintu, seseorang itu adalah mbak nia sendiri.


"assalamualaikum, mbak nia", sapaku sambil memeluknya.


"wa'alaikum salam,, hai.. kemana aja kamu sama mama?, udah lama nggak ke sini, mentang mantang sekarang udah jadi dokter lupa sama kita", protes mbak nia


"maaf mbak, karna dira terlalu sibuk sekarang", belaku membuat mbak nia tersenyum.


sembari mencium punggung tangan mama, mbak nia mempersilahkan kami masuk.


" iya nadin baru aja tidur, tadi habis main sama ayahnya, mungkin kecapakan dia",


"yah padahal, aku pengen banget mbak ketemu sama nadin, udah lama kan nggak ketemu". dengan sedikit kecewa.


" oh ya mbak, ini buat nadin", aku mengulirkan paper bag yang aku bawa tadi kepada mbak nia.


"maksih ya nad", sembari mengambil paper bag itu dari tanganku.


" ya udah yuk ma, kita ke taman belakang aja, kebetulankan mama sama papa juga ada di sini"


kami pun berjalan ke taman belakang, terlihat satu keluarga itu berkumpul di sana.


kedua keluarga akhirnya saling melepas rindu, setelah hampir satu bulan lamanya tidak bertemu, karna kesibukan masing-masing.


tak terasa, waktu sudah hampir sore, akhinya aku dan juga mama pamit untuk pulang.


"om, tante, dira sama mama pamit pulang ya, karna sudah sore, takutnya ntar macet di jalan", tante lia sama om rudi pin mengiyakan.


°°°°°°°°°


di perjalanan pulang, adzan ashar berkumandang.


"udah adzan, kita mampir bentar ke masjid ya ma, kalau nungguin sampek rumah ntar takutnya nggak ke buru ma", ucapku , karna memeng jarak tempuh dari rumah ke tempat mbak nia memakan waktu lebih dari satu jam.


" iya sayang, kita cari masjid terdekat saja",sahut mama dengan nada lembut.


aku melihat sebuah masjid besar yang berada di pinggir jalan, lalu membelokkan mobilku memasuki pelataran masjid.


kami turun dan mencari tempat berwudhu.


setelah selesai sholat, aku duduk di serambi masjid sembari mengenakan sepatu dan menunggu mama yang belum selesai.


ada seorang laki-laki menghampiriku.


"permisi mbak, mau tanya tempat wudhu sebelah mana ya"?, aku mendongak keatas untuk melihat siapa laki-laki itu sembari menunjukan tempat wudhu.


"itu mas di sebelah sana", laki-laki itu terdiam sejenak memandangiku, seketika aku langsung membuang muka untuk mrnghindari tatapanya.


"terimakasih" ucap laki-laki itu berlalu meninggalkan ku.


" sama-sama", sahutku. tak lama setelah itu mama pun keluar.


"ayo nanti keburu malam", ajak mama untuk kembali ke rumah.


akhirnya setelah beberapa menit perjalanan kami sampai juga .


.


.


.


.


.


.


.


.


.jangan lupa like and votenya