I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Hari yang melelahkan


SESEORANG, memanggilku dari arah belakang, sontak aku langsung memutar kepalaku untuk melihatnya, nampak seorang perempuan menghampiriku. ternyata dia adalah dinda, dia sahabat sekaligus keponakan dari mantan tunanganku dulu. selain mama dialah orang yang paling mengerti tentang kehidupanku. dia sahabatku sejak kami duduk di bangku sekolah menengah atas, dari dulu hingga sekarang, dia tak pernah berubah.


(menarik napas panjang, lalu mengeluarkanya dari mulut secara perlahan).


"huff....dari mana aja sih nad...,udah dari tadi aku nungguin kamu". sambil menyerahkan amplop coklat ketanganku.


"nih ambil, ini dari dokter syafa, katanya untuk kamu", aku mengerutkan kening heran.


"apa ini"?, tanyaku sembari membolak balikan amplop coklat yang ada di tanganku.


"mana aku tau, tadi dokter syafa cuman bilang, surat ini untuk kamu", mengangkat kedua tanganya menandakan kalau dia sendiri tidak tau.


"oh ya nad, tadi dokter syafa juga bilang, kalau kamu di suruh ke ruanganya sekarang". dinda berlalu, sementara aku masih mematung di tempat, tenggelam dalam pikiranku sendiri.


" ada apa ini? apa ini surat pemecatan"?, tapi nggak mungkin kan?...aaaahhh... lebih baik aku segera menemui dokter syafa, biar semunya jelas".


°°°°°°°°°°


aku mengetuk pintu pelan, terdengar suara seseorang mempersilahkanku masuk.


"assalamuallaikum, dok ", aku mengucapkan salam lalu masuk keruangan. aku mengedarkan pandanganku menyapu seluruh ruangan dokter syafa, " sepertinya tidak ada yang salah, hah... mungkin hanya perasaanku saja" gumamku pelan, seketika aku merasa sedikit lega.


"wa'alaikum salam nad, kami sudah datang?, duduklah". sembari menunjuk sofa yang ada di depanya.


"iya dok, terimakasih".


"oh ya nad, tadi dinda udah kasih kamu amplopkan?" tanyanya, aku mengangguk pelan.


"kamu sudah baca isinya" . aku menggelaengkan kepala, " maaf dok, belum sempat".


" baiklah, sebelumya saya minta maaf nad, karna mungkin keputusan ini memberatkan mu, tapi yakinlah ini adalah keputusan terbaik utuk kamu, sebenarnya itu adalah surat pemindahan kerja kamu, mulai minggu depan kamu bukan asisten saya lagi" tutur dokter syafa, aku menautkan kedua alis, tak mengerti "kenapa dok?, apakah saya kurang provesional dalam bekerja, sampai dokter mau menggantikan?". tanyaku menyelidik.


dokter syafa tersenyum " nggak nad, justru kamu adalah asisten provesional, maka itu prof. harun, memilih kamu untuk jadi asistenya dokter niko".


"tapi dok.." belum sempat aku melanjutkan perkataanku, langsung di potong oleh dokter syafa.


" kenapa?, kamu mau bilang keberatan, karna dokter niko itu laki-laki iya kan?"tanya dokter syafa. aku mengangguk pelan.


" saya sudah menduga sebelumnya, kalau kamu pasti akan mempermasalahkan hal ini, saya tau nad, kalau dalam agama kita dilarang selalu berdekatan dengan lawan jenis, tapi ini tugas mulia yang harus kita jalani, dan selagi kalian berdua tau batasa-batasanya itu tidak akan menjadi dosa kan?".jelas dokter syafa, aku pun membenarkanya.


aku menghela napas sambil memejamkan kedua mataku. "baik lah dok, akan saya coba".


"kalau begitu saya permisi dok" pamitku pada dokter syafa. sebelum kakiku melangkah sempurna dokter syafa menghentikanku.


" oh ya nad, hari ini jadwal kita oprasi mulai dari jam berapa?"


"sebentar lagi dok, karna untuk hari ini kita ada dua oprasi jadi jadwalnya lebih awal dok", dokter syafa mengangguk.


"baiklah, saya akan segera keruangan oprasi, jangan lupa siapkan anetesinya". ujar dokter syafa memperongatkan. aku pamit dan berlalu meninggalkan ruangan dokter syafa.


°°°°°°°°°°


Akhirnya semua oprasi hari ini berjalan dengan lancar. ketegangan di ruangan oprasi tadi membuatku sedikit kacau, di tambah lagi laporan pasien yang harus aku selesaikan malam ini, karna tugasku bersama dokter syafa selesai.


hari yang melelahkan bagiku, selain pekerjaan otaku sedikit terganggu oleh pikiran tentang menjadi asistenya dokter niko, yang belum pernah aku kenal sama sekali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. assalamualaikum,, maaf sebelumnya kalau novel ini banyak kekuranganya, mohon komentarnya , jika ada pendapat tentang novel ini, dengan senang hati saya menerimnya. karna mungkin itu bisa memperbaiki novel saya.


terimakasih sebelumnya,


mohon like and vote sebanyak banyaknya.