I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Jantungnya berdetak kencang


Satu minggu telah berlalu, nadira sudah mulai terbiasa dengan aturan-aturan yang dokter niko buat. pagi ini jadwal praktek dokter niko dan juga nadira sangatlah padat, hingga membuat mereka berdua kelelahan.


nadira menyenderkan punggungnya di atas sofa, sembari memejamkan mata, melepas lelah. sementara itu dokter niko kembali ke ruanganya sendiri, memeriksa kembali data-data yang di kirimkan oleh dinda barusan.


setelah beberapa menit berlalu, ia pun melihat jam yang ada di pergelangan tanganya, ternyata sudah waktunya untuk makan siang. niko pun segera beranjak dari duduknya, berjalan menuju kantin rumah sakit, namun ketika ia melewati ruangan nadira, ia berhenti sejenak. menolehkan kepalanya ke dalam ruangan nadira, karna memang sejak tadi pintu ruangan itu sedikit terbuka. ia melihat nadira masih duduk sambil memejamjan matanya, tak segan dokter niko pun mengetuk pintu secara perlahan.


"tok..tok...tok..", tiga kali ketukan, namun nadira tak bergeming, ia sama sekali tak mendengar, jika ada seseorang mengetuk pintu. sepertinya perempuan itu sangat kelelahan.


dokter niko pun terpaksa masuk, mendekati nadira secara perlahan, dan membangunkanya .


"dokter nadira..dok..dokter nadira", sambil menggoyang-goyangkan pundaknya.


seketika itu, nadira mengerjapkan matanya, secara perlahan menbuka mata, perempuan itu sedikit terkejut.


"dok..dokter niko", dengan suara yang masih serak setelah bangun tidur , nadira langsung menegakkan tubuhnya.


"maaf dok, saya ketiduran",dengan sedikit gemetar takut kalau dr. niko marah. " ada perlu apa dokter, ke ruangan saya" celetuknya.


" ini sudah waktunya jam makan siang dokter nadira", saya hanya ingin mengingatkan saja, saya tidak mau ada dokter, mati kelaparan di rumah sakit saya", katanya ketus, sembari berjalan meninggalkan ruangan.


"hah...!!, menghela napas kasar, dengan raut wajah kesal, nadira menyeret kakinya menuju kantin untuk makan siang.


Bruk..!!


hampir saja terjatuh, pria yang melintasi tangga , sonta menarik tangan gadis itu.


kedua tanganya menyentuh pundak pria itu.


Jantungnya berdetak kencang, ketika dia melihat seseorang yang membantunya.


kedua insan itu saling tatap tanpa sengaja.


membuat jantung mereka berdua berdetak lebih kencang.


"na-di-ra". matanya melebar melihat wajah gadis itu. sesaat mereka terdiam, bahkan tanpa mereka sadari sejak tadi mereka menjadi bahan tontonan banyak orang.


ketika mereka tersadar akan hal itu, mereka berdua sama-sama memgucapkan istigfar sebelum akhirnya saling menjauhkan diri.


nadira terlihat salah tingkah. " ma..maaf dok".


hanya itu kata-kata yang terucap dari mulut mungilnya dengan gugup. "sungguh konyol, kenapa aku terlalu teledor, sampai-sampai aku terpeleset". pikirnya.


"lain kali hati hati, kalau jalan jangan sambil ngelamun". tukasnya, dengan sedikit menormalkan mimik wajahnya.


°°°°°°°°°°°


banyak dari karyawan rumah sakit yang membicarakan tentang kedekatan mereka. memang sejak kejadian itu, banyak yang menganggap kalau nadira dan niko mempunyai hubungan lebih dari sekedar rekan kerja.


hingga membuat niko heran, kenapa perempuan itu selalu menghindarinya, ketika mereka tak sengaja bertemu di luar jam kerja. sampai-sampai membuat pikiran niko kacau.


"kenapa, nadira selalu menghindariku ketika selesai jam kerja"?, gumamnya.


"ada apa dengan dia"? hanya itu kata-kata yang terngiang-ngiang di otaknya. karna memang tidak bisa di pungkiri, sejak pertemuan pertamanya dengan nadira, sebenarnya niko telah jatuh hati pada perempuan itu, namun ia tak ingin kecewa untuk kedua kalinya.


maka dari itu, selama ini diam-diam niko mencari tau tentang kehidupan perempuan itu. agar iya nantinya tak salah lagi untuk memilih seorang pendamping hidupnya.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


. terimakasih untuk para pembaca novel ini, ini adala novel pertama saya, jadi mohon komentarnya, mungkin penulisanya/ kata katanya kurang baik, untuk bisa menjadi motifasi buat saya.


.


.


. Jangan lupa, like, komen, and vote sebanyak banyaknya.