I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Udara malam


samapi saat ini aku masih benar-benar bingung, kenapa, prof. harun memilihku sebagai asistenya dokter niko?, terlebih lagi dia kan anaknya, hahhh... (aku menghela napas kasar), apa nanti kata orang, kalau sampai setiap hari aku harus bertemu denganya?...


tiba-tiba seseorang menghampiriku tanpa ku sadari kedatanganya, dia menepuk pelan bahuku, sontak membuatku tersadar dari lamunanku, dia tertawa melihat tingkahku yang terkejut akan kehadiranya.


"haha nad..nad kenapa sih kamu? teriak dinda membuat kendang telingaku seperti mau pecah mendengar suaranya.


"dari tadi, aku peratiin kamu jalan sambil ngelamun, samapek tidak menghiraukan orang-orang yang menyapamu, perasaan setelah kamu keluar dari ruangan dokter syafa, wajah kamu muali berubah, kenepa?, cerita dong, kita kan sahabat nad", rengeknya dengan wajah penuh kekhawatiran.


sambil berjalan keruanganku, aku menceritakan semuanya kepada dinda.


kedua matanya membulat hebat, mulutnya menganga seperti mau melahap sesuatu, dan tiba-tiba dia terlonjak, sembari memukul bahuku. " hei... dasar bodoh..!! teriaknya dengan keras, sampai membuat orang disekitar menoleh ke arahnya. sontak aku membungkam mulutnya dengan tangaku.


"kenapa kamu teriak? tanyaku sedikit kesal.


"kamu tau kan siapa dokter niko?, dia itu laki-laki tampan dan terbaik yang pernah aku kenal, banyak perempuan yang menginginkan untuk dekat dengannya, yah meski pun sikapnya sedikit cuek dengan perempuan namun itu tak mengurangi ketampananya, tapi kenapa kamu malah seperti orang bodoh yang tidak mau berdekatan dengan laki laki tampan itu?


"itu lah jawabanya, kenapa aku merasa keberatan, kamu kan tau sendiri, aku selama ini selalu menghindar dengan mahluk yang bernama laki-laki". ucapku dengan nada redah.


"nad...nad mau sampai kapan sih, kamu hidup terus dengan masalalumu, ayo lah nad, buka sedikit celah di hatimu untuk laki-laki. kamu berhak merasakan kebahagian itu nad.., lupakan semua tentang masa lalumu, masih banyak laki laki yang bisa menerimamu apa adanya"


"menerima perempuan, yang tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu, itu mustahil, semua laki laki menginginkan keluarga yang sempurna" ucapku peluh , aku menahan air mataku yang hampir terjatuh, sembari berjalan meninggalkan dinda yang tersenyum getir melihatku.


"sampai kapan kamu akan terus seperti itu nad" gumamnya dalam hati.


°°°°°°°°°°


Dinginya malam tak menyurutkan langkahku untuk mengambil wudhu. melaksanakan sholat tahajud, mengadukan semua peluh pada sang pencipta yang membuat hati ini selalu tenang untuk menghadapi hari esok.


setelah selesai sholat, aku kembali merebahkan tubuhku di atas ranjang untuk beristirahat.


selang satu jam, adzan shubuh pun berkumandang, aku membuka mataku, duduk sebentar lalu turun untuk melksanakan sholat subhu.


selesai sholat subhu, aku bergegas turun kebawah untuk memulai aktivitasku setiap pagi, yaitu memasak bersama mama setiap pagi.


aku melihat mbok yem menyapu lantai, memegang sapi dan juga lap di pundaknya.


sembari tersenyum mbok yem membalas sapaku. "pagi tuan putri.."membuatku terkekeh. mbok yem memang sering memanggilku dengan sebutan itu, karna dia tau dari kecil aku paling senang jika ada orang yang memanggilku tuan putri, bak seperti putri cantik di negri dongeng.


"anak mama sudah bangun," tanyanya ketika melihatku menghampirinya.


"iya ma...emangnya dira pernah telat bangun", kataku sambil terkekeh.


"iya anak mama, memeng selalu tepat waktu".


pujinya.


"hari ini kita mau masak apa ma"?.


"kita masak sip iga aja ya, karna mama lupa kemarin nggak belanja, jadi stok di lemari es tinggal itu aja".


"iya mi", sahutku.


meskipun kami mempunyai asisten rumah tangga, tapi untuk urusan masak memasak kami kerjakan sendiri.


.


.


.


.


.


..


.like and vote jangan lupa..