
Mentari pagi bersinar begitu cerah, membuat siapa saja yang ada di bumi melihat ke indahannya. jalanan masih terasa sunyi, terang saja, karna ini memang masih sangat pagi. mungkin sebagian dari mereka masih beraktivitas di rumah tapi tidak dengan ku dan juga karyawan rumah sakit lainnya. karna mungkin mulai hari ini kami harus terbiasa berangkat lebih awal dari jadwal yang di tentukan oleh pihak rumah sakit.
Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit, melihat sudah banyak para suster sip pagi yang datang lebih awal, merekapun menyapaku dengan senyum ramah.
"pagi dokter nadira", sapa mereka bersama.
"pagi juga, kalian sudah sarapan", tanyaku sembari menyunggingkan bibir keatas.
"sudah dok, kami sudah sarapan baru saja selesai", sahut salah satu suster.
"baiklah saya permisi" tukasku sambil berlalu meninggalkan mereka.
Tiba di ruanganku, aku melihat dinda sedang merapikan rak kerjaku.
"assalamu'alaikum" salamku
" wa'alaikum salam, akhirnya kamu datang juga , sahut dinda sembari meletakkan buku buku dimejaku.
"tumben jam segini udah dateng kamu din", ledekku sambil meletak tas ku diatas meja.
"yey... kamu ngeledek ya", sambil menyunggingkan sebelah bibirnya dinda berjalan mendekatiku. "kamu kan tau sendiri, kalau hari ini dr. niko datang, jadi mulai sekarang jangan harap bisa datang terlambat, ok ...!, sembari mengacungkan ibu karinya.
membuatku mengernyit, " memang segitunya" dinda mengangukkan kepalanya pelan. "iya karna dokter niko, bakalan ketat banget soal waktu kerja kita nad, banyak sih kadang dari mereka yang suka mengeluh tentang waktu bekerja yang di buat oleh dokter niko, tapi apa boleh buat, ini sudah menjadi keputusannya dan tidak ada yang bisa membantahnya.
°°°°°°°°°°°
Di ruangan lain, mereka sedang asik berbincang bincang setelah sekian lama mereka tidak bertemu, ruangan itu tak lain ialah ruangan dokter niko, dimana banyak dokter jaga yang menyambut kedatanganya hari ini. tak terkecuali dokter syafa.
" bagaimana kabarmu saat ini", tanya dokter meta dengan senyum yang begitu manis.
" alhamdulillah, baik" tukas dokter niko dengan wajah datarnya.
"selamat datang kembali di rumah sakit ini dokter niko". sapa salah satu dokter di ruangan itu, kami senang ahirnya anda kembali lagi kesini".
"terimakasih" hanya itu yang terucap olehnya.
setelah beberapa menit berbasa basi, ahirnya semua dokter pamit kecuali dokter syafa, karna mereka harus melaksanakan tugasnya.
setelah semunya keluar tinggallah dr. syafa ,profe. harun dan juga dr. niko disana.
dr syfa memberikan sebuh berkas ketangan dokter niko, membutnya mengernyitkan dahinya.
" apa ini" tanyanya
"itu proposal dokter nadira, dia yang akan menjadi asisten kamu" jelas dokter syafa. seketika itu dr. niko langsung membukanya.
kedua matanya membelalak ," apa ini, kenapa biodata pribadinya yang kamu kasih ke saya, yang saya butuhkan hanyalah laporan kerjanya, bukan data dirinya. tukas dokter niko dengan nada kesal.
"niko, itu ayah yang sengaja menyuruh syafa untuk memberikanmu data dirinya, karna kamu juga harus tau, tentang siap yang akan memjadi asisten kamu"
"ayah, tidak punya maksud lain", ayah hanya ingin kamu mengenalnya agar kalian lebih nyaman bekerja sama.
niko hanya terdiam, rasanya malas untuk menjawab penjelasan ayahnya.
"maafkan ayah, karna memang sebenarnya ini semua adalah rencana ayah, sudah saatnya kamu melupakan semuanya," gumam prof. harun dalam hati.
°°°°°°°°°°
Henphone ku berdering, tertera di layar henpone nama dokter syafa yang menelphone ku, tak butuh berapa detik aku langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum dok, ada apa"?, sahutku
"wa'alaikum salam nad, tolong kamu segera ke ruangan prof. harun sekarng", terangnya
"baik dok, saya akan segera ke sana".
dr. syafa memutuskan sambungan telephone nya, dan aku bergegas menuju ke ruangan prof. harun.
setelah beberapa detik aku berjalan, menyusuri lorong rumah sakit ahirnya sampai juga di ruangan profe. harun.
"tok..tok...tok..! aku mengetuk pintu pelan, sembari mengucapkan salam.
terdengar suara dari dalam menjawab salamku, lalu menyuruhku masuk.
perlahan aku membuka pintu, dan nampak seorang laki laki mendongakkan kepalanya ke arahku, menyatukan kedua alisnya melihat kedatanganku. seketika akupun terpaku melihat laki laki itu sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana? tiba tiba
prof. harun, mempersilahkanku untuk duduk setelah beberapa saat ia melihatku masih mematung di depan pintu. aku berjalan menuju sofa, lalu duduk di samping dokter syafa.
laki laki itu masih tetap menatapku dengan heran. "sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya" kata laki laki itu, masih menatapku dengan rasa penasaran.
aku mengingat ingatnya lagi, " iya, kita pernah bertemu beberapa hari yang lalu di sebuah masjid", terang ku dengan singkat yang membuat laki laki itu mengangukan kepala menyetujuinya.
"
" oh... ya nad, perkenalkan ini dokter niko yang akan menjadi atasan kamu".
"salam kenal dokter niko, saya nadira salma" sembari mengulurkan tanganku.
di sambut ramah oleh dokter niko.
"saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik" ucap prof. harun.
"insyallah prof. saya akan bekerja dengan provesional". timpal ku
beberapa saat kemudian, dokter syafa pamit kelur begitu juga prof. harun karna masih banyak pasien yang membutuhkan penangananya.