I Love You With My Heart

I Love You With My Heart
Pertemuan


Henphone ku berdering, tertera di layar kaca adalah nama dokter syafa yang menelephon ku. tak butuh berapa detik, aku langsung mengangkatnya.


"assalamualaikum dok, ada apa"?, tanyaku


"wa'alaiku salam nad, tolong kamu segera ke ruangan dokter niko sekarang juga" , jawabnya.


"baik dok, saya akan segera kedana", sembari mengakhiri telphone dari dokter syafa, aku segera beranjak pergi meninggalkan ruangan ku untuk menuju ruangan dokter niko.


setelah beberapa detik aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit ini, akhirnya sampai juga di ruangan dokter niko.


"tok...tok...tok...!, aku mengetuk pintu pelan, sembari mengucapkan salam. terdengar suara dari dalam menjawab salamku, lalu menyuruh ku masuk.


aku membuka pintu secara perlahan, menggerakkan kaki ku untuk masuk dalam.


belum sempat aku menginjak kan kaki ku dengan sempurna, langkah ku seketika terhenti, aku melihat seorang laki-laki yang sepertinya tak asing di mataku.


"sepertinya aku pernah bertemu dengan laki-laki ini, tapi dimana"?, gumamku pelan.


leki-laki itu pun sama sepertiku, dia memandangiku dengan menautkan kedua alisnya, seperti sedang mengingat ingat sesuatu.


dokter syafa yang melihatku masih mematung di depan pintu, seketika menyuruhku duduk.


"nad duduk lah",


"baik dok, terimakasih..", aku berjalan menuju sofa, dengan langkah yang sedikit gugup.


"sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya", kata laki-laki itu dengan rasa penasaran.


aku mengingat ingatnya kembali, "oh iya.. kita pernah bertemu di sebuah masjid, beberapa hari yang lalu", terangku sedikit canggung. laki-laki itu pun mengiyakanya.


"bagus lah kalau kalian pernah bertemu sebelumnya", sahut prof. harun, yang sepertinya senang jika kami berdua pernah bertemu.


"nad kenalin, ini dokter niko yang akan menjadi atasan kamu mulai sekarang".


seketika mataku membulat sempurna


"jadi ini yang namanya dokter niko, astaga... kenapa dunia begitu sempit sih", gumamku dalam hati.


"salam kenal dok, saya nadira salma, senang berkenalan dengan anda", sapa ku, sembari mengulurkan tangan, di sambut dengan hangat oleh dokter niko.


"saya niko, direktur sekaligus dokter disini,


saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik", ucapnya dengan sedikit senyum dibibirnya.


setelah beberapa saat kami berbincang bincang, akhirnya dokter syafa pamit, begitu juga dengan prof, harun.


mereka meninggalkan ruangan.


***********


kini hanya tinggal aku dan dokter niko, yang berada di dalam ruangan itu.


suasana yang semula ramai kini menjadi hening, aku masih canggung dengan dokter niko, kerna ini adalah pertemuan kedua setelah waktu itu.


"i..ini laporan baru data pasien dok", aku sedikit gugup.


aku serahkan file itu ketangan dokter niko. dia menerimanya, lalu membuka file itu.


"apa saja, jadwal kita hari ini", tanyanya kembali.


"untuk hari ini, kita ada kunjungan pasien yang baru selesai kita oprasi kemarin, setelah itu kita ada oprasi pasien sekitar jam sepuluh dok"?, jelasku.


"baik, kita akan memeriksa keadaan mereka sekarang", tukasnya


"tapi dok...!" sebelum sempat aku menyelesaikan perkataan ku, dokter niko beranjak berdiri sembari berjalan meninggalkan ruangan.


aku menghela napas kasar, " hah... baru juga sehari, udah bikin setres", gerutuku. sambil berjalan mengikutinya dari belakang.


kunjumgan pasien akhirnya selesai. namun seorang suster berlari kearah kami, dengan napas yang masih naik turun, dia mencoba menyampaikan sesuatu, " gawat dok, pasien kamar no seratus sembilan, mendadak koleps dan sepertinya harus segera dioprasi", tanpa pikir panjang dokter niko menyuruh suster nempersiapkan ruangan oprasinya.


"baiklah segera lakukan oprasi, siapkan semuanya sekarang". perintah dokter niko.


"dokter nadira, tolong siapkan anestesinya", aku menganggukakan kepala.


oprasi akan segera di mualai, semua peralatan telah siap, terasuk alat pacu jantung telah di persiapkan untuk kemungkinan terburuk dalam melakukan oprasi ini.


setelah dua jam lamanya, akhirnya selesai ,oprasi kali ini berjalan dengan lancar.


aku kembali ke ruangan ku, duduk di atas kursi menyenderkan kepalaku yang sedikit pening. ku pejamkan mata untuk menghilangkan rasa pusing ini.


jarum jam menunjukan pukul dua belas tepat, waktunya untuk sholat zuhur, aku beranjak dari dudusk ku, untuk menuju masjid terdekat dari rumah sakit ini.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


like and vote jangan lupa.... !!!!