
Rutinitasku pagi ini akhirnya selesai, setelah sarapan ummi mengajakku ke pusat perbelanjaan untuk membeli segala keperlun dapur karna ternyata semuanya habis.
"nad.. tolong anterin ummi ke mall ya, ummi mau belanja bahan dapur , semuanya sudah habis" ucap ummi dengan nada lembut.
"iya mi...kalau gitu dira siap-siap dulu ya mi", pamitku sembari melangkahkan kaki menaiki anak tangga. di jawab dengan lembut oleh ummi "baik lah tapi jangan lama-lama ya "sahut ummi.
beberapa menit kemudian,aku keluar dari kamar, menuju ke ruang tamu dan ternyata ummi sudah menungguku.
"akhirnya putri ummi selesai juga". ledek ummi sambil melangkahkan kakinya menghampiriku.
"hehe.. lama ya mi nungguin dira" sambil terkekeh aku mengambil kunci mobil yang terletak di atas meja.
"ayo cepat...nanti keburu tutup mallnya" lagi lagi ummi meledek ku.
kami berjalan beriringan menuju garasi mobil, setelah masuk kedalam kendaraan roda empat, aku menghidupkan mesin lalu melajukan mobil ku perlahan meninggalkan pekarangan rumah.
jalanan terlihat ramai, lalu lalang kendaran memenuhi jalan , karna ini akhir pekan jadi banyak dari mereka yang pergi berlibur menghabiskan waktu bersama keluarga mereka sebelum esok memulai aktivitas bekerja lagi.
beberapa menit kemudian, akhirnya kami sampai di sebuah pusat perbelanjaan. aku memarkirkan mobilku, lalu beranjak masuk kedalam moll bersama ummi
"ummi, kita mau beli apa aja? tanya ku
" kita belanja sayur dulu ya, setelah itu antar ummi ke toko kue, karna ummi nanti mau ke tempat mbak nia, sudah lama ummi nggak kesana,ummi kangen sama mereka".
"siap mi...kalau gitu dira harus beli sesuatu nih buat nadin..! ucapku sambil tersenyum.
semua kebutuhan dapur akhirnya sudah terpenuhi, kini kami sibuk memilih hadiah untuk nadin. dia adalah cucu dari sahabat ummi yang berusia sekitar empat tahun anak dari mbak nia dan juga mas kafa. kami memang sejak dulu sangatlah akrab sudah seperti keluarga sendiri, apalagi sejak abi dan kak faris meninggal merekalah yang selama ini banyak membantu keluarga ku.
" ummi, ini baguskan? aku menunjukan sebuah boneka panda berwarna coklat kepada ummi.
" bagus sayang, nadin pasti suka" sahut ummi,menyetujuinya.
akhirnya aku membelikan boneka itu untuk nadin. setelah di rasa semuanya cukup kami memutuskan untuk segera pulang kerumah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Setibanya di rumah keluarga mbak nia aku seger turun, rasanya aku ingin sekali bertemu dengan gadis kecil yang menggemaskan itu,namun ummi tiba-tiba menghentikan langkahku.
" nadira...tungguin ummi..! teriaknya ,seketika aku terkekeh
" hehehe.... maaf mi, nadira udah nggak sabar pengen ketemu nadin..ucapku sambil berbalik ke arah ummi.
"bantuin ummi bawa ini". ummi menunjukan sebuah paper beg berwarna hitam untuk aku bawa.
" iya mi...sambil berjalan mendekati ummi aku mengambil paper bag tersebut.
"ting tong..
"ting tong ,dua kali aku memencet bel. akhirnya seseorang membukakan pintu.
seseorang itu adalah mabk nia sendiri.
"wa'alaikum salam, hai..kemana aja kamu sama ummi udah lama nggak kesini,kirain udah lupa sama kita". protes mbak nia..
"hehe.. maaf mbak, karna dira terlalu sibuk sekarang. belaku.
tak lupa mbak nia mencium pungung tangan ummi sembari mempersilahkan masuk.
"nadia mana mb" tanyaku, karna dari aku tidak melihat bocah kecil itu.
"oo... nadin lagi tidur nad, soalnya tadi abis berenang sama ayahnya mungkin kecapekan.
"yah... padahal aku pengen banget mbak ketemu sama nadin, nih aku udah bawain kejutan buat dia. sambil menunjukan paper bag yang ada di tangan ku.
"hem.. ceritanya ummi di cuekin nih" timpal ummi yang sedari tadi hanya melihat kami mengobrol berdua, membuat kami semua tertawa.
" maaf... mi, nih anak ummi yang dari tadi nerocos terus" ejek mbak nia.
"ya udah, yuk mi kita ke belakang aja, kebetulan mama sama papa juga ada disini".
kedua keluarga ahirnya saling melepas rindu, setelah satu bulan lamanya hanya berkomunikasi lewat hanphone, karna kesibukan masing masing yang membuat kami jarang berkumpul lagi.
awan terlihat semakin petang, akhirnya aku dan juga ummi pamit untuk segera pulang.
"om, tante, dira sama ummi pamit ya " sembari mengecup punggung tangan om rudi dan tante asri, aku melangkah lebih dulu lalu susul oleh ummi dari belakang.
Di perjalanan pulang, adzan ashar berkumandang.
" udah adzan, kita mampir sebentar ke masjid ya mi, kalau nungguin sampai rumah entar takutnya kesorean.
"iya sayang kita cari masjid terdekat aja.."
aku melihat sebuah mesjid, lalu membelokkan mobilku ke area masjid.
kami turun dan mencari tempat berwudhu.
setelah selesai sholat, aku duduk sebentar di serambi masjid sambil menunggu ummi yang belum keluar. tiba tiba ada seorang laki laki menghampiriku.
" permisi mbak, mau tanya tempat wudhu sebelah mana ya?
"oh itu mas sebelah sana" laki laki itu mengikuti arah jariku menunjuk.
"terimakasih". laki laki itu berlalu begitu saja.
"sama sama ". sahutku. tak lama kemudian ummi pun keluar.
"ayo nad, nanti keburu malam". ajak ummi untuk kembali kerumah.
"iya mi.." kami berlalu meninggalkan masjid.
ahirnya setelah beberapa menit perjalanan kami sampai di rumah, aku memasukan mobil ke dalam garasi.