
Arya sedang asyik menikmati makan malamnya sendiri. Sejak setahun yang lalu saat ia dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit dengan syarat rawat jalan, ia dan kakaknya Naya sudah mengkontrak sebuah rumah kecil namun cukup buat mereka huni berdua. Mereka tak ingin lagi merepotkan Tante nya walau tantenya ingin sekali mereka tetap tinggal dirumahnya, namun mereka memilih mengontrak rumah sendiri, ingin hidup mandiri. Biaya yang tak mahal yang harus mereka cari untuk mengganti saat pengobatan Arya saat itu, rasanya Arya tak ingin juga selalu merepotkan orang lain, usaha yang dilakukan kakaknya Naya juga ia rasa sudah cukup kakaknya selalu berkorban mengutamakan nya. Dan kini sudah saatnya Arya membantu kakaknya bekerja.
Arya memang baru tamat dari sekolah menengah atas, namun ia anak yang cerdas, ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan memiliki postur tubuh yang tinggi, dan body yang perfek membuat nambah pesona saat para gadis melihatnya, karma tak jarang ia selalu dikerumuni oleh para fens yang semuanya gadis-gadis cantik. Sifatnya yang terlihat cuek dan tak perduli, tak membuat para gadis-gadis yang mendekatnya jengah, baginya sifat Arya yang seperti itu bisa dikatakan cool. terlihat ia seperti lelaki yang dingin, namun sebenarnya ia lelaki yang penyayang. Bertahun-tahun ia diasuh oleh seorang nenek, dengan tuntutan yang cukup keras, menjadikan ia tumbuh menjadi pemuda yang harus bertanggungjawab, karena ia adalah lelaki yang suatu saat akan menjadi pemimpin, seorang pemimpin tidak boleh cengeng, harus tegas dan keras agar terlihat berwibawa, begitu pesan nenek nya yang selalu diucapkan kala dulu Arya kecil. Dan saat ini ia memahami, walau ia serang adik, tapi dia lelaki yang seharusnya melindungi kakak perempuan nya, bukan sebaliknya harus berlindung pada kakaknya.
Saat ini belum banyak yang bisa dilakukannya untuk membantu kakaknya melunasi hutang-hutangnya. Tapi ia selalu berusaha agar bisa membantu kakaknya untuk bekerja, walau sering berdebat karena perbedaan pendapat dan pastinya kakaknya Naya tidak akan mengijinkan nya untuk bekerja. Namun bukan Arya namanya, jika ia menuruti kemaun kakaknya, ia selalu punyak banyak cara agar kakaknya itu mau mengijinkannya membantu bekerja. untuk itu disinilah dia. Dengan keahliannya membuat kue bakpao dengan bantuan searching dari Gugel ia bisa sedikit membantu kakaknya bekerja. ya meski pendapatannya belum begitu besar, tapi saat ini cukuplah buat bantu biaya makannya. Dan ia yakin suatu saat nanti usahanya ini akan berkembang besar.
"aku akan tunjukan kalau aku bisa membantunya dengan usahaku ini", gumamnya dalam angan-angan nya sambil terus telaten mencetak kue bakpao nya dengan varian isi. Sepertinya akhir-akhir ini banyak pelanggan yang cerewet, ingin bakpao dengan varian isi. Kalau selama ini ia hanya membuat tiga varian isi, coklat dan inti kelapa gula merah dan gula putih, kini ia menambah varian rasa isi kacang hijau dan kacang merah. Bakpao buatannya ini biasa ia titipkan di warung-warung terdekat, walau kadang tak jarang orang-orang atau tetangga membelinya langsung kerumah dengan alasan buat oleh-oleh. Dan bahkan terkadang ia mendapat tempahan untuk acara pesta atau sekedar kumpul keluarga. Alhamdulillah, usahanya ini bisa diterima di lidahnya masyarakat.
"assalamualaikum..." suara salam terdengar dari depan rumah, seketika membuyarkan lamunan Arya yang sedang asyik mencetak kue bakpao nya.
"sepertinya ada yang datang ?" gumam Arya, saat mendengar ada salam dari luar rumahnya. Ia kemudian bergegas membersihkan tangannya dengan air dan menyambar kain lap dari atas meja untuk mengeringkan tangannya yang basah, sambil berjalan gontai menuju pintu depan dan membukanya.
"ceklek"
"Anda cari siapa ?"
.
.
.
hai..hai... jangan lupa selalu berikan cinta buat penyemangat penulis ya.. biar nggak macet karyanya 🤗🤗😍