
dreett ... dreett...
bunyi notif hp Naya pertanda ada sebuah pesan masuk dari WhatsApp.
Agung : "aku tau satu jam itu enam puluh menit, dan satu menit itu enam puluh detik, tapi aku nggak pernah tau satu detik tanpa mu itu seperti satu tahun." 🤗😍
me : " apa an sih, nggak jelas."
Agung memang memiliki perasaan pada Naya. kersamaan yang selalu mereka lalui menimbulkan benih benih sayang yang berlebih dihati Agung. Namun sepertinya tidak dengan Naya, sejak mengenal Naya sewaktu SMP dulu Agung lah satu satunya teman lelaki Naya yang paling dekat dengan Naya. sebelum mengenal Agung, Naya adalah gadis yang tertutup terhadap lelaki, dia bahkan benci mengenal lelaki, dan saat mengenal dan berteman dengan Agung membuat nya perlahan memahami bahwa tidak semua lelaki itu jahat. Dan pemuda itu sudah pernah mengutarakannya perasaannya namun Naya hanya menganggapnya sebagai lelucon keisengan Agung karena mereka memang sering kali bercanda.
Agung : " kamu tau nggak istilah nasi dah jadi bubur ?
me : "yaa.. yang udah terjadi nggk akan kembali lagi.."
Agung : " bukan..."
Me : "terus apaan dong...?"
Agung: "istilah nasi dah jadi bubur itu, ibarat perasaan aku, yang dulu cuma sayang sekarang jadi cinta."
Me : " kamu lagi sakit ?"
Agung : " iya, sakit ku karena selalu merindukan mu."
Me : " ngobral Mulu lu.."
Agung : "yaa.. gue kan lagi ngejual hati gue ma lu Nay..., tawar dong Nay..."
Me : " ogah hati lu pait, dah akh.. gue ada kelas ni.. bye...
Naya mengakhiri chattingannya dan akan meletakan hp nya di atas meja, dan saat itu juga hp nya di sambar oleh tangan seseorang. Naya mendongakkan kepalanya melihat siapa yang telah merampas hp nya itu. seketika Naya mengerut kan keningnya.
" bapak mau pinjam hp saya ?" tanya Naya datar.
" kamu bisa ambil hp kamu saat jam kuliah saya selesai." jawabnya dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak, kemudian membalikan badan. dan akan melangkah....
Naya berdiri, " Anda siapa ?, beraninya mengambil hp saya ?, kembalikan hp saya !" saut Naya tanpa rasa takut dengan suara meninggi. dengan menodongkan tangan terbuka nya didepan lelaki itu.
lelaki yang disebut asdos itu kemudian memiringkan badannya ke arah tepat berhadapan dengan Naya. diam ditempat, menatap wajah Naya tanpa ekspresi.
"saya dosen kamu dikelas ini, jika kamu tidak suka, silakan keluar." jawabnya dengan menatap mata Naya menahan geram
" apa ? dosen ? siyalan, sejak kapan dia jadi dosen dikelas ini ? sombong banget dia..." gumam Naya dalam hati. masih dengan tatapan menantangnya. tangannya terkepal diatas meja, ia memalingkan wajahnya dengan kesal dan kemudian kembali duduk.
lelaki itu pun memutar badannya dan berjalan kedepan menuju meja nya dan meletakan hp yang sudah direbutnya ke atas mejanya.
hening seketika. semua mahasiswa pun tak ada yang berani berkomentar, meski dalam hati dan fikiran mereka selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga.
****
teeeeettth....
Bel berbunyi pertanda jam kuliah pun berakhir. sebagian mahasiswa berhambur keluar sekedar sarapan atau minum bersantai melepas penat pelajaran dikelasnya. Namun tidak dengan Naya, ia masih tetap duduk dikelasnya dengan memalingkan wajahnya kearah jendela, ia menatap kosong kearah jendela.
"saya paling tidak suka jika ada mahasiswa yang tidak fokus di mata kuliah saya." ucap seorang lelaki yang merebut hp Naya, yang sudah berdiri di samping meja Naya sambil menyodorkan hp milik Naya di atas meja. Naya yang tiba-tiba terkejut langsung memalingkan pandangannya ke sumber suara. tak bergeming sedikitpun. matanya hanya mengarah pada benda pipih yang disodorkan lelaki itu di atas meja, kemudian sedikit mendongak melihat wajah lelaki itu.
"dia yang menabrak ku tadi pagi..." gumam Naya dalam hati. ia pun langsung memalingkan wajahnya keluar jendela tanpa berucap sepatah kata pun pada lelaki itu.
" sepertinya dia masih kesal." gumam lelaki itu yang masih memandangi Naya. dan kemudian berbalik dan berjalan keluar.
***
"Lo nggak kenapa-kenapa kan Nay ?" tanya Jihan, yang sedikit bingung akan perubahan Naya yang mendadak menjadi pendiam saat kejadian tadi.
"emang gue kenapa?" jawabnya datar
" eh, Lo tau nggak siapa nama dosen ganteng tadi ?" tanya nya lagi, kali ini dengan senyum semangatnya.
"bukan urusan gue." jawab Naya dengan nada sedikit kesal.
" lha.. Lo gimana sih Nay, tu dosen ganteng kan pembimbing di mata kuliah PKP Lo ?,masa Lo nggak tau nama dosen pembimbing sendiri sih, kan nggak lucu akh.." cicit jihan panjang kali lebar.
"emang gue pikirin dia gitu ?" jawabnya, masih dengan nada kesal.
"yaa...emang harus Lo fikirin lah Nay.. secara ntar kan Lo mesti bimbingan sama tu dosen, pastinya Lo butuh nama dan nomer hp nya kan..?" saut Jihan mulai kesal. "Lo masih kesel ma tu dosen, karma ngerebut hp Lo ?" sambungnya lagi.
" ya iya lah, sapa coba yang nggak kesel, dia kira ngajar anak SD apa ?? yang kalo muridnya maen - maen terus dihukum gitu? omel Naya meluapkan kekesalannya.
"yaa... itukan salah Lo sendiri.. ngapa coba melamun sampe di panggil - panggil tu dosen Lo nya kagak nyaut." jelas Jihan.
"hah, masa sih..?" tanya Naya tidak percaya.
"Hem." jawab Jihan malas.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Netz : " emang siapa nama tu asdos yang katanya ganteng itu Thor ?"
Thor : " emang nya Lo belum tau ?"
Netz : "kalau gue tau ngapa gue tanya jainab?"🙄
Thor : " hah, iya yaa.. gue juga belom tau, belom sempet kenalan tadi.."😁😁
Netz : "Lo ntar pulang lewat mana Thor ?"
Thor : " lha, ngapa emang ? Lo mau nganterin gue ?"
netz :"mau gue kenalin ma sendal jepit gue..' 😒😒
Thor : 😲😒😒
hai hai... kawan jangan lupa like komen vote ya ... 🤗🤗 bial akoh nya cemangaaat* nulisnya...💪💪