Good'S Love

Good'S Love
dua...


Naya berlari kecil menaiki tangga untuk masuk ke kelas nya. karena ia terburu buru hingga tepat di persimpangan tangga ia menabrak seseorang.


"bruuk..."


"aawwww". rintihan Naya sambil memegang bahunya.


"maaf, apa anda baik baik saja ?" ucap seseorang itu.


Naya kemudian mendongak mencari sumber suara itu.


" ya, nggak apa apa kok, maaf saya juga yang salah, saya buru-buru jadi tidak lihat jalan." jawab Naya masih dengan memegang bahu kanannya yang masih terasa ngilu, karena hantaman bahu kekar milik pria itu yang lumayan keras. ya, dia menabrak seorang pria yang memiliki badan kekar.


"sepertinya bahu anda__"


"ti-tidak apa-apa, hanya nyeri sedikit." jawab Naya yang langsung memotong perkataan orang itu. kemudian berlalu pergi menuju kelasnya. sementara pria itu masih mematung seraya memperhatikan Naya yang terus menjauh hingga menghilang dari balik tembok sudut ruangan.


**


Didalam kelas, Naya langsung mendaratkan bokongnya di kursi nya. masih setia memegang pundak kanannya yang masih terasa ngilu, sambil memijit sedikit bahunya dan sesekali meringis kesakitan karena pijatan tangannya sendiri.


"kenapa Lo ?"


Naya menoleh mencari sumber suara. suara itu milik Jihan teman sebangku Naya, mereka bersahabat saat masuk ke fakultas itu.


"nggak apa-apa."


"nggak apa-apa kok cengar-cengir."


" gue tadi abis nabrak cowok." masih mengusap usap bahunya.


"kok bisa ?, dimana ? cowoknya ganteng kagak ?" tanya Jihan bertubi-tubi.


Naya memutar kedua bola matanya jengah.


"ya bisa lah, musibah. disamping tangga, cowoknya cantik." jawab Naya sambil meletakkan tas ransel putihnya keatas meja.


"lhaa.. cowok kok cantik sih Nay ?" tanya Jihan bingung 😕.


"lo pikir aja sendiri." jawab Naya malas. kemudian mendongak kearah depan kelas, "pak Enda nggak masuk ya Ji ?, tau gitu ngapa juga gue tadi lari-lari sampe nambrak tu cowok." pandangannya kini ke arah tasnya sambil mengeluarkan buku catatan nya.


"pinjem buku Lo dong, gue lihat tugas lo ya ?, kemaren gue nggak sempet ngerjain." lanjut Naya sambil menyodorkan telapak tangannya. dihadapan Jihan.


Jihan membuka bungkus permen lollipop kegemarannya, memasukan permen manis itu kedalam mulutnya, kemudian meletakan bungkus plastik permennya ke atas telapak tangan Naya.


"gue juga belom siap Nay.., tumben banget lu kagak ngerjain." tanya Jihan sedikit heran.


" gue sibuk."


"pak Enda nggak masuk Nay.. ntar aja ngerjainnya." jawab Jihan santai.


tiba tiba ruangan berubah berisik..


"*ganteng..."


"masih muda lho..."


"idaman banget sih*...."


celoteh mahasiswi yang lain. memang sih di fakultas FKIP lebih digemari oleh para kaum hawa. dikelas Naya sendiri prianya hanya 5 orang, selebihnya cewek semua.


"ributin apa sih mereka ?" tanya Naya sambil mengangkat dagunya pertanda menunjuk ke arah sumber keributan.


"nggak ngerti gue


q." jawab Jihan yang udah berjalan kearah sumber keributan.


"selamat pagi..., maaf saya terlambat." sapa seseorang yang tiba-tiba masuk ke kelas itu.


semua mata mendongak kearah sumber suara didepan kelas, dan seketika semua nya terbengong menatap lurus kearah depan.


"ternyata aslinya lebih ganteng...."


celoteh salah satu mahasiswi, yang juga membuyar kan keheningan sesaat dikelas itu.


"terimakasih." jawab pria itu sambil tersenyum malu dan sedikit gerigi. ia yang katanya asdos (asisten dosen) pak Enda. ia yang akan menggantikan dosen pak Enda untuk sementara waktu, sampai beliau kembali, karena beliau sedang masa perobatan di Singapura.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Thor : emang kadang cewek tu suka baper kalu udah lihat yang ganteng-ganteng..


Netz : kayak lu kagak pernah baper aja Thor ?


Thor : gue, baper ? sok tau lu.. gue kan cuma seneng aja gitu kalu lihat yang bening- bening.


Netz : air jernih maksudnya Thor ? 🤔


Thor: serah lu...😒


hai...hai... ada readers... jangan lupa like komen ya*...


terimakasih...🤗🤗