The Power Of Destiny

The Power Of Destiny
Rencana James


Siang itu di sebuah kampus di Jerman, tiga gadis cantik sedang duduk sambil membaca buku di sebuah taman.


"liv, James masih gangguin kamu?" tanya Briana di sela sela kegiatannya membaca buku.


"Begitulah bri. Sungguh aku sudah tidak tahan dengan kelakuannya." Jawab Olivia lesu.


"Sudahlah jangan begitu. Bagaimana kalau nanti kita main ke Oktoberfest" ucap gadis asli Jerman itu


"Apa? Oktoberfest bukankah itu festival yang paling dinanti di Jerman ketika bulan Oktober akan tiba?" Tanya Olivia dengan mata berbinar-binar.


"Benar Olivia dan katanya sudah mulai dibuka. Ayo Olivia kita kesana. Ini merupakan Oktoberfest pertama kan bagi kalian" ucap gadis itu menggebu gebu


"Benar kata Joli. aku pasti ikut Jol. bagaimana denganmu bri?" tanya Olivia pada Briana.


"Baiklah aku akan ikut. Oh ya kalian ajaklah juga Bella. Bella pasti akan senang" tentu saja Briana akan ikut karena ia harus menjaga nona mudanya. Kalau ia tak bisa menjaga nona mudanya. Bukan hanya nona mudanya yang akan hancur tapi dia juga.


"Tentu saja. ahh rasanya aku benar benar tidak sabar" Olivia merasa sangat bahagia karena ia akan pergi ke Oktoberfest untuk pertama kalinya. Padahal dulu ketika masih di Indonesia ia saja jarang datang ke pasar malam. Terakhir kesana saat ia berumur 10 tahun. Tapi kali ini ia bisa bermain-main di festival Oktoberfest.


"hai, apa aku melewatkan sesuatu?" tanya gadis berkacamata itu. Sambil mendudukan dirinya di dekat sahabatnya itu.


"hai Bella, tentu saja tidak. Kita akan menghadiri Oktoberfest nanti. Kamu ikut kan?" Tanya Joli pada bella


"Tentu saja. aku pasti ikut" jawab Bella.


Mereka memang sudah dekat sejak awal mereka berkuliah di kampus itu. Awalnya Olivia hanya berteman dengan Briana .Briana adalah gadis yang cantik wajahnya Asia Chinese dan dia juga jago bela diri dan orangnya agak ketus. Diantara mereka ber4 Briana adalah yang paling galak. Setelah mengenal Briana,Olivia juga berteman dengan Joli, gadis asli Jerman. Pertemanan mereka diawali dengan Joli yang menolong Olivia kabur dari cengkraman James dan kawan kawannya. Joli adalah anak pengusaha ternama di Jerman. Joli adalah gadis yang paling cerewet diantara 4 gadis itu. Awalnya mereka hanya bersahabat bertiga. Namun kemudian mereka mendekati Bella karena kasihan karena melihat Bella yang sering sendiri. Bella adalah gadis pendiam. Dia juga anak yang terlahir dari keluarga sederhana. Bella memiliki wajah seperti gadis India, karena Ayah Bella adalah orang India dan Ibunya adalah orang Indonesia tepatnya orang bali. Diantara semuanya, Bella lah yang paling jarang bersama mereka. Olivia merasa nyaman bersama mereka karena mereka dapat membantu Olivia agar dapat menghindar dari kejaran James.


**


"Kena kamu. Kamu adalah umpanku untuk mendapatkan Olivia hahaha" ujar laki laki itu dengan senyum iblisya.


"Tunggu!" teriak laki-laki itu.


Gadis itu menoleh.


"James...." gadis itu kemudian berusaha terus berlari menghindari James


"berhenti Saloni ck..... hey gadis hitam manis heyyyy"James terus berteriak sambil memanggil gadis itu.


"ah kena kamu" ucap James sambil memegang tangan gadis itu.


"hey anjeli kali ini kamu harus membantuku untuk mendapatkan Olivia"


"Aku tidak mau. Dan perlu ku perjelas namaku Bella bukan Saloni ataupun Anjeli seperti katamu itu" ujar Bella ketus.


"Tidak kau harus melakukannya. Kamu harus membantuku mendapatkan Olivia malam ini. Kalau tidak....." James berkata sambil mengantungkan kalimatnya.


"Kalau tidak apa???" tanya Bella kesal.


"Kalau kamu tidak mau dikeluarkan dari kampus" ucap James dengan senyum jahatnya.


"apa maksudmu?"


"aku tahu kamulah yang sering mencuri barang mahasiswa lain. Kamu juga menggunakan hasil menjual barang itu untuk sekedar berpergian atau membeli buku kan?"


"A a apa katamu aku ti ti tidak melakukan itu" ujar Bella bergetar.


"aku tahu semuanya. Jadi, kalau kamu ingin reputasi mu aman dan beasiswa mu tidak dicabut. Ada baiknya kamu membantuku kali ini. Oh ya kudengar kalian akan ke Oktoberfest nanti malam. Jadi ku sarankan kamu harus membantuku dengan ini" ujar James sambil menyodorkan sesuatu pada Bella.