The Power Of Destiny

The Power Of Destiny
Alodhya Shannon


Sebuah mobil berhenti tepat di depan lobby gedung tinggi.Pintu bagian supir terbuka, keluar seorang wanita cantik dengan menggunakan blazer dan celana panjang berwarna merah dipadukan dengan kemeja berwarna putih didalamnya. Rambut hitam panjang yang diikat rapi menambah kesan elegan pada diri wanita itu.


Beberapa orang yang berpapasan menyapanya.Sedangkan ia hanya membalas dengan senyuman manis.


Wanita itu adalah Alodhya Shannon. Pimpinan dari Shannon Group. Dengan kecerdasan yang ia miliki membuat perusahaan ini berkembang dengan cepat. Dirinya banyak menginspirasi wanita wanita lainnya, diusia yang terbilang masih muda ia sudah berhasil menjadi wanita karier yang sukses.


Tak hanya menjadi inspirasi wanita lainnya, ia juga sangat dikagumi oleh orang orang, khususnya kaum lawan jenis.Sikap ramah dan pekerja keras walau berasal dari keluarga kaya raya adalah alasannya.Dia tak pernah bersikap sombong ataupun gila hormat, menurut Alodhya itu suatu hal yang membuat dirinya tak bisa lebih dekat dengan karyawan di perusahaannya.


Meskipun telah sampai dipuncak kesuksesan saat masih muda, ada beberapa hal yang belum bisa ia dapatkan saat ini. Ya, pasangan adalah jawabannya. Alodhya belum memiliki pasangan sampai saat ini karena ia sangat sulit membuka hati pada seseorang.


Kegagalan cinta dimasa lalu akibat dikhianati pasangan nya, yang ternyata menjalin hubungan gelap dengan saudara tiri Alodhya, membuat ia sangat berhati hati dalam memilih pasangan.Ia tak mau buru buru dalam memiliki pasangan karena tak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Tok Tok Tok


"Ya masuk"ucap Alodhya yang mendengar ketukan di pintu.


Dari balik pintu muncullah seorang wanita yang umurnya tak jauh berbeda dengan Alodhya.


"Bu, ini ada beberapa berkas yang harus kau tandatangani"ucap wanita itu yang tak lain adalah sekretaris pribadi Alodhya yang bernama Shindi.


"Baiklah"menerima berkas itu dab menandatangani nya.


Alodhya melirik jam yang ada ditangan nya.Jarum jam menunjuk kerah pukul tiga sore.


"Apakah jadwal ku hari ini sudah tak ada lagi?"Alodhya bertanya setelah selesai menandatangani berkas.


"Ya Bu, sudah tak ada lagi"ucap Shindi seraya menerima berkas tadi.Alodhya hanya mengangguk.


"Saya permisi dulu, Bu"Shindi keluar dari ruangan Alodhya.


Alodhya membersihkan dan merapikan barang barang yang ada diatas meja.Kemudian mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu.


Setelah sampai diparkiran, ia melajukan mobilnya meninggalkan gedung tinggi itu.Alodhya memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah bergaya modern.Ya, rumah ini adalah miliknya, yang ia beli dengan jerih payahnya sendiri. Sejak Alodhya berumur dua puluh empat tahun, ia memutuskan untuk tinggal sendiri tanpa orang tuanya.


Matahari telah memancarkan sinarnya, menandakan bahwa pagi telah datang menyapa.Alodhya sedang duduk bersantai seraya memakan buah apel yang ia beli di mini market setelah selesai melakukan olahraga paginya, yaitu jogging berkeliling komplek.


Hari ini dirinya tak pergi bekerja, karena hari ini adalah hari Sabtu. Ia bersantai menonton film favorit nya, yaitu film yang bergenre fantasi dan juga action. Alodhya tak sendirian, ia ditemani oleh kucing peliharaan nya.Kucing Persia ras asli , dengan bulu berwarna silver yang panjang nan lebat adalah kesukaannya.Kucing yang selalu menemani hari harinya saat dirumah ia beri nama Skye.


Saat tengah asyik menonton , tiba tiba ponsel nya berdering.Ia melihat siapa yang menelpon nya sepagi ini."Khalisha".Alodhya mengangkat telpon itu.


"Halo"ucap Alodhya.


"Good morning, Al"ucap wanita diujung sana.


"Ya , ada apa Lis"tanya Alodhya pada Khalisha yang merupakan sahabat nya saat masih berada di kampus dan sampai sekarang.


"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya apakah kau sibuk hari ini?"tanya Khalisha.


"Tidak"jawab Alodhya seraya memasukkan potongan apel kedalam mulutnya.


"Jadi kau tidak akan kemana mana?"tanya Khalisha.


"Hu'um"


"Oh...Baiklah, Bye"ucap Khalisha menutup sambungan telepon.


Sementara Alodhya hanya bingung, jadi Khalisha menelpon hanya untuk bertanya dia sibuk atau tidak?Sungguh dia tidak ada kerjaan sama sekali.


Alodhya kembali fokus pada layar televisi di depannya.


Ting


Tiba tiba terdengar suara bel rumahnya.Alodhya beranjak dari duduk nya menuju pintu.


Saat dia telah membuka pintu, tak ada seorang pun disana.Pasti ini ulah anak anak.pikir Alodhya.


Ketika ia hendak duduk ke tempat tadi, terdengar lagi suara bel rumah berkali kali.Dengan kesal Alodhya melangkah dan membuka kan pintu.


"Sia..."


"Happy Birthday, Al"ucap beberapa orang didepan nya.


Alodhya terkejut melihat keempat sahabat nya berdiri dengan membawa kue ulang tahun dan juga sebuah kotak berukuran sedang.


"Kalian..."


"Hei Al, apa kau tak membiarkan kami masuk"ucap Risya.


Alodhya mempersilahkan mereka masuk lalu menutup kembali pintu rumah nya.


"Al ayo kemari, tiup lilin nya"ucap Viro yang merupakan salah satu sahabat laki laki Alodhya.


Khalisha lalu memberi sebuah kotak tadi kepada Alodhya sebagai hadiah ulang tahun dari mereka.


"Bukalah Al"ucap Khalisha.


Alodhya membuka kotak itu, didalam nya berisi berbagai macam cokelat dan juga makanan ringan lain, dibawah nya ada beberapa foto mereka bersama saat mereka masih kuliah dan juga beberapa foto saat mereka liburan bersama.


"Al, jangan dilihat dari harganya ya, tapi lihat lah ketulusan dari kami semua.Kami memberikan ini padamu dengan banyak cinta"ucap Risya.


"Tentu, dengan kalian ingat dan meluangkan waktu untuk memberikan kejutan pada ku saat ini saja sudah membuatku sangat bahagia"mereka semua berpelukan.


Menurut Alodhya, dikelilingi oleh orang orang yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus adalah suatu kebahagiaan yang tak terhingga.Ia sudah sangat bersyukur akan hal itu.


"Al, kami juga membeli beberapa makanan untuk kita makan"ucap Zakly sambil mengangkat kedua buah kantung plastik.


Mereka kini tengah menikmati makanan dan bercerita tentang kehidupan mereka sekarang.Hanya Risya yang sedari tadi diam saja.


Alodhya yang melihat temannya seperti itu langsung berkata,"Ris, kau kenapa?"


Risya tak menjawab, ia malah menutup wajahnya dengan kedua tanganya.


"Dia sedang patah hati Al"Viro yang menjawab.


"Patah hati?"ucap Alodhya mengulangi perkataan Viro.


"Hu'um Al, dia sedang patah hati karena selama lima bulan menjalin hubungan dengan seorang pria yang ternyata sudah beristri"ucap Khalisha ikut menimpali.


"Bagaimana itu bisa terjadi?"tanya Alodhya bingung.


"Tentu saja bisa karena mereka kan kenalnya lewat sosial media, dan belum pernah bertemu secara langsung.Ditambah pria itu juga mengaku single dan sedang mencari pasangan.Hahaha"Zakly pun ikut berbicara.


"Lalu, bagaimana kau tahu dia sudah beristri?"tanya Alodhya penasaran.


"Saat aku menelpon dengan panggilan video, dan yang menjawab adalah istrinya"jawab Risya


"Laki laki memang tak pernah puas hanya dengan satu wanita"ucap Risya kembali, ia memukul Zakly yang ada disamping nya untuk meluapkan kekesalannya.


"Aw..sakit Ris, kenapa kau malah memukul ku?"Zakly protes.


"Ris...lain kali jangan langsung percaya dan menaruh hati kepada seorang pria hanya karena kata kata manis yang ia ucapkan.Lagi pula kau juga apa apa dibawa keperasaan.Belum ketemu sudah menjalin hubungan saja"ucap Khalisha memberi saran.


Alodhya hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat temannya itu.


Hari sudah siang, keempat sahabat Alodhya telah kembali kerumah mereka masing masing.Alodhya berencana untuk membagikan makanan kepada anak yatim dan orang yang membutuhkan.Kini ia telah bersiap untuk pergi kesebuah restoran.


Alodhya memesan 100 box makanan.Ia harus menunggu kurang lebih selama dua jam.Alodhya menghabiskan waktu dengan bermain ponsel pintar nya.Tiba tiba sebuah panggilan video masuk."Mom".


"Halo Mom"ucap Alodhya setelah menghubungkan sambungan video tersebut.


"Happy Birthday Al"ucap ibunya disebrang sana.


Alodhya tersenyum,lalu berkata"Terimaksih mom"


"Maaf Al, ibu belum bisa datang berkunjung kesana"ucap ibu lirih.


Ya orang tua Alodhya telah berpisah sejak usianya tiga belas tahun.Sejak berpisah dengan ayahnya, ibu kembali kerumahnya yang ada di Jerman dan mengajak Alodhya bersamanya.Setahun setelah perpisahan, ayah Alodhya menikah dengan seorang janda beranak satu.


Saat Alodhya sudah tamat sekolah menengah , ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia, melanjutkan pendidikan dan tinggal bersama ayah dan juga ibu serta saudari tiri nya.


"Tak apa mom, aku mengerti"ucap Alodhya.


"Kau ingin Mommy berikan apa Al?tanya ibu.


"Tidak usah mom, aku tidak ingin apapun"Alodhya menolak tawaran ibunya.


"Baiklah, tapi maaf Al ibu harus memutuskan telpon ini ada hal penting yang harus ibu kerjakan, bye dear jaga dirimu baik baik."ucap ibu.


"Bye mom"sambungan video terputus.


Dua jam telah berlalu, pesanan Alodhya telah siap dan dimasukkan kedalam mobilnya.Dia melajukan mobilnya dan mulai membagi makanan.


Delapan puluh box ia berikan kepanti asuhan, sedangkan sisanya akan ia bagikan kepada orang orang di jalan.


.


.


.


Bersambung...