The Name Of My CEO Mr.SUGA

The Name Of My CEO Mr.SUGA
episode 05


Hari menjelang malam,aku ragu untuk mengajak pak Suga makan malam bersama keluargaku.sedangkan ibu sudah masak banyak malam ini.dan ibu sangat berharap aku bisa makan dirumah malam ini.tapi entahlah semuanya tergantung bosku.kalau dia menolak ajakanku aku akan pergi sebentar untuk makan malam dirumah bersama keluargaku.setelah lama berfikir ku putuskan untuk segera menemuinya di kamarnya.panjang umur sekali bosku itu,baru aku akan menemuinya di kamarnya.eh dia sudah menelfonku.


"halo pak ada yang bisa saya bantu?tanyaku basa basi kepada laki2 di sebarang telfon sana.


"kita keluar makan.jawabnya singkat.ini kesempatan bagus untuk aku mengajak makan di rumahku saja.


"hemm pak,sebenarnya ibu saya meminta saya untuk makan malam di rumah.


"terus,kamu membiarkan aku makan sendiri gitu.tanyanya dengan suara ngegasnya.


"emm e..enggk gitu pak,kalau bapak berkenan ibu juga mengundang bapak untuk imut serta makan malam di rumah beserta keluarga saya pak.jawabku ragu2 berharap dia tidak menolak ajakannya jikapun menolak terpaksa aq yg pergi sendiri.


"ohhh.jawabnya dan langsung menutup telfonnya.aku hanya bisa menahan rasa kesalku karnanya.melihat sikap atasanku yang seperti itu aku menyimpulkan kalao dia menolak undangan dari orang tuaku.keceea si pasti,tapi mau bagaimana lagi.dia org terpandang,pasti malulah jika harus makan duduk beriringan dengan org2 bawahan seprti aku.itu hanya prediksu sih.segera ku kirimkan sms ke ibuku klo hanya aku yang akan datang.


jam sudah menunjukkan pukul 18.30 aku sudah siap2 untuk pergi tiba2 pintu kamarku ada yg ngetok.tok...tok.setelah ku buka ternyata bosku.kaget si tapi bodo amat.


"hemm ada apa pak?tanyaku judes


"makan...jawabnya singkat sekilas menatapku.


"kan saya sudah bilang pak,saya tidak bisa menemani bapak.karena saya sudh ada janji sama orang tua saya.jawabku rada kecewa.


"terus...


"ya...ya saya akan pergi sendiri.jawabku terbata2.


"kata siapa kamu akan sendiri?perkataannya sedikit merubah mimik raut wajahku yang tadinya rada2 cemberut kini kembali ceria.


"ekhemm kan saya yang bilang barusan.balasku dengan seketika mengubah kembali raut wajahku.ya sedikit2 jaim gitulah biar dikiranya mahal dikit.


"ya udah yuk berangkat nanti org tuamu menunggu terlalu lama lagi.katanya lagi dan melangkah pergi meninggalkanku.aku hanya bisa tersenyum bahagia saat ini.perlahan ku mulai ikuti langkah kakinya yang semakin menjauh.


Sedangkan di rumah benar saja ibu dan bapkku sudah menunggu di sana.di meja makan sudah tersedia beberapa masakan yang sederhana tapi rasanya tidak kalah jauh dari makanan hotel bintang 5.


"sabar pak,tau sendiri kan anak gadis kita itu kalau dandan lama sekali mungkin bentar lagi sampai.tadi dia bilang sudah di jalan kok.jawab ibu menenangkan bapak.benar setelah itu aku sampai di rumah tercintaku.tatanan halaman depannya masih sama saat terakhir kali aku pulang menemui mereka.bedanya di sana sudh banyak tanaman mawar dan anggreknya.ku lihat disana sudah terparkir motor adekku.dan berrti dia juga ada di rumah.pintu depan terbuka.


"assalamualaikum.sapaku dengan ucapan salam.


"waalaikumsalam.jawab seorang wanita paruh baya yang tetiba muncul di balik pintu dengan tatapan rindu dan seuntak senyum yang selalu kurindukan setiap saat.


"eh anak perempuan ibu sudah datang.katanya lantas memelukku.ibu belom menyadari keberadaan bosku yang sedari tadi berdiri di sampingku.entah bagaimana pendapat bosku melihat adegan anak dan ibu berpelukan di depannya.


"buk oya kenalin ini bos Hafieza.namanya pam Suga.ucapku mengenalkan bosku kepada ibuku.


"ehhh..ibu pikir bapak tidak akan datang.katanya lagi dengan wajah yang berseri2.


"mana mungkin saya menolak bu,apalagi itu adalah permintaan seorang ibu.jawabnya ramah.sikapnya beda 90 derajat saaat sedang bersamaku ataupun di kantor.ibupun menyuruh kita segera masuk karena bapak sudah menunggu kedatanganku sejak tadi.


"bapkkkkk....sapaku dengan girang seprti anak yg sudah lama sekali tidak bertemu dengan ayahnya.


"anak bapak sudah datang,gimana kabarnya sayang?apa kamu makan dengan baik di jakarta.?apa kamu....belum sempat meneruskan perkatannya aku segera memotongnya dengan jawaban yang ingin dia dengar dariku.sebelum beliau menyerbuku dengan pertanyaan pertanyaan lainnya.


"Hafieza baik pak,dan anak bapak ini makannya juga selalu tepat waktu jadi bapak enggk usah terlalu khawatir.oya kenalin ini pak Suga bos Fieza di kantor.kataku sembari memperkenalkan pak Suga ke pada bapakku.layaknya seprti anaknya sendiri bapakku merangkul erat bosku.kejadian itu membuatku sedikit malu terhadap sikap ortuku kepada atasanku.haruskah bapakku seprti ini?haruskah merangkul juga.?ingin rasanya aku berteriak "bapakkk itu atasanku bukan suamiku jadi tolong bersikap sewajarnya saja".tapi sayang itu hanya akan menjadi jeritan hati,karena aku tidak bisa mengungkapkannya langsung.karena rasa maluku terkalahkan oleh rasa bahagiaku saat ini.entah apa yg akan di katakan bosku nnti setelah di hotel.mengingat sikap dia yang selalu berubah2.tapi bodo amatlah,yang penting orang tuaku bahagia.masalah bosku marah atau mungkin langsung tiba2 darahnya naik itu urusanku sama dia.


"hemm pak mau makan yang mana biar saha ambilkan.tanyaku menawarkan jasaku.hehehhe


"hemmm tersedah deh.jawab bosku dengan senyuman ya mungkin di buat2nya.tanpa berfikir panjang lagi kuambilkan dia sedikit nasi dan beberapa lauk yang ada di sana.karena aku yakin bosku satu ini akan suka dengan masakan ibuku.


"what...sebanyak ini untuk saya?bisiknya.aku hanya membalasnya dengan sebuah anggukan dan tatapan lembut.mata kami saling bertemu satu sama lain.dan kurasakan aku grogi bener2 grogi.dan begitupun juga dengan bosku.tanpa berkata apa2 dengan santainya pak suka memakan makanan yang sudah aku ambilkan.melihat sikapku terhadap bosku kedua org tuaku hanya tersenyum.sedangkan adekku dia tidak ikut makan malam bareng kita.karena ternyata dia harus pergi lagi.usai makan aq ibu bozku dan bapakku kita saling mengobrol satu sama lain dan ternyata pak suga tak sepertk yang aku pikir selama ini.ternyata dia tipe laki2 yang hangat kepada keluarga.terlihat jelas bagaimana dia bersikap terhadap ibu dan bapakku.tak terasa waktu cepat berakhir kita harus kembali ke hotel karena besok kita mengambil penerbangan pagi.dari surabaya ke jakarta.sebelum pulang ibuku membawakan pak suga oleh2 khas surabaya dan beberapa cemilan lainnya.ya begitulah ibuku loyal terhadap teman anak2nya.dan mereka pun juga sempat saling tukar nomor handphone.saat tiba di hotel aku memutuskan untuk mencuci kaki,mencuci muka dan gosok gigi.karena itulah aktifitas malamku sebelum tidur.


POV SUGA


Sepulang dari rumah orang tua Hafieza,aku memutusakn untuk kekamar mandi.ya ngerti sendirilah ngapain.


"ternyata keluarga hafieza sangat baik sekali,ternyata sifat hafieza menurun dari kedua orang tuanya.ucapku berbicara sendiri sambil menikmati segelas air putih yang ku ambil di dalam kulkas hotel.entah kenapa tiba2 bayangan Hafieza muncul dalam benakku.selain cantik,ternyata karyawanku itu adalah wanita manja yang sangat manis.semua itu terlihat sangat jelas saat dia bersma kedua orang tuanya tadi.betapa manjanya dia saat dia meminta ayahnya untuk menyuapinya.bahkan ibunya pun juga sama.untuk membalas kebaikan kedua org tuanya aku menyuruh anak buahmu yang berada di surabaya untuk memberinya sebuah hadiah sebagai ungakapan rasa terimaksihku atas kebaikannya yang sudah mau mengundangku makan malam di rumahnya.setelah kuperintahkan semha aku memilih untuk tidur.karena aku sendiri juga sudah merasa kalau badanku juga butuh istirahat.