
Entah mengapa ada ketertarikan tersendiri oleh wanita tersebut kedalam diri pria yang berstatus komandan militer itu , mendekati perempuan tersebut membenarkan tidurnya agar nyaman , menyelimutinya dan tibatiba tanganya ditarik oleh keysha hingga menyentuh pipinya menjadikan nya sebagai bantal dan bergumam
" jangan tinggalin aku "
sontak membuat laki laki tersebut menarik tangannya kasar , lantaran dia sendiripun tampak berfikir mengapa dirinya tertarik kepada perempuan yang baru ia lihat , bahkan melupakan tugas nya masuk kedalam tempat ini
dilihatnya ruangan ini tidak ada yang mencurigakan diapun keluar
tidak ada satupun orang tau , ternyata ada sosok laki laki yang bersembunyi di depan jendela , ia adalah laki laki bos mafia terbesar di asia , yang menyembunyikan diri lantaran terjebak akibat transaksi penyelundupan narkotika oleh anak buahnya .
dengan panik ia memasuki sebuah kamar yang ditempati keysha dan bersembunyi di jendela , tapi siapa sangka bahkan pimpinan militer itu tertarik dengan seorang yang tidur sambil meracau . diam diam laki laki yang bersembunyi tersebut masuk dan mendekati keysha , lantaran ia penasaran seperti apa rupa dari wanita yang menarik perhatian seorang jendral yang bahkan dia pun bisa menebak kalau keduanya tidak saling mengenal
didekatinya wanita yang tergulung selimut sampai hidung , dibuka selimut itu sampai pundak , nampak wanita yang sangat cantik tengah terlelap dalam tidur menjadikan tangannya sebagai penyangga tidurnya ,
tidur yang damai dengan masih adanya air mata yang jatuh kepipinya . tangan laki laki tersebut bergerak mengelap air matanya , lalu dia mengamati wanita tersebut sambil tersenyum
" selain cantik entah mengapa aku merasa kamu sangat menarik , pantas saja jendral militer tadi tertarik padamu ,akupun juga sama " ucapnya sambil tersenyum
" sampai jumpa , terimakasih untuk kali ini , semoga kita dapat berjumpa lagi " tambahnya sambil membelai rambut keysha lalu ia melangkahkan kaki saat sampai dipintu ia berbalik dan memperkenalkan diri
" namaku Alfarizi Kavindra " ia lalu berbalik memegang gagang pintu dan keluar sambil menengok , setelah dia rasa suasananya sudah aman dia keluar
ditempat lain
laki laki yang berstatus jendral tersebut menuruni tangga menghampiri brama yang nampak sedang duduk sambil memutar mutar gelasnya
" Maaf , bisakan ada ikut dengan saya agar dapat dimintai keterangan? "
" boleh , asal anda menunjukan surat perintah "
" oke , saya ikut dengan anda "
mereka keluar menuju kantor dimana brama akan dimintai keterangan ,
laki laki bos mafia tersebut menuruni tangga nampak sekali suasana sudah aman terkendali , dentuman lagu disko dan lampu kembali menyala berkalap kelip seperti tidak ada kejadian apapun tadi . ia segera memanggil pelayan membayar bill yang tadi ia pesan
dengan tergesa gesa ia keluar menuju parkiran letak mobilnya terparkir menuju basscame tempatnya anak buahnya kumpul
sesampainya di basscame ia masuk dengan wajah yang amat kesal memanggil anak buah kepercayaannya yaitu Rendra
" Rendraaaa!!!!!!! 'panggil nya lantang sampai menggema
nampak seseorang lari keluar dari sebuah kamar ,
" Iya bos? "
" Kamu tau apa yang terjadi barusan ? " tanya Al
Rendra pun menggeleng dan menjawab " maaf bos saya tidak tahu ?! "
" Saya hampir saja tertangkap oleh pasukan militer akibat penyelundupan , kau bilang dia adalah orang yang dapat dipercaya , mana buktinya!!!!!!!! jika tadi saya sampai tertangkap 7 turunan kau akan saya penggal?!!!!!!!!! " ucap al dengan suara keras amarah yang meluap luap ia lampiaskan
" segera kau hilangkan semua bukti bukti tersebut , saya tidak mau tau , ketika saya cek esok pagi harus bersih tanpa ada kesalahan , jika tidak kau tau akibatnya "
" Siap bos!!!! "
#