
Sudah Larut Kelima laki laki itu memutuskan untuk pulang ,
" Lo balik Ke Apart atau Rumah Utama Al? " Tanya Arkan
" Apartemen aja Ar , Kalo dirumah utama males gue gada yang bisa diliat juga , "
" Nyokap bokap lo gada yang balik ke Indo? "
" Engga , kayanya mereka masih sibuk juga disana , kenapa emangnya?
" Engga papa , gue lagi suntuk Al gue masih mau ajak lo minum sampe pagi tapi kita berdua aja , "
Mengerti akan tawaran itu , Al mengangguk dan mengajak Arkan untuk Ke Apartemen nya
Sampai Di Apartemen , Al melangkahkan kaki ke dapur mengambil 2 botol minuman , serta gelas untuk minuman nya malam ini , dan kue kue kering lainnya ,
Al memang sangat dekat dengan keempat sahabat nya , namun keempat sahabat nya itu selalu mencari dirinya jika mengalami masalah , karena hanya dirinya lah sosok orang yang gampang dipercaya jika menaruh cerita ataupun berbagi pikiran
" Katakan , Ada apa lagi kau? " Tanya Al ketika sudah mendarat kan bokong di Kursi malas yang berada dibalkon Apartemen miliknya
Bukannya menanggapi pertanyaan itu Arkan malah menuang dan meneguk minuman itu sampai tiga gelas ,
Al yang melihat tentu saja heran , masalah berat apa yang dialami sahabat satu nya itu " Kalo lo cuma mau minum tanpa mau berbagi cerita pulang aja sono ! " Usir Al sengaja ,
Arkan menarik nafasnya dalam , " Pacar gue hamil Al , " Ucapnya lirih
" Ya bagus dong , terus kenapa? seneng dong lo kalo cewe lo hamil , tinggal nikahin aja . terus apa yang bikin lo pusing? "
" Lo tau kan , Agama kita apa , gue sama dia beda Agama Al , orang tua nya ga merestui hubungan gue sama dia . dan yang lebih parahnya bikin gue sampai kaya gini ------- " jeda Arkan lalu menuang minuman lagi , dengan sabar Al mendengar kan cerita sahabat nya satu itu .
Al tentu saja syok , sampai Al memundurkan kepala nya kebelakang , " Hah? Bohong lo? "
" Demi Tuhan Al , ngapain gue bohong . Dan lo liat keadaan gue sekarang? , Darah daging gue Al , dengan seenaknya mereka membuang gitu aja . " Ucap Arkan sambil mengusap Air matanya yang tiba tiba jatuh
Belum pernah Al melihat semua sahabat nya itu menangis , tapi kali ini dengan mata kepala nya sendiri Arkan menangis , seakan akan masalah yang ia hadapi sudah ter amat besar ,
Al menepuk pela bahu Arkan , sambil terus mengucapkan kata sabar , dan dukungan
" Terus sekarang keadaan cewek lu gimana? "
" Nah itu yang bikin gue tambah kalut , hari dimana dia ngabarin udah selesai aborsi , dia juga ngabarin gue bakalan pindah sekeluarga keluar Negeri "
" Memang hubungan kalau sudah menyangkut Agama susah Ar , memang nya lo ga bisa meyakinkan kedua orang tuanya ceweklo? "..
" Mereka udah sempet ngasih gue kesempatan , tapi orang tua gue tiba tiba dateng , dan menyuruh secara paksa agar cewek gue pindah ke agama gue , Keadaan itu benar benar diluar kendali gue " , Ucapnya lagi sambil menenggak minuman
Al memijit pelipis nya pelan , Cerita Arkan sungguh baru kali ini dirinya dengar , bahkan sampai tega membunuh sosok yang bahkan engga tau apa dosanya , " Terus keadaan keluarga lo gimana? "
" Keluarga gue udah ga bisa apa apa lagi , bahkan nyokap gue sampai pingsan pas tau cewek gue aborsi " ,
Semalaman Al mendengar kan curhatan Arkan ,
🌲🌲🌲🌲
.
.