Broken Heart Of A Girl

Broken Heart Of A Girl
akhirnya


Setelah hampir seminggu rutinitas ku hanya bolak balik di area gedung IPA karena tidak ingin masuk ke kelas yang notabenya adalah kelas IPS dan didalamnya ada seseorang yang sampai sekarang sangat sulit untuk aku deskripsikan.


Dan akhirnya hari yang kutunggu-tunggu yakni pengumuman untuk kelas tambahan IPA akhirnya keluar tepatnya dihari sabtu ini. dan yang aku tunggu akhirnya membuahkan hasil namaku ada disalah satu kelas tambahan itu, walaupun tidak satu kelas dengan Zima tapi tidak apa-apa.


setidaknya aku berada dikelas yang aku inginkan dan yang lebih baiknya lagi aku tidak harus bertemu dengan orang yang tidak ingin aku temui.


dan tepat hari ini aku juga memutuskan untuk tidak menaruh harapan ke Sidan lagi, karena aku tahu perasaan ini hanya sepihak dan kami juga bukan orang yang akrab satu sama lain yang bisa memunculkan benih-benih rasa sayang nantinya.


Yahh.... ini sangat sulit karena harus memutuskan menjauh dan melupakan orang yang sejak SMP aku sukai secara sepihak, tapi mungkin ini jalan yang terbaik dan mungkin kami bukan jodoh yang ditakdirkan. Akhirnya untuk pertama kalinya aku merasakan patah hati terhadap lawan jenis tapi parahnya hal itu karena kesalahan ku sendiri yang menyukai seseorang tanpa berani menunjukkannya dan harus mundur sendiri.


sakit... ya.... itu sakit tapi akan lebih sakit lagi jika ini terus berlanjut dan kelak aku harus melihat dia dengan wanita lain dengan aku yang masih menyukainya jadi aku harus cepat menghapus rasa ini sebelum aku benar-benar hilang kendali pada hati ku sendiri.


"semangat Vid... kamu pasti bisa! ini yang paling benar. kamu pergi dari hadapanya dan tidak muncul lagi. 3 tahun setelah SMA kamu nggak akan ketemu dia lagi " Ucapku lirih menyemangati diriku sendiri.


dikelas ini aku banyak bertemu teman baru dari sekolah yang berbeda adapula beberapa teman sekolah ku yang lama, tapi berbeda kelas. Ada yang senasib dengan ku. yang tidak memilih jurusan tersebut tapi malah lolos di sana dan memilih ikut tes untuk penambahan kelas ini.


dikelas ini aku duduk dengan Sarah.


"Hai boleh duduk disini nggak?"


"Boleh... boleh kok. duduk aja" ucapnya tersenyum


akupun duduk "kenalin aku Vidya". "sarah" ucapnya


kegiatan belajar hari itu berjalan normal dan kadang ketita waktu istirahat tiba aku akan kekelas Zima yang tepat berada disamping kelas ku. walaupun kita berbeda kelas kita terus berhubungan setiap hari entah kekantin bareng. pulang bareng. atau jalan-jalan bareng.


Diawal-awal pembelajaran seperti biasa siswa baru bisa mendaftarkan diri untuk memasuki organisasi sekolah seperti basket, osis, pramuka, PMR, dan masih banyak lagi.


Di kantin


"Zim, kamu mau ikut organisasi nggak?"


"Nggak tau nih Vid. mau sih tapi agak males juga. aku dengar bakal ada rekrutmen untuk asisten Lab mending ikut itu aja gimana?"


"Ih mau .... tapi ....ikut yang mana yaaa.."


"ada Aslab (asisten lab) kimia, biologi, sama fisika. pilih aja lo mau yang mana?'


"hmmmmm... Biologi kayaknya seru...gue suka tuh kalo yang berhubungan sama mikroorganisme gitu. terus bisa make mikroskop seruuu banget" ucapku girang


"iya sihh.. tapi kayaknya aku mau kimia aja dehhh"


"yaudah pokonya nanti kita daftar aja. kan belum tau keterima apa nggak"


"iya bener banget"


sekolah pun berakhir.


sampai dirumah


"assalamualaikum"


"walaikumsalam. udah pulang Vid"


"iya yah, ibu mana?"


"ada di kamar".


"ooo yaudah vidya kekamar ya yah... mau ganti baju"ucapku sambil berjalan ke kamar


"ok yah..."


setelah makan. Ruang keluarga


"ayah ada apa?"


"Ini" sambil menyodorkan sebuah kertas


"apaan nihh yah..."


"liat aja" ucap ayah


"wow formulir Marcing Band.inikan Marcing Band yang udah sering ikut juara itu yah. kok ayah bisa ada formulirnya?" tanyaku


"iya, tadi si Dimas yang bawa, katanya siapa tau kamu tertarik. dari pada sibuk nggak jelas masuk situ aja"


Dimas adalah adik terakhir ayah yang usianya beda 4 tahun dengan ku.


"ini mah nggak usah ditanya aku mau wkkwkwwkwk"


"yaudah itu diisi besok pulang sekolah kamu serahin ke sekrenya ya..."


"sekrenya ada dimana yah..." tanyaku


"itu ada di gedung kembar dekat sekolahan kamu. nanti kesana aja liat yang pintunya ada poster marcing band nya. kamu serahin ke sana"


"ok deh. Vidya ngerti. besok vidya kumpulin lagi formnya"


"makasih ya yahh... tau aja kalo aku emang mau masuk ke sana tapi karena aksesnya susah jadi sempat berfikir nggak jadi. tau-tau udah dapat formya aja. emang ya... rejeki nggak kemana" ucapku senang ke Ayah.


"makasinya ke Dimas. dia yang ambilin buat kamu."


"Iya kapan-kapan kalo sempat aku makasi ke om Dimas" ucapku dan langsung berlalu ke kamar. ingin memberitahu Zima


Pesan


"Zim aku kayaknya nggak jadi ikut eskul sekolah deh"


"kenapa Vid. ambis banget sih kamu. sampe nggak ikut apa-apa"


"bukan ambis aku mau ikut Marcing aja ini tadi dapat formya dari om Dimas"


"what serius..."


"iya"


"wow keren sih. aku juga pengen deh. tapi tau sendiri pasti nggak boleh sama mama aku. secara aku kan Asma. nggak boleh capek2 banget. dan di marcing latihanya udah kayak latihan buat seleksi polisi aja"


"wkwkwkwkw... berlebihan banget sih. masa seleksi polisi sihh"


"ih iya tau vid. rasa in aja nanti sendiri"


"yaudah deh liat nanti aja semoga aja aku betah. yaudah udah dulu yaaahh byee"


"oke"