
Cerita ku di mulai dari ketika aku baru saja lulus SMP. Kata mama dan papa mereka sangat menyayangi ku dan aku merasa itu semua benar terbukti dari cara mereka merawat ku hingga saat ini.
memenuhi kebutuhanku dan selalu mengutamakan kebahagiaan ku dan adik-adik ku.
kami hidup dalam balutan keluarga sederhana tidak kaya dan juga tidak miskin. walau begitu kami sangat bahagia. ayah ku adalah tipe yang periang dan juga tegas dan ibuku ku pun begitu.
bagiku mereka adalah paket komplit dalam membina hubungan keluarga menurut kaca mata ku.
"Vidya tidur nya jangan kemalaman bilang sama adik mu juga. ingat besok pengumuman kelulusan, jangan sampai telat" ucap mama ku diluar kamar yang masih bisa terdengar.
"Vera matiin lampunya ya nanti" ucapku pada adikku yang pertama.
karena keluarga kami yang tidak begitu kaya dan rumah kami yang hanya memiliki tiga kamar. aku dan adik ku yang pertama Vera tidur dalam satu kamar yang sama.
adik laki-laki ku Vidi tidur dikata yang berbeda dan ayah dan ibu serta Vriska adik yang paling kecil saat ini tidur dalam satu kamar juga.
untuk saat ini hanya ada empat anak dulu satunya cooking soon yaaa......
Pagi hari
"Bu yang nemenin ke sekolah hari ini siapa ibu atau ayah?"
"sama ayah dulu yaa ibu harus jaga vriska. kalo ditinggal sama ayah kamu nanti rewel"
"ok deh Bu"
akhirnya yang menemani aku di pengumuman kelulusan SMP ku adalah ayah ku. Bagiku ayah ku adalah sosok pria yang sangat hebat. walaupun pekerjaan nya hanyalah seorang PNS tamatan SMA dengan gaji pas-pasan.
Tapi ketika bercerita tentang ayah aku selalu menceritakannya kepada semua orang dengan bangga tentang caranya mendidik ku dan menjaga ku hingga sampai saat ini.
sampai dirumah
"vid mau lanjut SMA dimana kamu" ayahku
"ya kalo mau disitu dicoba aja. kalo urusan biaya biar ayah yang pikir. insyaallah ada kok"
"beneran yah?"
"iya"
"tapi nanti aku mau coba SMA 3 juga sih yah jaga-jaga kalo nggak lulus"
"bukanya sekarang nggak bisa daftar dua yaaa? kan tes nya bersamaan?"
"ayah tenang aja itu urusan vidya. pasti bisa percaya deh yah"
" ayah terserah kamu aja"
"yah ngomong-ngomong beneran nggak apa-apa kalo vidya daftar di SMA 1. kan Vera masuk SMP juga tahun ini. ayah pasti butuh pengeluaran banyak buat seragam"
"tenang aja biaya kamu sama Vera udah ayah siapin. udah fokus aja daftar dan tes nya biar keterima. kan kalo lolos yang bangga ayah juga kan"
" iya yah siap. aku yakin lolos kok. bahkan nanti aku janji bakal masuk kelas unggulan lagi kayak pas SMP kemarin"
" iya ayah percaya pasti kamu bisa"
"yah tapi maaf yaa vidya nggak pernah dapat peringkat 1-5 di kelas"
"nggak apa-apa sayang. peringkat nggak membuktikan kamu cerdas kok. yang penting nggak jadi yang paling terakhir aja ayah udah bangga. tetap jadi diri kamu sendiri aja yahhh"
"iya ayah makasi banyak yaaa udah mau dukung vidya sampai saat ini. pokoknya tunggu vidya sukses baru nanti bahagia on ayah ibu balik"
"iya.... iya"
inilah mengapa aku sangat bangga terhadap ayah ku karena dia sangat baik dan pengertian. tidak ada kata dan ungkapan yang mampu mendeskripsikannya sebagai manusia.