Broken Heart Of A Girl

Broken Heart Of A Girl
Membosankan


orientasi siswa dan tes untuk kelas tambahan jurusan IPA akhirnya telah selesai.


hari ini adalah hari pertama ku di sekolah menengah atas untuk memasuki ruang kelas, dan karena pengumuman untuk kelas tambahan IPA belum juga keluar, mau tidak mau aku harus masuk kedalam kelas IPS tempat namaku dinyatakan lulus.


selama berjalan menuju kelas dan berpisah dengan Zima aku sangat merasa kesal karena semua teman sekelas ku disekolah sebelumnya tidak ada satupun di kelas itu. aku merasa ingin berlari pulang dan tidak masuk kekelas.


Tapi apa boleh buat ketiga gerbang menuju keluar sekolah sudah terkunci dan tidak ada akses keluar lagi.


sesampainya di depan pintu aku langsung masuk kedalam kelas dan tidak terlalu memperhatikan siapa-siapa saja yang ada didalam apakah ada yang aku kenal atau tidak. aku memilih bangku paling pojok yang berada paling belakang sebelah kiri.


hari pertama ini aku memilih duduk sendiri dan sibuk dengan dunia ku sendiri tanpa berusaha mengajak berkenalan orang disekitarku. bukan karena sombong tapi aku memang tipikal anak yang jika bertemu pertama kali lebih memilih diajak berkenalan dibandingkan berkenalan lebih dulu.


tidak beberapa lama kemudian wali kelas pun masuk dan menjelaskan tentang peraturan dan masih banyak lagi. karena ini hari pertama jadi belum dilakukan pembelajaran secara efektif. setelah wali kelas keluar dan sudah tidak ada pelajaran untuk hari ini tapi untuk pulang kerumah tetap harus pada jam pulang seperti biasa jadi aku memutuskan untuk kegedung anak jurusan IPA tepatnya ke kelas Zima.


saat berjalan keluar sambil menenteng tas ransel ku dengan malas aku merasa ada yang memperhatikan ku sejak tadi tapi tidak pernah ku tanggapi. saat akan melewati meja barisan pertama menuju pintu aku membalikkan badan ku untuk melihat dan mencari siapa yang menatapku dan.......... deg...... deg........deg.......deg...


("apa....apa kenapa dia?.") dalam hati.


aku langsung berbalik dengan perasaan yang degdegan berjalan cepat kearah pintu.


sesampainya diluar kelas aku memegang dadaku dimana jantungku seakan ingin meloncat keluar.


karena masih penasaran melalui jendela kelas aku mengintip kembali kedalam kelas untuk memastikan aku tidak salah liat.


"OMG.... jadi beneran aku sekelas sama dia..." ucapku pelan sambil melihatnya melalui jendela.


tidak berapa lama dia menatapku balik. akupun dengan segera bersembunyi walaupun aku yakin dia sudah melihatku tadi.


sambil berjalan ke gedung IPA aku terus saja bergumam seperti orang gila


"aduh gimana ini, pasti tadi dia liat aku ngintip. terus nanti gimana kalo ketemu. aku harus ngapain. ini ....ini...ini ahhhhh.... kenapa harus gini sihhh... disaat aku mau move on dari suka sepihak sama dia takdir malah memperdekat kita.."


dari kejauhan aku melihat Zima yang baru keluar dari kelasnya juga bersama siswa yang lain.


"Zima...... Zim" teriakku


kulihat zima berbicara dengan temannya dan berjalan menuju ke arahku.


"ada apa Vid?. gimana kelasnya? asik kan? anak IPS katanya ganteng-ganteng, cuci mata dong kamu dari tadi...uhh rasanya kok aku mau di IPS juga yak. hehehehehe" ucap zima. yang aku yakini untuk menghiburku.


"uhhhhh guanteng banget Zim. nyesel kamu nggak di IPS. semuanya produk unggul. apalagi anak-anak kelas aku, saking unggulnya hampir buat jantung aku copot di hari pertama." ucapku melebih-lebihkan


"beneran?.. kalo gitu kapan-kapan aku nyamperin kamu kekelas mu yaaa. itung0itung buat cuci mata. disini cowok ganteng ada tapi kebanyakan matanya udah empat tau Vid"


"matanya empat? gimana ceritanya ? nggak usah ngawur dehhh kamu!"


"serius Vid mata empat maksudku make kaca mata. mana ada yang kacanya tuh udah tebal banget."


"jadi gimana seganteng apa anak-anak di kelasmu? ada yang ngalahin gantengnya orang yang kamu taksir selama lebih kurang tiga tahun itu nggak"


"bukan main Zim"


"haaa... serius? akhirnya dia akan tergeser juga selama lebih kurang lo erami tapi nggak netas-netas"


"mentang-mentang anak IPA cara ngomongnya gitu banget yakkk" Ucapku sebal


"nggak maksud Vid selow aja napa"


"ini tuhhhh parah zim... parah bin gawat sumpah"


"kenapa? ganteng banget emang?"


"yang aku maksud itu dia... dia sekelas sama aku coba. gimana ini Zim. kata kamu aku harus move on nah sekarang gimana?" tanyaku frustasi


"whattttt... apa lo bilang jadi yang dari tadi kita maksud itu yaaa dia?.. OMG gila sihhh. Jodoh kali (sambil menutup mulutnya langsung). hmmmm eheheh nggak enggak jodoh deh " ucapnya


"duh kok malah dia sekelas sama Vidya sih. kan rencananya gue mau cariin Vidya jodoh sekarang biar bisa move on dari dia. kasian banget teman ku satu ini" gumamZima.


"ngomong apa kamu?".


"nggak ngomong apa-apa kok" elaknya


"Zim kayaknya gue nggak mau masuk kelas lagi deh..nanti biar aku nunggu dimana aja gitu kalo lo lagi ada kelas sambil nunggu pengumuman kelas tambahan itu."


"eh gila ya kamu" teriaknya


"ih nggak usah teriak tau. jadi...... (aku menceritakan kejadian saat aku mau keluar dari kelas tadi ke Zima)"


"hmmmm bisa gitu yakkkk"


"makanya"


"terserah kamu aja deh Vid. semoga pengumuman kelas tambahan itu juga cepat keluar. kasian juga aku liat kamu dilema kayak gitu. nanti kalo aku nggak ada kelas aku temanin dehhh"


"ututut... sayangnya teman aku satu ini"


"idih nggak usah gitu sok manja. karena butuh aja baru gitu"


"heheheh tau aja kamu ahahah"


kami pun mengobrol sampai bel pulang berbunyi karena tidak ada pelajaran saat ini jadi seharian di sekolah aku kemana-mana bareng Zima.