Broken Heart Of A Girl

Broken Heart Of A Girl
Mendaftar


Tidak terasa akhirnya hari pendaftaran pun tiba. seperti biasa aku sudah terbiasa mengurus keperluanku sendiri selagi itu masih bisa ku urus sendiri, seperti hari ini.


aku mendaftar untuk masuk ke salah satu SMA terbaik di tempatku sendiri tanpa bantuan ayah atau ibu ku.


lain halnya dengan sebagian besar pendaftar yang datang dengan orang tuanya agar tidak usah repot-repot antri atau karena memiliki link orang dalam.


aku berangkat untuk mendaftar bersama teman SMP ku dia bernama Zima.


" vid kalo kita nggak lolos gimana?" tanyanya khawatir karena banyaknya pendaftar.


"yakin aja Zim, pasti lolos kok nggak mungkin kan kita yang paling bodoh di antara semua anak disini" ungkapku meyakinkan Zima.


"iya juga vid. tapi takutnya pada curang make koneksi. kamu tau kan sekarang zamannya main belakang. kita mah apa"


" main belakang cuman sebagian orang yang tidak percaya diri aja Zim. nggak usah mikirin itu lah. kita jalanin semua tesnya aja."


"ok deh semoga kita berdua lolos ya vid" imbuhnya lesu.


"iya... iyaa... aku yakin ko. pede aja dulu wkwkwkwk"


Tes masuk pun di mulai kami dibagi menjadi beberapa ruangan dan kloter karena peserta yang sangat banyak. kebetulan ruang tes aku dan Zima berbeda. sehingga aku tidak tau keadaan Zima.


(lembar tes dibagikan)


di lembar tes kita diharuskan mengisi biodata dan jurusan yang ingin di pilih.


disini aku memilih jurusan IPA karena memang aku merasa jurusan ini paling tepat untukku dan Zima juga memilih jurusan ini.


"semoga nanti bisa sekelas sama Zima lagi" ungkapku.


ketika soal tes untuk jurusan IPA telah selesai, waktunya mengerjakan soal tes untuk jurusan IPS. hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila nilai tes tidak cukup untuk masuk IPA makan akan dipindahkan ke IPS.


karena ini peraturan aku tetap mengikutinya dan karena memang aku ingin masuk jurusan IPA, soal yang ada di lembar soal tes IPS tidak aku baca dan langsung memilih jawabannya.


setelah tes selesai kami semua keluar ruangan. aku segera mengirimkan pesan kepada Zima.


(Zima kamu di mana ini aku udah kelar. aku cari kamu nggak ketemu) isi pesan ku.


(dekat lobi masuk Vid. aku tunggu ke disini ya..) pesan Zima.


(oke wait tunggu aku di gedung belakang ini sekarang ke sana) pesan ku.


aku bergegas menuju lobi. Di sepanjang jalan aku banyak bertemu teman-teman yang satu sekolah waktu SMP dan orang-orang baru juga.


aku hanya tersenyum dan menyapa mereka ketika berpapasan dengan yang aku kenal.


sebelum sampai ketempat Zima, tanpa sengaja aku melewati gerombolan anak laki-laki. dan yaaa ada beberapa yang aku kenal.


seiring berjalan melewati mereka aku sangat gugup karena melihat satu orang yang lumayan ku kenal.


tapi kenal sebatas tahu nama dan orangnya saja. aku yakin dia juga mengenalku. karena dia anak satu sekolah SMP dengan ku dan satu organisasi di sekolah sebelumnya. tapi kita tidak begitu akrab.


perjalanan menuju ketempat Zima berada terasa sangat jauh seakan berkilo-kilo meter. hal ini tidak lain karena aku merasa gugup.


"Zima......." teriakku


(Zima melambaikan tangannya)


"Zima ada yang mau aku ceritain. tapi nggak disini yaaa" ucapku


"apaan Vid? kamu nggak kesambetkan pas jalan kesini" curiganya


"nggak lahhh ikut aja. kita cari tempat nongkrong dulu"


"oke"