Broken Heart Of A Girl

Broken Heart Of A Girl
Di Rumah


sesampainya di rumah aku bertemu ayah dan ibu. yang sedang duduk santai di depan TV.


"assalamualaikum" ucapku memasuki rumah.


"walaikumsalam. eh Vid baru pulang abis dari mana?. gimana pendaftaran dan tesnya." tanya ibuku.


"iya Buu. baru pulang tadi abis ngobrol sama Zima dulu. setelah urusan pendaftaran kelar. "


"yaudah sana kamu mandi bersih-bersih. abis itu kita makan malam bersama. Jangan lupa bangunin Vera. bilangin udah sore mau malam nih. suruh mandi juga yaaa"


"iya Buu. vidya ke kamar dulu ya Bu, yah" ucapku dan berjalan ke kamar.


" ....." ibu hanya mengangguk dan melanjutkan acara nonton TV nya bersama ayah.


sampai dikamar ternyata Vera udah bangun dan sedang asik berselancar ria di media sosial.


"ver, kirain Masi molor kamu"


" pasti ibu bilangnya aku tidur yaaa ? wkwkwk padahal mah dari tadi aku nggak ada tidur. tapi pas ibu masuk kamar aja bertepatan akunya lagi nutup mata. dikiranya tidur wkwkkw." ocehnya.


"yaudah kamu mandi sana. apa aku yang deluan mandi nih" tanyaku padanya yang masih asik berselancar di dunia persosmetan.


"kakak aja aku lagi ada kerjaan" ucapnya tanpa melihat kearah ku.


"yaelah kerjaan mantengin akun-akun cowok ganteng gituuuuu" ucapku dan berlalu.


"bodo..." ucapnya acuhh


setelah bersih-bersih dan makan malam bersama kami semua duduk di depan TV sambi nonton dan bercerita. Vriska sedang asyik dengan mainan nya sedangkan Verdi adik laki-laki ku sedang menonton TV. lain halnya dengan Vera yang lagi dan lagi masih main HP. entah main sosmed atau hanya bermain game.


"Vid gimana tadi. pengumumanya kapan?" tanya ayah ku.


"ya... gitu dehh yahh... semoga pengumuman nya nanti tidak mengecewakan yah" ucapku.


"sebenarnya daftar yah dan udah lolos tahap berkas juga di sekolah yang satunya. terus di suruh ikut tes seleksi bakat lagi. tapi waktunya bersamaan yah sama pengumuman di SMA 1. jadi kayaknya aku nggak ikut tes bakat di sekolah itu deh yah. mau fokus di SMA 1 aja"


"oo gitu l. ya terserah kamu aja sih. yang penting kamu senang aja dan belajar yang giat yaa" ucap ayah menasihati.


"iya yah. makasih ayah"


Jam menunjukkan pukul 22.00 malam ayah dan ibu sudah masuk kamar sejak tadi bersama vriska. sekarang tinggal aku, Vera dan Verdi.


"eh aku udah ngantuk nanti yang terakhir jangan lupa matiin TV sama lampu sebelum tidur ya." ucapku sambil siap-siap masuk kamar.


belum juga aku meninggalkan tempat duduk Vera dan Verdi sudah berlari terlebih dahulu masuk kamar.


"ihhh kan yang mau tidur aku. kenapa kalian yang kabur deluan sihhh" teriakku.


" males matiin lampu kak. gelap" teriak Verdi dari dalam kamarnya. yang mana kamarnya dekat dengan ruang TV.


dengan terpaksa sebelum masuk kamar aku matikan TV dan lampu di ruang tengah dulu. karena jika malam lampu yang di nyalakan hanya lampu kamar mandi. lampu yang ada di luar rumah baik itu samping depan dan belakang. selebihnya jika ada yang mau tidur pake lampu kamar. tapi biasanya semua lampu kamar mati, karena tidur dalam kegelapan lebih sehat menurut ilmu kedokteran.


saat sampai kamar aku liat Vera masih memegang HP.


"Ver nggak capek kamu main HP terussss?" tanyaku


"nggak sih, kan nggak 24 jam juga mainya" ucapnya


"terserah kamu deh." ucapku karena malas menanggapinya..


"jangan lupa nanti lampu di matiin kalo udah selesai main HP" ucapku mengingatkan.


" iya siap"


akupun memimilih untuk tidur deluan karena sudah capek seharian beraktifitas.