young widow

young widow
Episode 8


happy reading


Setelah selesai Vita langsung pulang menuju kerumahnya


mengingat sang buah hati membuat Vita tak ingin menunggu lama. Vita segera


menghubungi ayahnya untuk menjemputnya seperti kata ayahnya tadi.


Vita menunggu beberapa menit kemudian sang ayah kini


sudah berada di depan Vita yang sedang sibuk membaca buku yang dibelinya tadi.


“masih lama sayang” ucap sang ayah yang langsung duduk


di sebelah Vita


Vita langsung menggelengkan kepalanya


“ini hanya novel ayah”


“baiklah bisa pulang sekarang, ayah harus berada di


kantor kembali sebelum jam dua”


Vita langsung menggangguk dan berdiri melagkah menuju


ke mobil ayahnya.


“mmm, ayah bisa mampir sebentar ke toko kue yang di


seberang sana” ucap Vita ragu ayahnya tidak menyetujuinya.


“tentu, tapi kita harus putar untuk ke sana”


“tidak perlu, ayah tunggu di sini saja biar Vita


berjalan kaki kesana”


“apa kamu yakin sayang?”


“tentu, apa ada yang ingin ayah pesan”


“sepertinya tidak ada, tapi ingat belikan kue kesukaan


untuk  cucu ayah”


“tentu karen itu prioritas utama Vita”


Vita segera melangkah keluar dan berjalan menyeberang


jalan menuju ke toko kue.


<><><><>


Seperti biasa Aldrich selalu mampur ke toko kue


langganan ibunya untuk membelikan kue kesukaan ibunya cup cake dengan hiasan


krim yang membuatnya sangat nikmat. Aldrich menunggu pesanannya dan pada saat


itu lonceng yang berada di balik pintu itu berbunyi pertanda ada pelanggan yang


sedang masuk tetapi seperti biasa Aldrich cuek saja dengan itu.


“saya pesan cup cake dengan krim dan juga chese cake


nyaya mba” ucap pelanggan yang membuat Aldrich melihat kearah wanita itu. Entahlah


sejak pertemuan mereka di kampus saat itu membuat Aldrich sedikit penasaran.


Ya Wanita itu adalah Vita. Vita kemudian menunggu di


meja dekat dengan Aldrich.


Pesanan keduanyapun bersamaan yang membuat keduanya secara


bersamaan beranjak dari tempat duduknya tetapi Vita lah yang lebih dulu untuk sampai


di kasir.


“maaf mba berapa total semuanya” -Vita


“semuanya 450 ribu mba” Vita kemudian merogoh tasnya


untuk mengambil dompetnya


Vita kemudian membuka dompetnya dan mengambil beberapa


lembar uang.


Dan saat ingin berbalik Vita tidak sengaja menabrak


Aldrich yang berdiri tepat di belakangnya.


“maafkan saya tuan” ucap Vita


“hmm, ini yang kesekian kalinya anda menabrak saya


nona” ucap Aldrich dengan tatapan tajamnya.


“maaf pak saya benar benar tidak sengaja” ucap Vita


‘ah sial kenapa harus dengan pak Aldrich apa aku akan


di keluarkan dari kampus karena ini’ ucap Vita dalam hati


“lain kali berhati hatilah” ucap Aldrich tetap cuek.


“baik pak terima kasih, saya permisi”


kue.


“maaf membuat ayah menunggu” ucap Vita saat sampai di


mobil tempat ayahnya menunggu.


“tidak masalah sekarang ayo kita pulang”


Vita segera memasang sabuk pengamannya.


<><><><>


Saat sampai di rumah Vita langsung berjalan kedapur untuk


menyiapkan kue yang di belinya tadi


“bu Alvi di mana” tanya Vita saat menemui ibunya yang


sedang berada di dapur


“lagi sama si mbanya tuh di kamar”


“baik Vita kesana dulu ya bu”


Vita segera berjalan menuju ke kamar alvi


“assalamualaikum sayang”


“waalaikum salam non” jawab Sinta pengasung Alvi


“mba Alvi sudah makan”


“sudah non”


“mba istirahat saja biar alvi sama saya”


“ngga papa non, non Vita ganti baju saja dulu terus


makan, Non Vita pasti capek baru pulang dari Kampus”


“ya sudah tunggu sebentar ya mba.” Ya seperti itulah Vita


yang tidak pernah memandang bulu kepada siapa pun meskipun Sinta baru bekerja


dengannya tetapi Vita sudah menganggap sinta sebagai keluarganya.


Vita segera menuju ke kamarnya untuk mandi dan setelah


itu barulah dia ke dapur sebentar untuk mengambil beberapa cup cake dan dua


potong chese cake.


“mba sini makan dulu kuenya”


“terima kasih non,”


Vita segera mengambil alih Alvi dan menyodorkan kue yang


di bawanya tadi kepada Sinta


“Sayang, alvi tadi makan apa sayang” ucap Vita kepada


anaknya yang sudah pastu hanya akan di balas dengan tawa kecil.


“itu non tadi den Alvi mba kasi sayur labu sama bayam


non”


“terima kasih ya mba sudah mau menjaga anak saya”


“itu kan udah jadi tugas saya non, saya juga terima


kasih sama Non, karena non sangat baik sama saya.”


“ah sudahlah mba kita mah memang juga harus baik ma


siapapun”


Vita terus menemani putranya untuk bermain sampai


putranya merasa mengantuk dan di tidurkan oleh Vita


“ya sudah mba istrahat juga ya Alvinya juga sudah


tidur”


“baik mba terima kasih”


<><><><>


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Untuk bisa lebih mengenal


author bisa juga ya langsung follow IG author


@viki.amalia.351


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang


V A SYA