
happy reading
Setelah selesai Vita langsung pulang menuju kerumahnya
mengingat sang buah hati membuat Vita tak ingin menunggu lama. Vita segera
menghubungi ayahnya untuk menjemputnya seperti kata ayahnya tadi.
Vita menunggu beberapa menit kemudian sang ayah kini
sudah berada di depan Vita yang sedang sibuk membaca buku yang dibelinya tadi.
“masih lama sayang” ucap sang ayah yang langsung duduk
di sebelah Vita
Vita langsung menggelengkan kepalanya
“ini hanya novel ayah”
“baiklah bisa pulang sekarang, ayah harus berada di
kantor kembali sebelum jam dua”
Vita langsung menggangguk dan berdiri melagkah menuju
ke mobil ayahnya.
“mmm, ayah bisa mampir sebentar ke toko kue yang di
seberang sana” ucap Vita ragu ayahnya tidak menyetujuinya.
“tentu, tapi kita harus putar untuk ke sana”
“tidak perlu, ayah tunggu di sini saja biar Vita
berjalan kaki kesana”
“apa kamu yakin sayang?”
“tentu, apa ada yang ingin ayah pesan”
“sepertinya tidak ada, tapi ingat belikan kue kesukaan
untuk cucu ayah”
“tentu karen itu prioritas utama Vita”
Vita segera melangkah keluar dan berjalan menyeberang
jalan menuju ke toko kue.
<><><><>
Seperti biasa Aldrich selalu mampur ke toko kue
langganan ibunya untuk membelikan kue kesukaan ibunya cup cake dengan hiasan
krim yang membuatnya sangat nikmat. Aldrich menunggu pesanannya dan pada saat
itu lonceng yang berada di balik pintu itu berbunyi pertanda ada pelanggan yang
sedang masuk tetapi seperti biasa Aldrich cuek saja dengan itu.
“saya pesan cup cake dengan krim dan juga chese cake
nyaya mba” ucap pelanggan yang membuat Aldrich melihat kearah wanita itu. Entahlah
sejak pertemuan mereka di kampus saat itu membuat Aldrich sedikit penasaran.
Ya Wanita itu adalah Vita. Vita kemudian menunggu di
meja dekat dengan Aldrich.
Pesanan keduanyapun bersamaan yang membuat keduanya secara
bersamaan beranjak dari tempat duduknya tetapi Vita lah yang lebih dulu untuk sampai
di kasir.
“maaf mba berapa total semuanya” -Vita
“semuanya 450 ribu mba” Vita kemudian merogoh tasnya
untuk mengambil dompetnya
Vita kemudian membuka dompetnya dan mengambil beberapa
lembar uang.
Dan saat ingin berbalik Vita tidak sengaja menabrak
Aldrich yang berdiri tepat di belakangnya.
“maafkan saya tuan” ucap Vita
“hmm, ini yang kesekian kalinya anda menabrak saya
nona” ucap Aldrich dengan tatapan tajamnya.
“maaf pak saya benar benar tidak sengaja” ucap Vita
‘ah sial kenapa harus dengan pak Aldrich apa aku akan
di keluarkan dari kampus karena ini’ ucap Vita dalam hati
“lain kali berhati hatilah” ucap Aldrich tetap cuek.
“baik pak terima kasih, saya permisi”
kue.
“maaf membuat ayah menunggu” ucap Vita saat sampai di
mobil tempat ayahnya menunggu.
“tidak masalah sekarang ayo kita pulang”
Vita segera memasang sabuk pengamannya.
<><><><>
Saat sampai di rumah Vita langsung berjalan kedapur untuk
menyiapkan kue yang di belinya tadi
“bu Alvi di mana” tanya Vita saat menemui ibunya yang
sedang berada di dapur
“lagi sama si mbanya tuh di kamar”
“baik Vita kesana dulu ya bu”
Vita segera berjalan menuju ke kamar alvi
“assalamualaikum sayang”
“waalaikum salam non” jawab Sinta pengasung Alvi
“mba Alvi sudah makan”
“sudah non”
“mba istirahat saja biar alvi sama saya”
“ngga papa non, non Vita ganti baju saja dulu terus
makan, Non Vita pasti capek baru pulang dari Kampus”
“ya sudah tunggu sebentar ya mba.” Ya seperti itulah Vita
yang tidak pernah memandang bulu kepada siapa pun meskipun Sinta baru bekerja
dengannya tetapi Vita sudah menganggap sinta sebagai keluarganya.
Vita segera menuju ke kamarnya untuk mandi dan setelah
itu barulah dia ke dapur sebentar untuk mengambil beberapa cup cake dan dua
potong chese cake.
“mba sini makan dulu kuenya”
“terima kasih non,”
Vita segera mengambil alih Alvi dan menyodorkan kue yang
di bawanya tadi kepada Sinta
“Sayang, alvi tadi makan apa sayang” ucap Vita kepada
anaknya yang sudah pastu hanya akan di balas dengan tawa kecil.
“itu non tadi den Alvi mba kasi sayur labu sama bayam
non”
“terima kasih ya mba sudah mau menjaga anak saya”
“itu kan udah jadi tugas saya non, saya juga terima
kasih sama Non, karena non sangat baik sama saya.”
“ah sudahlah mba kita mah memang juga harus baik ma
siapapun”
Vita terus menemani putranya untuk bermain sampai
putranya merasa mengantuk dan di tidurkan oleh Vita
“ya sudah mba istrahat juga ya Alvinya juga sudah
tidur”
“baik mba terima kasih”
<><><><>
Jangan lupa untuk tetap
meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa
juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya kakak kakak.
Untuk bisa lebih mengenal
author bisa juga ya langsung follow IG author
@viki.amalia.351
Terima kasih sudah mampir
Salam sayang
V A SYA