young widow

young widow
story


Saat makan malam berlangsung terlihat Vita hanya mengafuk aduk makanannya saja. ayah dan mamanyapun hanya saling pandang meminta agar salah satu dari mereka memulai pembicaraan, namun dari kefuanya masih terlihat saling melempar instruksi sampai mamanyapun mulai mengangkat bicara dan membuat Vita tersadar dari lamunannya..


"sayang bagaimana tumbuh kembang Alvi apa selama ini dia selalu rewel?"


"enggak ma hanya saja Alvi sudah mulai ingin menggigit sesuatu ma"


"itu wajar sayang, mubgkin babymu sebentar lagi giginya akan tubuh"


"iyya mah, mah boleh Vita minta tolong ke mama dan ayah?"


"tentu saja boleh sayang?"


"mah isinkan Vita dan Alvi tetap tibggal bersama kalian, sampai Vita bisa mendapatkan sebuah tempat tinggal ma?"


"tentu saja bokeh sayang, tapi bagaimana dengan pernikahanmu sayang?"


"mah, ayah, Vita ngga tau apakah ini jalan yang sudah tepat untuk Vita tapi Vita ingin menggungat cerai mas Reno mah, kesabaran Vita sdah habis menghadapi sikapnya yang sangat berubah itu mah." ucap Vita senduh.


"kena bisa demikian nak"


Vitapun mulai menceritakan swmuanya kepada kedua orang tuanya.


Awalnya pernikahan Vita serasa sempurna Reno sangat memahami Vita yang sekarang lagi mengandung darah dagingnya. Namun, Vita merasa sedih melihat suaminya yang tak pernah berdamai dengan kedua orang tuanya yang sekarang telah menjadi mertuanya meskipun begitu kedua mertuanya sangat memanjakan Vita. Akhirnya Vita berinisiatif untuk membuat suami dan juga mertuanya itu berdamai. hingga suatu waktu ketika Vita akan melahirkan buah hatinya semua keluarga datang suaminya ayah dan juga mama Vita serta kedua mertuanya pun datang menantikan kelahiran sang jabang bayi. semua menubggu vita di luar ruangan persalinan dengan harap harap cemas.


Tak berapa lama suara tangisan bayipun terdengar semuanya bersyukur. seorang perawat membawa bayinya menuju keruangan bayi


"bagaimana keadaan istri saya sus" tanya Reno


"istri tuan tidak papa sebentar lagi akan di pindahkan menuju keruangan rawat inap" ucap sang suster kemudian berjalan kembali sembari mengajak Reno untuk mengazani bayinya.


🌺🌺🌺


di ruang rawat inap.


Kini Vita masih terbaring di bangsal ruang rawatnya menantikan bayinya bersama semua keluarganya tak lama semunyapun datang. Vita segera mengambil alih sang bayi untuk di susuinya. setelah selesai kini giliran para omah dan opa dari sang bayi yang berebutan untuk menggendongnya.


"kak bisa tidak kabulkan permintaanku ini" ucap Vita memohon kepada suaminya.


"akan saya usahakan sayang sekarang kamu jangan banyak berfikiran terus"


Vita hanya tersenyum menanggapi suaminya. singkat cerita ketika usia bayinya menginjak dua bulan reno dan juga kedua orang tuanya kini baikan. mereka tampak akrab kembali namun ada sesuatu hal yang membuat Vita merasa bersedih, sebab semenjak ayah dan anak itu berbaikan Reno sangat jarang berada di rumah. Hampir setiap hari reno keluar dan akan pulang ketika malam hari dengan aroma alkohol yang menyeruak dibtambah perlakuan kasarnya kepada Vita. dan bilah Vita mengadukan itu kepada Reno berharap Reno kembali hangat tapi setiap kali itu juga Vita akan mendapatkan perlakuan kasar dari Reno, seringkali Vita mendapat tamparan dari suaminya itu.


hingga Vita tak tahan lagi dengan sikap Reno kepadanya dan memilih meninggalkan suaminya dengan membawa putra kecilnya yang iyya beri nama Alvi Fano Ardinata.


🌺🌺🌺


back to story


Vita menceritakan kepada mama dan juga ayahnya dengan deraian air mata yang terus mengalir tanpa malu terus menampakkan dirinya


"Mah, Yah, maafkan atas kebodohan masalalu Vita, andai dulu Vita tidak mengutamakan nafsu dan keegoisanku mungkin ini tidak akan Terjadi" ucap Vita yang masih saja menangis mama dan ayah yang mendengar penyesalan Vita itu ikut menangis.


"petik hikmahnya sayang jafikan ini sebagai pelajaran hidup supaya kedepannya kamu bisa menjadi lebih baik lagi" ucap sang mama mencoba untuk menenangkan putrinya.


mereka semua akhirnya menyelesaikan makannya dan duduk di ruang tamu Vita kemudian mendengar suara tangisan Alvi, Vita segera berlari menuju ke kamarnya untuk melihat putranya, yang baru saja terbangun yang di temani oleh salah satu pelayan rumah.


🌺🌺🌺


Vita masuk kekamarnya dan melihat Alvi yang sedang menangis tidak ingin di gendong oleh pelayan,


"Maaf merepitkan mba, Alvi memang seperti itu, dia belum terbiasa dengan mu mbak, sekarang kamu buisa pergi biar Alvi bersana Saya, ujar Vita seraya mengambil alih Alvi dari gendongan sang pelayan.


Vita kemudian menggendong Alvi dan sesekali mencium kenibg putranya sehingga Alvi merasa kegelian dan tersenyum kenatap sang Bunda, Vita kemudian menggantikan baju Alvi serta popoknya kemudian membawa Alvi bergabung ke ruang tamu.


"assalamualaikum oma, opa" ucap Vita yang membuat sura bicaranya seperti seorang anak kecil sambil melambai lambaikan tangan anaknya pelan.


Bersambung....


🌺🌺🌺


assalamualaikum Para Readers yang cantik dan gagah. terima kasih telah mampir pada novel ini. setelah membaca novel ini di mohon kepada kakak kakak cantik untuk tidak lupa meninggalkan jejak pada kolom komentar, like dan votenya. terima kasih kakak kakak sayang sayangnya V A Sya 😘😘😘