
Aldrich Harrison
di salah satu fakultas tempat Vita menempuh
pendidikannya, Vita yang merupakan mahasiswa baru di fakultas tersebut belum
mengetahui letak kelasnya. Belum lagi Vita belum memiliki teman dan bahkan dari
sekian banyaknya Masiswa tidak ada yang Vita kenal satupun sehingga membuatnya
harus mencari kelasnya sendiri.
Vita terus berjalan melewati koridor fakultas hingga
Vita melihat salah sorang Dosen yang menurut Vita dosen tersebut memiliki
kepribadian yan tidak peduli dengan lingkungannya bagamana tidak, Vita yang
melihat Dosen tersebut dengan tatapannya yang sangat datar bahkan dengan mata
tajamya yang terus menatap kedepan dan belum lagi dia mengabaikan semua sapaan
yang dilemparkan mahasiswa untuknya.
Vita memberanikan diri untuk bertanya kepada Dosen
tersebut
“permisi pak, di mana ruang kelas untuk mahasiswa
fakultas seni dan desain pak?” tanya vita yang hanya di balas dengan tatapan
menyelidik oleh sang dosen
“apa kamu mahasiswa baru”
“Benar pak”
“cari sendiri”
Vita yang mendapat jawaban seperti itu membuatnya
kesal
Vita kemudian terus berjalan hingga mendapa sebuah
Ruangan di mana di dalamnya sangat banyak alat lukis dan juga ada beberapa
hasil rancangan yang benar benar merupakan dunia miliknya
Vita masuk ke dalam ruangan tersebut dan kemudian
bertanya pada slah satu mahasiswa dan benar saja ini adalah ruangan yang sedari
tadi dicari oleh Vita. Sementara itu di ruang rektor, terlihat di sana ada dua
orang yang terus berdiskusi entah apa yang mereka bahas hingga salah satu dari
mereka yang merupakan tamu dari sang rektor berdiri dari duduknya
“Tuan Aldrich terima kasih karena telah berkunjung ke
universitas kami” ucap sang rektor sambil menunduk”
“Tidak masala, oh iyya hampir saya lupa, apa bapak
menerima salah satu mahasiswa disini tanpa sepengetahuanku?”
“oh maahkan saya tuan, saya akan mengirimkan data
mahasiswa tersebut”
Aldrich Harrison merupakan pemilik yayasan universitas
tempat Vita kuliah, ya seseorang yang di anggap Vita sebagai dosen tadi adalah
Aldrich. Aldrich harus tahu semua identitas mahasiswa yang menempuh
pendidikannya di yayasan tersebut agar supaya Aldrich tahu bagaimana kemampuan
mahasiswanya apabila ada yang kurang mampu maka dengan senang hati Aldrich akan
membantu mahasiswanya dengan cara memberikan beasiswa agar mahasiswanya tidak harus
terbebani.
Kembali ke kelas Vita
Vita mengikuti semua materi yang dipaparkan oleh
dosennya dengan penuh dengan antusias dan sesekali Vita akan bertanya jika Vita
tidak mengerti.
Karena ini merupakan hari pertama untuk Vita jadi dia
belum memiliki teman ya kecuali teman duduknya yang bernama Dini. Dini
merupakan salah satu mahasiswa yang berada kelas ekonomi menengah namun juga
merupakan salah satu mahasiswa cerdas dan berprestasi sehingga dia mendapat
beasiswa dari yayasan universitas.
Setelah jam mata kuliah selesai Vita dan Dini janjian
sedang asyik memilih buku yang akan mereka beli sehingga tidak menghiraukan
sekitar mereka dan...
Brukk
Buku yang dipegang Vita kini jatuh berserakan kelantai
begitupun dengan buku yang dibawah oleh seorang pria yang tak sengaja
bertabrakan dengan Vita
“maaf kak saya tidak sengaja” ucap Vita yang belum
melihat orang yang ditabraknya sementara Dini kini memasang wajah ketakutannya,
karena dia tahu bahwa orang yang di tabrak Vita adalah sang pemilik yayasan
tempat mereka kuliah.
Aldrich kini segera berdiri dan menatap wanita yang
menabraknya
“ck’ kau lagi rupanya”
Vita yang belum melihat kearah orang yang ditabraknya
mematung mendengar suara Aldrich, suaranya begitu familiar di telinganya.
Vita mencoba mendongakkan kepalanya ingin memastikan
dan di tatapnya wajah elang yang menatapnya tajam Vita terbelalak kaget.
“maafkan saya pak, saya tidak sengaja” ucap Vita
memohon dan kemudian hendak memungut buku milik Aldrich tapi yang lebih
mengejutkannya lagi karena buku yang dipilih Aldrich sangat tidak masuk akal
menurut Vita, bagaimana jadinya seseorang yang terlihat sangar dan menakutkan
ini ternyata menyukai novel yang bergendre romantis.
“kemarikan punya saya” ucap Aldrich dingin dan
kemudian langsung mengambil buku yang dipilihnya tadi dan kemudian berjalan
menuju kasir.
Sementara itu Vita dan Dini juga menunggu Aldrich
keluar barulah dia melangkah menuju kasir.
“Din, itu Pak Aldrich dosen apa dikampus kita?” tanya
Vita sambil terus berjalan berbarengan dengan Dini
“dia bukan Dosen kita”
“lantas” ucap Vita tak percaya
“dia pemilik yayasan universitas tempat kita kuliah”
-Dini
“jangan becanda, dia terlihat begitu muda” -Vita
“hmm dari mana saja kau sampai kau tidak tahu berita
tentang beliau” -Dini
“hmm aku baru pindah dari negara Xy dan lagi aku malas
melihat berita” -Vita cuek
“beliau adalah salah satu pebisnis muda yang memiliki
banyak kekayaan dan bisnisnya yang terdiri dari berbagai bidang, dan lagi
diusianya yang masih muda beliau sangat serius dengan usahanya dan kabarnya
beliau belum memiliki pasangan.” Ucap Dini panjang lebar
Semetara itu Aldrich yang berada di kasir terus
merasakan hidungnya yang gatal dan ingin bersin “seperti ada yang sedang
membicarakan diriku” ucap Aldrich dalam hati.
>>>
Jangan lupa untuk tetap
meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa
juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya kakak kakak.
Terima kasih sudah mampir
Salam sayang
V A SYA