young widow

young widow
Episode 7 Aldrich Harrison


Aldrich Harrison


di salah satu fakultas tempat Vita menempuh


pendidikannya, Vita yang merupakan mahasiswa baru di fakultas tersebut belum


mengetahui letak kelasnya. Belum lagi Vita belum memiliki teman dan bahkan dari


sekian banyaknya Masiswa tidak ada yang Vita kenal satupun sehingga membuatnya


harus mencari kelasnya sendiri.


Vita terus berjalan melewati koridor fakultas hingga


Vita melihat salah sorang Dosen yang menurut Vita dosen tersebut memiliki


kepribadian yan tidak peduli dengan lingkungannya bagamana tidak, Vita yang


melihat Dosen tersebut dengan tatapannya yang sangat datar bahkan dengan mata


tajamya yang terus menatap kedepan dan belum lagi dia mengabaikan semua sapaan


yang dilemparkan mahasiswa untuknya.


Vita memberanikan diri untuk bertanya kepada Dosen


tersebut


“permisi pak, di mana ruang kelas untuk mahasiswa


fakultas seni dan desain pak?” tanya vita yang hanya di balas dengan tatapan


menyelidik oleh sang dosen


“apa kamu mahasiswa baru”


“Benar pak”


“cari sendiri”


Vita yang mendapat jawaban seperti itu membuatnya


kesal


Vita kemudian terus berjalan hingga mendapa sebuah


Ruangan di mana di dalamnya sangat banyak alat lukis dan juga ada beberapa


hasil rancangan yang benar benar merupakan dunia miliknya


Vita masuk ke dalam ruangan tersebut dan kemudian


bertanya pada slah satu mahasiswa dan benar saja ini adalah ruangan yang sedari


tadi dicari oleh Vita. Sementara itu di ruang rektor, terlihat di sana ada dua


orang yang terus berdiskusi entah apa yang mereka bahas hingga salah satu dari


mereka yang merupakan tamu dari sang rektor berdiri dari duduknya


“Tuan Aldrich terima kasih karena telah berkunjung ke


universitas kami” ucap sang rektor sambil menunduk”


“Tidak masala, oh iyya hampir saya lupa, apa bapak


menerima salah satu mahasiswa disini tanpa sepengetahuanku?”


“oh maahkan saya tuan, saya akan mengirimkan data


mahasiswa tersebut”


Aldrich Harrison merupakan pemilik yayasan universitas


tempat Vita kuliah, ya seseorang yang di anggap Vita sebagai dosen tadi adalah


Aldrich. Aldrich harus tahu semua identitas mahasiswa yang menempuh


pendidikannya di yayasan tersebut agar supaya Aldrich tahu bagaimana kemampuan


mahasiswanya apabila ada yang kurang mampu maka dengan senang hati Aldrich akan


membantu mahasiswanya dengan cara memberikan beasiswa agar mahasiswanya tidak harus


terbebani.


Kembali ke kelas Vita


Vita mengikuti semua materi yang dipaparkan oleh


dosennya dengan penuh dengan antusias dan sesekali Vita akan bertanya jika Vita


tidak mengerti.


Karena ini merupakan hari pertama untuk Vita jadi dia


belum memiliki teman ya kecuali teman duduknya yang bernama Dini. Dini


merupakan salah satu mahasiswa yang berada kelas ekonomi menengah namun juga


merupakan salah satu mahasiswa cerdas dan berprestasi sehingga dia mendapat


beasiswa dari yayasan universitas.


Setelah jam mata kuliah selesai Vita dan Dini janjian


sedang asyik memilih buku yang akan mereka beli sehingga tidak menghiraukan


sekitar mereka dan...


Brukk


Buku yang dipegang Vita kini jatuh berserakan kelantai


begitupun dengan buku yang dibawah oleh seorang pria yang tak sengaja


bertabrakan dengan Vita


“maaf kak saya tidak sengaja” ucap Vita yang belum


melihat orang yang ditabraknya sementara Dini kini memasang wajah ketakutannya,


karena dia tahu bahwa orang yang di tabrak Vita adalah sang pemilik yayasan


tempat mereka kuliah.


Aldrich kini segera berdiri dan menatap wanita yang


menabraknya


“ck’ kau lagi rupanya”


Vita yang belum melihat kearah orang yang ditabraknya


mematung mendengar suara Aldrich, suaranya begitu familiar di telinganya.


Vita mencoba mendongakkan kepalanya ingin memastikan


dan di tatapnya wajah elang yang menatapnya tajam Vita terbelalak kaget.


“maafkan saya pak, saya tidak sengaja” ucap Vita


memohon dan kemudian hendak memungut buku milik Aldrich tapi yang lebih


mengejutkannya lagi karena buku yang dipilih Aldrich sangat tidak masuk akal


menurut Vita, bagaimana jadinya seseorang yang terlihat sangar dan menakutkan


ini ternyata menyukai novel yang bergendre romantis.


“kemarikan punya saya” ucap Aldrich dingin dan


kemudian langsung mengambil buku yang dipilihnya tadi dan kemudian berjalan


menuju kasir.


Sementara itu Vita dan Dini juga menunggu Aldrich


keluar barulah dia melangkah menuju kasir.


“Din, itu Pak Aldrich dosen apa dikampus kita?” tanya


Vita sambil terus berjalan berbarengan dengan Dini


“dia bukan Dosen kita”


“lantas” ucap Vita tak percaya


“dia pemilik yayasan universitas tempat kita kuliah”


-Dini


“jangan becanda, dia terlihat begitu muda” -Vita


“hmm dari mana saja kau sampai kau tidak tahu berita


tentang beliau” -Dini


“hmm aku baru pindah dari negara Xy dan lagi aku malas


melihat berita” -Vita cuek


“beliau adalah salah satu pebisnis muda yang memiliki


banyak kekayaan dan bisnisnya yang terdiri dari berbagai bidang, dan lagi


diusianya yang masih muda beliau sangat serius dengan usahanya dan kabarnya


beliau belum memiliki pasangan.” Ucap Dini panjang lebar


Semetara itu Aldrich yang berada di kasir terus


merasakan hidungnya yang gatal dan ingin bersin “seperti ada yang sedang


membicarakan diriku” ucap Aldrich dalam hati.


>>>


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang


V A SYA