
Vita kini bertekad untuk bangkit dari keterpurukannya, vita mulai mendaftarkan gugatannya di pengadilan agama ahar semua terselesaikan dengan aman vita meminta bantuan kepada kedua orang tuanya untuk membantunya serta menyewa seorang pengacara agas kasusnya cepat terselesaikan, setelah gugatannya di terima dan di putuskan maka vita akan mencoba untuk melanjutkan studynya yang sempat tertunda karena kebodohannya di masa lalunya, ralat itu bukanlah sebuah kebodohan juga karena sesungguhnya seseorang tidak ada yang memilih kebodohan tetapi bisa di katakan kala itu Vita sedang berada pada posisi dirinya yang sedang dikuasai oleh iblis, atau apalah itu tetapi setidaknya untuk para readers jangan pernah mencoba melakukan hal yang belum pantas untuk kamu lakukan dan lakukan lah sesuatu hal yang berguna. oke kita lanjut Vita kemudian membicarakan rencananya untuk melanjutkan studinya kepada ayah dan juga ibunya yang tentu saja kini disambut baik dengan orang tuanya tetapi Vita memikirkan bagaimana nasib putranya nanti jika dia melanjutkan studinya. Vita takut akan waktunya untuk putranya nanti akan berkurang atau bahkan bisa saja tidak ada.
"tenang saja sanyang, mama akan membantumu mengurus Alvi" ucap mama Vita yang melihat putrinya sedang berpikir dan seakan dia tahu apa yang sedang di pikirkan putrinya ini.
"tenang saja kamu akan melanjutkan studimu di Negeri Z dan jangan khawatir karena kami juga akan kesana untuk mengurus perusahaan papah yang ada di negara Z jadi tentu saja kamu dan putramu akan tetap bersama" ucap ayahnya kemudian, yang membuat Vita semakin bersemangat untuk melanjutkan studynya.
"tapi ingat, kamu tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi, papa harap kamu bisa menjaga kehormatanmu" ucap ayahnya menegaskan.
"Vita janji pah" ucap vita yakin.
"baiklah papa akan meminta asisten papa untuk mengurus semuanya agar bulan depan kamu bisa melanjutkan studimu"
"terima kasih pah, ma, Vita janji akan mengingat semua aturan papa dan mama, maafkan kelakuan Vita di masa lalu pah mah" mohon Vita dengan buliran air mata yang tak kuasa dia tahan yang akhirnya mengalir dan membasahi pipinya.
πΊπΊπΊ
tak terasa sebulan sudah berlalu putusan hakim pun telah resmi keluar dengan ketukan paluh penanda sahnya perpisahan Vita dengan mantan suaminya. dan juga kini Vita tengah bersiap untuk menuju ke sebuah negara yang di tujunya untuk melanjutkan studinya, dwngan menggendong putra semata wayangnya yang terlihat sangat senang itu membuat Vita semakin bereemangat.
"okey son sekarang kita akan berjuang bersama di negara Z kamu harus jadi anak yang tumbuh dengan sehat dan kuat dan yang pasti memiliki kepribadian yang baik" ucap vita yang seakan menyemangati anaknya tetapi sepertinya dia juga sekaligus memberikan semangat untuk dirinya sendiri. sementara sang anak yang berada dalam gendongannya kini terus menengok ke kiri dan kekanan dengan wajah cerianya.
"bagaimana honey sudah siap berangkat" ucap papa Vita menghampiri putri dan juga cucunya
"tentu saja opa" balas Vita sambil menggoyang goyangkan tangan kanan putranya.
"Vita bawalah alvi untuk tidur kasian dia sepertinya telah lama menahan kantuknya" ucap Papa Vita yang kasihan melihat cucunya yang mulai menutup matanya tetapi tak lama matanya kembali membulat menatap awan awan melalui jendela jet pribadi itu.
"baiklah pah, Vita pamit pah mah, sepettinya cucumu ini harus mendapat sedikit paksaan dari mommynya ini karena sepertinya dia tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah ini" ucap Vita seraya mencium pipi kiri dan pipi kanan putranya.
"hahaha mungkin jika besar nanti cucuku ini ingin menjadi seorang pilot" ucap mama Vita dengan di ikuti tawa kecilnya sambil mengusap kepala Alvi
"tidak mah, dia akan menjadi penerus di perusahaan nanti" bantah papa Vita yang kemudian mencium kening cucunya.
"heyy kenapa kalian malah membicarakan cita cita Alvi? bisa sajakan dia memiliki cita cita yang lebih mulia nantinya" ucap Vita menengahi karena merasa sebentar lagi akan terjadi peran dingin antara ayah dan ibuunya ini ya meskipin Vita tahu, bahwa ayahnya akan tetap mengalakkb nantinya.
πΊπΊπΊ
assalamualaikun para readers, mohon untuk membaca karya ini dan jangan lupa setelah membacanya agar memberikan jejak dari kalian ya... jejak bisa beruka Like ataupun Komen tetapi para readers juga harus memberikan vote dan rating sebanyak banyaknya pada karya ini yang sangat sangat jauh dari kata sempurna. maklum ajalah namanya juga belajar hehehe
jangan lupa juga ya untuk tetap berfikiran positif dan jangan sampai salah dalam melangkah.....
happy reading....
salam sayang dari author
πππ