
KEHIDUPAN BARU
Di negara Z
Vita memulai harinya yang baru di negara baru dengan
sejuta perencanaan yang telah dia susun sedemikian rupa, berharap agar semua
yang dia harapkan nantinya akan terwujudkan. Vita mulai menyiapkan semua barang
barang yang di butuhkannya nanti di kampus. Setelah selesai menyiapkan
keperluannya Vita kemudian bergegas menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan
seperti kebiasaan lamanya. Tapi sepertinya langkahnya harus dia batalkan karena
mendengar suara tangisan dari sang putra semata wayangnya Alvi.
Vita segera bergegas menuju ke kamar Alvi, mencari
tahu apa gerangan yang membuat alvi menangis, “ oh sayang apa kau sudah bangun”
Alvi terus menangis dengan melambaikan kedua tangannya ingin segera digendong
oleh sang Bunda “oh baiklah sayang ayo sini Bunda gendong” ucap Dira kemudian
mengendong putranya. Dan membawanya keluar kamar menuju ke dapur tujuan awal
Vita.
“assalamualaikum oma” ucap Vita menyapa sang mama yang
sedang berkutat dengan peralatan dapur
“waalaikum salam, oh cucu oma sudah bangun ya” ucap
mama dira berbalik melihat cucunya yang masih berada dalam gendongan hangat
Bundanya.
“maaf ma Vita tidak membantu mama di dapur, membuat
sarapan” ucap Vita merasa bersalah dengan mamanya.
“oh tidak masalah sayang, sekarang serahkan Alvi
terlebih dahulu kepada pengasuhnya dan kamu segeralah mandi dan bersiap, kamu tidak
maukan hari pertama kuliah kamu harus terlambat”
“oh baiklah ma” ucap dira menjawab mamanya “sayang
kamu sama bibi dulu ya sayang mama mau siap siap dulu, jangan nakal ya sayang”
ucap Vita menghadiahi kecupan singkat di kening dan di kedua pipi putranya.
Vita segera bersiap siap, mamanya benar, dia tia mau jika
harus terlambat dihari pertamanya kuliah. Vita mengenakan sebuah dress
panjangan dengan warna yang begitu lembut dan di padukannya dengan pasminah
senada yang membuatnya sangat cantik. Vita kemudian mengambil tasnya yang snada
dengan bajunya dengan menggunakan sepatu kets membuat penampilannya sangat
sempurna apa lagi Vita yang menggunakan Make Up yang sangat natural dan juga
tipis.
Vita segera melangkah menuju ke meja makan di mana semuanya
sudah menunggunnya.
“Wah sepertinya akan sangat cepat dan mudah untuk
putrinya yang sudah duduk dan memangku putra kecilnya.
“apaan sih ma, jangan membuat mood ku menjadi buruk di
pagi ini ma” ucap Vita kesal dengan godaan dari mamanya.
“sudah, sekarang sarapanlah, hari ini kamu ikut sama
papa, tapi besok besok kamu harus berangkat sendiri, nanti siang mobilmu akan
segera tiba” ucap papanya
“baik pah, tapi sepertinya Vita tidak membutuhkannya
pah, Vita bisa naik taksi atau bus kota saja pah” balas Vita
“tidak! Mama tidak setuju jika kamu harus naik
kendaraan umum, mama tidak mau kamu mengalami kejadian seperti yang banyak di
beritakan saat ini, kejahatan yang sedang marak dalam kendaraan umum” ucap mama
Vita menegaskan.
“mmmm baiklah apapun yang mama inginkan akan Vita
turuti” ucap Vita menghela nafasnya.
Setelah selesai sarapan vita dan juga papanya segera
berpamitan untuk segera berangkat.
“kamu harus tahu semua jalan hari ini, besok papah
sudah tidak ingin menjadi supirmu” canda ayah Vita
“siap Big Boss” ucap vita sembari memperagakan
tangannya hormat
Tak terasa vita sudah sampai di depan kampusnya. “terima
kasih pah, sudah mengantar Vita” ucap Vita mencium punggung tangan ayahnya dan
kemudian mencium pipi kanan papanya sebelum turun dari mobil
“nanti jika sudah selesai kamu telpon papah biar papa jemput
atau akan ada supir yang akan menjemput” ucap ayahnya sebelum pergi meninggalkan
Vita
“siap pah, nanti akan Vita telpon, papa hati-hati di
jalan Vita masuk dulu pah” ucap vita kemudian melambaikan tangannya menatap
mobil ayahnya yang sudah mulai menjauh dan kemudian barulah Vita masuk dan mencari
ruangan Rektor.
terima kasih karena sudah mampir kakak kakak
jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like dan komentarnya serta berikan dukungan untuk novel ini dengan cara memberikan vote sebanyak banyaknya
salam sayang
V A SYA